Selasa, sesi perdagangan membawa sinyal campuran di pasar komoditas global, dengan energi dan futures pertanian memimpin penurunan. Futures kapas menjadi pusat perhatian di antara aset yang menurun, mencerminkan tekanan yang lebih luas terhadap bahan mentah dan pasar terkait. Pergerakan serentak di berbagai komoditas menggambarkan dinamika pasar yang saling terkait yang dipantau ketat oleh trader sepanjang hari.
Futures Kapas Menurun di Beberapa Kontrak
Harga kapas melemah secara signifikan pada hari Selasa, dengan kontrak bulan depan turun antara 45 hingga 60 poin. Kapas Mar 26 ditutup di 61,52, turun 59 poin dari sesi sebelumnya. Kapas Mei 26 ditutup di 63,64, menurun 49 poin, sementara Jul 26 berakhir di 65,37, turun 45 poin. Seam melaporkan aktivitas penjualan pada 13/2 dengan 4.895 bal exchanging hands, rata-rata 56,79 sen per pon. Sementara itu, stok kapas bersertifikat ICE meningkat sebanyak 3.974 bal pada tanggal yang sama, sehingga total inventaris bersertifikat mencapai 110.014 bal.
Pasar Energi dan Mata Uang Menggerakkan Pergerakan Harga
Kelemahan kapas tidak berdiri sendiri—futures minyak mentah juga mengalami tekanan yang signifikan pada hari Selasa, turun 59 sen per barel dan ditutup di $62,30. Indeks dolar AS menguat sebesar $0,206 menjadi $97,025, sebuah dinamika yang biasanya menekan harga komoditas yang dihitung dalam dolar. Pergerakan yang saling terkait ini menegaskan bagaimana biaya energi dan nilai tukar mata uang mempengaruhi penilaian komoditas pertanian secara real-time.
Data Inventaris dan Indeks Mencerminkan Sentimen Pasar
Indeks Cotlook A tetap tidak berubah di 73,85 sen pada hari Senin, menunjukkan stabilitas di tingkat patokan meskipun penurunan yang lebih luas pada hari Selasa. Namun, Harga Dunia yang Disesuaikan mengalami revisi ke bawah menjadi 49,39 sen per pon pada Kamis sore, mengurangi 39 poin dari level minggu sebelumnya. Indikator harga resmi ini, bersama dengan peningkatan inventaris, menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang mencerna peningkatan pasokan sambil mengelola kekhawatiran tentang dinamika permintaan global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kutipan Pasar Komoditas Selasa Mengungkap Penurunan Luas di Seluruh Kontrak Berjangka
Selasa, sesi perdagangan membawa sinyal campuran di pasar komoditas global, dengan energi dan futures pertanian memimpin penurunan. Futures kapas menjadi pusat perhatian di antara aset yang menurun, mencerminkan tekanan yang lebih luas terhadap bahan mentah dan pasar terkait. Pergerakan serentak di berbagai komoditas menggambarkan dinamika pasar yang saling terkait yang dipantau ketat oleh trader sepanjang hari.
Futures Kapas Menurun di Beberapa Kontrak
Harga kapas melemah secara signifikan pada hari Selasa, dengan kontrak bulan depan turun antara 45 hingga 60 poin. Kapas Mar 26 ditutup di 61,52, turun 59 poin dari sesi sebelumnya. Kapas Mei 26 ditutup di 63,64, menurun 49 poin, sementara Jul 26 berakhir di 65,37, turun 45 poin. Seam melaporkan aktivitas penjualan pada 13/2 dengan 4.895 bal exchanging hands, rata-rata 56,79 sen per pon. Sementara itu, stok kapas bersertifikat ICE meningkat sebanyak 3.974 bal pada tanggal yang sama, sehingga total inventaris bersertifikat mencapai 110.014 bal.
Pasar Energi dan Mata Uang Menggerakkan Pergerakan Harga
Kelemahan kapas tidak berdiri sendiri—futures minyak mentah juga mengalami tekanan yang signifikan pada hari Selasa, turun 59 sen per barel dan ditutup di $62,30. Indeks dolar AS menguat sebesar $0,206 menjadi $97,025, sebuah dinamika yang biasanya menekan harga komoditas yang dihitung dalam dolar. Pergerakan yang saling terkait ini menegaskan bagaimana biaya energi dan nilai tukar mata uang mempengaruhi penilaian komoditas pertanian secara real-time.
Data Inventaris dan Indeks Mencerminkan Sentimen Pasar
Indeks Cotlook A tetap tidak berubah di 73,85 sen pada hari Senin, menunjukkan stabilitas di tingkat patokan meskipun penurunan yang lebih luas pada hari Selasa. Namun, Harga Dunia yang Disesuaikan mengalami revisi ke bawah menjadi 49,39 sen per pon pada Kamis sore, mengurangi 39 poin dari level minggu sebelumnya. Indikator harga resmi ini, bersama dengan peningkatan inventaris, menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang mencerna peningkatan pasokan sambil mengelola kekhawatiran tentang dinamika permintaan global.