Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Masalah pengangguran dari adopsi AI, strategi mitigasi pajak mendapat perhatian
Perkembangan teknologi AI yang pesat dan digitalisasi yang cepat menyebabkan perubahan besar di pasar tenaga kerja di berbagai industri. Dalam konteks ini, muncul usulan reformasi perpajakan inovatif oleh pemerintah sebagai langkah mengatasi masalah pengangguran akibat AI. Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Arap Shah, penulis bersama dari Citrini Research, melalui Bloomberg dan X, disebutkan bahwa saat ini saatnya mempertimbangkan pendekatan baru berupa pengenaan pajak terhadap teknologi kecerdasan buatan sebagai solusi menghadapi krisis pengangguran yang disebabkan oleh penerapan AI.
Risiko kehilangan pekerjaan akibat kemajuan teknologi AI yang pesat
Dengan kemajuan teknologi AI yang cepat, kemungkinan besar banyak pekerjaan penting di berbagai industri akan hilang. Mulai dari entri data, layanan pelanggan, hingga pekerjaan profesional yang lebih kompleks, AI mulai menggantikan pekerjaan manusia di berbagai bidang. Perubahan teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga berpotensi menyebabkan pengurangan tenaga kerja secara struktural. Secara ekonomi, hal ini dapat menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran, penurunan konsumsi, dan peningkatan biaya jaminan sosial, yang semuanya berpotensi menimbulkan dampak negatif berantai.
Potensi dan tantangan pengenaan pajak AI sebagai langkah mengatasi pengangguran
Laporan dari Citrini Research menyarankan bahwa reformasi pajak terhadap AI dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak ekonomi dari kemajuan teknologi yang pesat ini. Secara spesifik, pajak yang dikenakan kepada perusahaan yang mengadopsi AI dapat digunakan untuk mendanai program pelatihan ulang dan dukungan pencarian kerja. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian akibat pengangguran AI sekaligus mendorong peralihan keterampilan tenaga kerja. Namun, ada kekhawatiran bahwa pajak yang terlalu tinggi dapat menghambat investasi perusahaan dalam AI dan menurunkan daya saing industri.
Pentingnya kebijakan yang adaptif selama masa transisi pasar tenaga kerja
Shah menekankan bahwa untuk menghadapi perubahan sosial yang cepat ini, diperlukan langkah-langkah aktif dan komprehensif dari pemerintah. Tidak cukup hanya dengan pengenaan pajak, tetapi juga reformasi sistem pendidikan secara menyeluruh, dukungan penciptaan lapangan kerja baru, dan restrukturisasi sistem jaminan sosial harus dilakukan dari berbagai aspek. Untuk meminimalkan dampak negatif terhadap tenaga kerja dan memastikan transisi menuju masyarakat yang harmonis antara teknologi dan manusia, kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta strategi jangka panjang sangat penting.