Pasar Saham


Bursa Amerika menutup hari Kamis dengan pergerakan yang beragam: Dow Jones turun tipis sebesar 0,13% menjadi 46504,67 poin, S&P 500 naik 0,11% menjadi 6582,69 poin, dan Nasdaq bertambah 0,18% menjadi 21879,18 poin. Di bawah pengaruh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak, pasar dibuka dengan penurunan, tetapi menguat berkat sinyal-sinyal diplomatik—persiapan protokol oleh Iran dan Oman terkait lintasan melalui Ормузский пролив, serta pernyataan Великобритания bahwa akan ada pembahasan internasional untuk menyelesaikan masalah tersebut, yang menurunkan kekhawatiran mengenai pasokan dan menstabilkan sentimen investor. Ketiga indeks utama pada minggu ini menunjukkan kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan, dan juga tercatat kenaikan mingguan pertama dalam enam minggu: S&P 500 naik 3,36%, Nasdaq—naik 4,44%, Dow Jones—naik 2,96%. Di antara sektor-sektor, saham utilitas dan real estat tampil paling baik, sementara sektor barang non-kebutuhan (non-makanan) melemah akibat penurunan pengiriman Tesla hingga kuartal terlemah dalam setahun dan turunnya saham perusahaan tersebut sebesar 5,4%. Selain itu, Blue Owl menetapkan batas untuk pembelian kembali dana dari reksa dana ritel, yang memicu ketegangan di pasar kredit swasta. Perhatian pasar juga tertuju pada pengajuan rahasia SpaceX untuk IPO dan data ketenagakerjaan di luar sektor pertanian pada hari Jumat. Menjelang libur akhir pekan perayaan Страстная пятница, indeks VIX turun menjadi 23,87 poin.
Lihat Asli
post-image
post-image
post-image
Ivan623vip
Menurut laporan dari aplikasi APP "Golden Shape", Presiden AS Trump menandatangani pada hari Kamis sebuah pernyataan yang ditujukan untuk melakukan penyesuaian tarif nasional demi alasan keamanan terkait impor baja, aluminium, dan tembaga (tarif berdasarkan Bagian 232). Penyesuaian ini bertujuan untuk menurunkan tarif pada logam turunan, menyederhanakan prosedur deklarasi, dan mencegah terjadinya penilaian yang lebih rendah terhadap nilai impor.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa AS mempertahankan tarif 50% untuk impor barang massal seperti baja, aluminium, dan tembaga, namun kini tarif tersebut akan diterapkan pada harga yang dibayar oleh konsumen Amerika. Perubahan utamanya terkait produk turunan, di mana ambang kandungan logam ditetapkan untuk perhitungan bea yang lebih akurat.

Rincian aturan baru
Menurut aturan baru, jika kandungan baja, aluminium, atau tembaga dalam produk turunan berdasarkan berat kurang dari 15%, AS membatalkan tarif 50% yang sebelumnya berlaku, sehingga secara efektif membebaskan barang-barang tersebut dari bea. Langkah ini dimaksudkan untuk membebaskan produk dengan kandungan logam yang sangat rendah, misalnya botol parfum dengan tutup aluminium atau kotak tempat benang gigi dengan bilah baja berukuran kecil.

Untuk produk turunan dengan kandungan logam lebih dari 15%, tarif bea yang diturunkan sebesar 25% akan diterapkan, namun tarif ini dihitung dari total nilai barang impor, bukan hanya dari nilai logam. Dengan demikian, untuk produk seperti mesin cuci atau kompor gas yang komponen utamanya adalah baja, beanya akan sebesar 25% dari total nilai penuh.

Adapun barang massal dari baja, aluminium, dan tembaga tetap dikenakan bea 50% yang tinggi, dihitung dari seluruh nilai penjualan. Menurut para pejabat, langkah-langkah ini dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari bea, sekaligus menyederhanakan deklarasi kepabeanan dengan menghilangkan kemungkinan penghindaran bea melalui pernyataan kandungan logam yang lebih rendah.
repost-content-media
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan