Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Media mobil mengungkapkan: Elon Musk menghabiskan 50 juta untuk mempertahankan eksekutif China!
Masih ingat berita beberapa hari yang lalu tentang Manajer Umum Tesla China yang pindah kerja ke Xiaomi?
Jika dihitung termasuk Song Gang yang keluar pada akhir 2024 untuk bergabung dengan Xiaomi, ini sudah merupakan kali kedua bagi seorang eksekutif tingkat tinggi Tesla China untuk pindah ke Xiaomi.
Menghadapi keluarnya bakat dari kalangan pimpinan, Tesla tentu harus memikirkan strategi untuk menahan personel inti.
Nah, kemarin, dunia otomotif mengeluarkan kabar besar.
Menurut laporan dari media otomotif profesional, sebuah dokumen dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat telah mengungkap kejadian ini: Wakil Presiden Senior Bisnis Mobil Tesla, Zhu Xiaotong, baru saja memperoleh 20.000 saham Tesla melalui pelaksanaan opsi saham, dengan harga pelaksanaan 20.57 dolar AS per saham.
Jika dihitung berdasarkan harga saham saat ini, nilainya kira-kira setara dengan 50 juta RMB.
Pada momen seperti ini, memberi insentif sebesar itu kepada Zhu Xiaotong sangat sulit untuk tidak membuat orang berpikir lebih jauh—apakah Tesla sedikit “panik”?
Laporan tersebut menyoroti sebuah latar belakang yang sangat penting: sejak 2026, perputaran bakat di Tesla tergolong sangat parah. Jika dirinci, tahun ini saja sudah ada setidaknya 7 orang eksekutif yang meninggalkan Tesla. Di antara mereka ada juga sesepuh keuangan yang sudah bekerja selama 17 tahun, Sondier·Parani, serta pakar teknologi utama yang bertanggung jawab atas peningkatan perangkat lunak OTA, Thomas·Demitriс.
Mereka semua adalah tulang punggung Tesla. Kepergian mereka menunjukkan bahwa memang ada sedikit kegamangan di hati orang-orang di dalam perusahaan.
Di antara para eksekutif Tionghoa di Tesla, posisi Zhu Xiaotong sangatlah istimewa.
Pada masa awalnya, kinerja Zhu Xiaotong di pabrik super di Shanghai telah menjadi contoh kelas buku pelajaran dalam dunia bisnis.
Orang lain membangun pabrik biasanya butuh dua hingga tiga tahun, tetapi dia justru mengubah sebidang tanah tandus menjadi mesin pencetak uang yang memproduksi satu mobil setiap menit dalam waktu satu tahun saja.
Berawal dari ledakan kapasitas produksi pabrik Shanghai itulah Tesla bisa keluar dari “neraka kapasitas” dan bertahan. Bisa dibilang, saat Musk melukis kue di Mars, Zhu Xiaotong yang menguleni adonannya di Bumi.
Saat ini, Zhu Xiaotong sudah menjadi Wakil Presiden Senior Bisnis Mobil Tesla. Ia bukan hanya “pegang kunci” untuk China, tetapi juga menjadi kepala pengelola produksi dan manufaktur untuk Musk dalam skala global.
Bahkan ada kabar bahwa jika suatu hari Musk berselisih dengan dewan direksi karena skema kompensasi senilai 1 triliun dolar, Zhu Xiaotong adalah salah satu kandidat teratas untuk menggantikan CEO.
Jadi, dibanding disebut sebagai hadiah, opsi saham 50 juta ini lebih tepat disebut sebagai “borgol emas”.