Baru-baru ini Ethereum Foundation merilis dokumen strategis bernama Strawmap yang membahas evolusi protokol hingga 2029. Ini cukup menarik karena menandakan pergeseran ke jadwal upgrade yang lebih terukur dan dapat diprediksi. Jadi apa sebenarnya arti fork dalam konteks ini? Singkatnya, fork adalah upgrade jaringan yang mengubah aturan protokol. Dalam roadmap ini, direncanakan sekitar tujuh fork jaringan yang akan dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan. Peneliti Ethereum Justin Drake memimpin inisiatif ini dengan fokus pada tiga pilar utama: skalabilitas, pengalaman pengguna, dan keamanan jangka panjang.



Yang paling menarik adalah target performa yang ambisius. Ethereum menargetkan apa yang disebut Gigagas—basically mencapai satu miliar gas per detik di mainnet Layer 1. Untuk konteks, ini berarti sekitar 10.000 transaksi per detik hanya di L1 melalui integrasi zkEVM. Teknologi zero-knowledge ini memungkinkan verifikasi komputasi jauh lebih cepat tanpa mengorbankan desentralisasi. Sementara itu, untuk Layer 2, target Teragas adalah 10 juta TPS di seluruh ekosistem rollup dengan implementasi Data Availability Sampling.

Dari perspektif pengguna, ini bisa berarti biaya transaksi yang hampir tidak ada dan pengalaman dApp yang setara dengan aplikasi web tradisional. Tapi ada juga aspek keamanan yang tidak kalah penting. Roadmap menekankan transisi ke kriptografi pasca-kuantum sebagai prioritas utama—ini adalah langkah defensif mengantisipasi era komputer kuantum. Plus, ada rencana untuk privasi native di L1 dengan fitur transfer ETH terlindungi, jadi pengguna bisa melakukan transaksi dengan privasi yang lebih baik langsung di protokol tanpa perlu tools pihak ketiga.

Struktur fork yang baru ini—satu upgrade setiap enam bulan dengan cakupan terbatas—dirancang untuk mengurangi kompleksitas dan memberikan timeline yang jelas. Setiap fork fokus pada beberapa peningkatan utama, baik di consensus layer atau execution layer. Ini jauh berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih ad-hoc. Ethereum Foundation menggambarkan Strawmap sebagai dokumen hidup, bukan blueprint yang kaku. Ini berarti ada ruang untuk feedback komunitas dan terobosan penelitian baru yang bisa mengubah prioritas.

Ada tiga alur kerja utama yang mengorganisir semua fork ini: Scale (meningkatkan throughput L1 dan L2), Improve UX (mengurangi waktu finalitas dan menyederhanakan untuk developer), dan Harden L1 (keamanan kuantum dan privasi level protokol). Fork awal seperti Glamsterdam dan Hegotá akan meletakkan fondasi untuk tujuan yang lebih besar. Jadi secara garis besar, arti fork di sini adalah tahap-tahap transformasi yang terkoordinasi menuju Ethereum yang benar-benar scalable dan privat. Roadmap 2029 ini menunjukkan bahwa Ethereum serius ingin mempertahankan posisinya sebagai platform kontrak pintar terdepan sambil mengatasi hambatan teknis yang masih ada.
ETH-0,22%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan