Minyak mentah West Texas Intermediate, karena risiko geopolitik melonjak 12%…… Harga per barel menembus $150 memasuki hitungan mundur

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dalam waktu satu hari, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di pasar minyak mentah New York meningkat lebih dari 12%, menembus angka 90 dolar AS per barel. Ini merupakan hasil dari meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah yang saling bertumpuk, sehingga para investor dengan cepat bereaksi terhadap lonjakan harga minyak tersebut.

Menteri Energi Qatar memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz ditutup, harga minyak dapat melonjak hingga 150 dolar AS per barel dalam waktu singkat. Pernyataan ini mencerminkan pentingnya jalur utama pengangkutan minyak melalui Selat Hormuz, dan jika pengangkutan melalui jalur ini terhambat, rantai pasokan minyak global akan menghadapi ancaman serius.

Saat ini, negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah sedang mengambil langkah-langkah menangguhkan atau mengurangi sebagian produksi minyak mentah mereka sesuai dengan meningkatnya risiko geopolitik yang tajam. Kuwait mulai mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan yang sudah penuh, dan Irak juga mengurangi produksi minyak sebesar 1,5 juta barel per hari. Pergerakan ini menambah tekanan pada kenaikan harga minyak.

Amerika Serikat meskipun telah membangun dasar untuk menjamin keamanan Selat Hormuz, namun belum cukup untuk meredakan ketidakpastian pasar secara keseluruhan. Terutama dalam situasi konflik yang terus berlangsung antara AS dan Iran, tampaknya sulit untuk menyediakan solusi jangka panjang. Oleh karena itu, meskipun telah diambil langkah-langkah seperti pengawalan kapal minyak, pasar tetap menunjukkan reaksi yang tidak stabil.

Jika harga minyak terus bertahan di level tinggi ini atau bahkan meningkat lebih jauh di masa depan, diperkirakan akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap ekonomi dunia. Terutama bagi berbagai industri yang bergantung pada minyak mentah, tekanan biaya kemungkinan akan semakin meningkat. Oleh karena itu, para ahli berpendapat bahwa jika pemerintah di berbagai negara tidak aktif mengatasi risiko geopolitik ini, pertumbuhan ekonomi global pun tidak akan luput dari guncangan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan