Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mau ngobrolin tentang pola menarik dalam siklus halving Bitcoin. Topik ini belakangan kembali ramai dibahas, terutama karena sejarah memberi kita kerangka acuan yang cukup andal.
Pergerakan harga Bitcoin sebenarnya memiliki pola siklus yang cukup kuat, dan yang paling penting adalah "siklus halving" ini. Setelah setiap peristiwa halving, pasar cenderung mengalami pola tertentu. Data sebelumnya menunjukkan bahwa setelah halving 2016, BTC mencapai titik tertinggi siklus pada hari ke-518, sedangkan halving 2020 mencapai puncaknya setelah 546 hari. Rentang waktu ini tidak terlalu besar, tapi cukup menarik.
Berdasarkan pola historis dari ramalan halving Bitcoin ini, para analis pasar saat itu memperkirakan bahwa puncak pasar bullish berikutnya akan terjadi antara pertengahan September hingga pertengahan Oktober 2025. Ini berarti, dari perkiraan waktu halving pada April 2024, dibutuhkan sekitar 18 bulan untuk melihat puncak siklus ini.
Yang menarik, performa pasar saat itu sebenarnya lebih cepat dari kecepatan rata-rata historis. BTC dalam siklus tersebut mengumpulkan momentum yang cukup besar, lebih awal sekitar 35 hari dari tren historis. Percepatan ini biasanya dianggap sebagai sinyal positif setelah halving, menandakan pasar sedang bersiap untuk kenaikan yang lebih besar. Konsolidasi sering kali menandai kekuatan yang sedang terkumpul.
Melihat ke belakang, jika pola sejarah benar-benar berulang, periode tersebut akan menunjukkan karakteristik seperti tahun 2016—yaitu masa akumulasi penuh harapan. Tapi harus ditegaskan, pola sejarah hanyalah acuan, pergerakan harga nyata tetap dipengaruhi oleh perubahan regulasi, kondisi ekonomi makro, sentimen pasar, dan faktor lain yang beragam. Ramalan halving ini meskipun berlandaskan sejarah, bukanlah hukum pasti.
Sekarang, kita bisa memverifikasi apakah prediksi ini akurat. Performa pasar nyata, perubahan kebijakan, dan evolusi ekonomi global semuanya mempengaruhi hasil akhirnya. Itulah mengapa prediksi beberapa analis bisa tepat, sementara yang lain meleset—karena banyak variabel yang berperan.
Kalau kamu tertarik dengan logika siklus halving ini, coba cek sendiri grafik K-line BTC di Gate, bandingkan performa aktual dari berbagai siklus. Lebih meyakinkan daripada cuma dengar orang lain cerita. DYOR (Do Your Own Research) selalu jadi saran terbaik.