Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#CryptoMarketSeesVolatility
Geopolitik Memanas, Pergerakan Harga Emas dan Dolar AS Makin Tidak Stabil
Pergerakan pasar keuangan global pada pekan terakhir April 2026 diperkirakan masih dibayangi ketidakpastian tinggi, seiring memanasnya geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta fluktuasi harga komoditas.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan indeks dolar AS akan bergerak di kisaran 96,60 dengan level resistance di 102,50 pada pekan depan.
Di sisi lain, harga emas masih menunjukkan volatilitas tinggi. Pada Jumat (24/4), harga emas dunia ditutup di level US$ 4.709 per ons troi. Sementara itu, harga emas batangan bersertifikat Antam pada Minggu (26/4/2026) tercatat sebesar Rp 2.825.000 per gram.
Ibrahim memperkirakan, jika harga emas terkoreksi, level support pertama berada di US$ 4.651 per ons troi dengan harga emas domestik di kisaran Rp 2.800.000 per gram. Support berikutnya diproyeksikan berada di US$ 4.520 per ons troi dengan harga Rp 2.790.000 per gram.
Sebaliknya, jika harga emas menguat, level resistance pertama diperkirakan di US$ 4.779 per ons troi dengan harga emas Antam di Rp 2.865.000 per gram. Adapun resistance lanjutan diperkirakan berada di kisaran yang lebih tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian global.
Dari sisi eksternal, ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama volatilitas pasar.
Konflik yang melibatkan AS dan Iran meningkatkan risiko gangguan distribusi energi, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.
Situasi semakin kompleks meskipun terdapat wacana pertemuan negosiasi antara kedua negara.
Pernyataan keras terkait kemungkinan aksi militer oleh kedua negara serta insiden penangkapan kapal tanker Iran turut memperbesar ketidakpastian di pasar global.
Jika eskalasi berlanjut kondisi ini berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia, mendorong kenaikan harga energi, dan meningkatkan tekanan inflasi global.
Dari sisi kebijakan, pasar juga mencermati arah bank sentral AS di tengah dinamika politik domestik.
Perubahan komposisi pejabat strategis dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri maupun moneter.
Jika kebijakan moneter AS cenderung lebih ketat di tengah tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi, kondisi ini berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menahan laju kenaikan harga emas.
Namun, dari sisi permintaan, tren akumulasi emas oleh negara-negara BRICS menjadi faktor penopang.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian global yang diperkirakan berlangsung lama.
Sehingga pada saat harga logam mulia mengalami penurunan, ini kesempatan terbaik bagi negara-negara Bank Sentral anggota BRIS untuk memupuk kekayaannya dengan membeli logam mulia.
$XAUUSD