Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
KDI, ancaman perang Timur Tengah memperingatkan ekonomi Korea... variabel kenaikan harga minyak
Korea Development Institute (KDI) dalam laporannya baru-baru ini memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak negatif terhadap ekonomi Korea. Laporan tersebut secara khusus menunjukkan bahwa gelombang perang dapat membawa risiko penurunan ekonomi di berbagai bidang seperti harga barang, konsumsi, konstruksi, dan investasi peralatan. Ketidakpastian situasi perang dan kenaikan harga minyak bisa menjadi variabel utama.
Meskipun industri semikonduktor dan pemulihan konsumsi tetap menunjukkan tren positif, pertumbuhan produksi secara keseluruhan melambat karena industri konstruksi yang terus lesu. Meski permintaan di bidang semikonduktor meningkat, pasokan yang tidak lancar menyebabkan produksi Januari menurun 5,2%, dan stok juga turun 34%. Ekspor produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meningkat secara signifikan, tetapi belum menyebar ke seluruh aktivitas ekonomi.
Konsumsi menunjukkan pertumbuhan yang lambat karena pemulihan daya beli yang masih berlangsung. Pada Januari, produksi sektor jasa di bidang keuangan, asuransi, grosir dan eceran, serta kesehatan dan kesejahteraan sosial menunjukkan kinerja yang baik dengan kenaikan 4,4%. Selain itu, indeks sentimen konsumen mencapai 112,1, tetap tinggi, menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan lebih lanjut dalam konsumsi.
Namun, rendahnya investasi konstruksi tetap menjadi masalah yang berkelanjutan. Volume pekerjaan konstruksi Januari kembali menurun 9,7% setelah bulan sebelumnya, dan perlambatan di sektor properti daerah menyebabkan penundaan proyek baru. KDI terus mengkhawatirkan kemungkinan resesi ekonomi daerah.
Perkembangan perang di Timur Tengah di masa depan akan memberikan dampak berbeda terhadap ekonomi, terutama kenaikan harga minyak yang sangat mungkin menekan berbagai sektor ekonomi. Selain itu, setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif timbal balik tidak berlaku, ketidakpastian dalam lingkungan perdagangan internasional juga meningkat. Volatilitas pasar keuangan semakin meningkat akibat pecahnya perang, sehingga perlu waspada. Situasi ini menunjukkan bahwa ekonomi Korea saat ini menghadapi tantangan besar di masa depan.