Pada Kamis pagi, pasar saham India menampilkan gambaran campuran, dengan indeks acuan menurun meskipun sinyal positif muncul dari lantai perdagangan global. Indeks NSE Nifty turun 23 poin menjadi 25.796, sementara BSE Sensex mundur 108 poin menjadi 83.626, mencerminkan keragu-raguan yang lebih luas di pasar.
Tekanan Pengambilan Keuntungan Membebani Sektor Utama
Beberapa saham terkemuka mengalami penurunan yang signifikan selama sesi tersebut. KWIL dan Indigo keduanya turun sekitar 2 persen, sementara BEL, Adani Ports, dan Asian Paints masing-masing turun sekitar 1 persen, menandakan adanya aktivitas pengambilan keuntungan. BGR Energy Systems mengalami kerugian lebih besar, merosot 3,7 persen setelah memutuskan untuk memilih Skema Amnesti PPN Rajasthan, 2022, untuk menyelesaikan tuntutan Pajak Pertambahan Nilai yang belum dibayar dari tahun keuangan sebelumnya—langkah ini tampaknya mempengaruhi sentimen investor.
Sektor TI Pulih Cerdas dari Kelemahan Sebelumnya
Sektor teknologi informasi menunjukkan ketahanan, bangkit kembali dari tekanan jual pada sesi sebelumnya. Saham utama TI seperti TCS, Infosys, dan HCL Technologies masing-masing naik lebih dari 1 persen, menunjukkan minat beli yang kembali di sektor ini. Pemulihan di perdagangan TI ini menyoroti kekuatan dasar sektor dan selera investor terhadap nama-nama berkualitas setelah mengalami kelemahan baru-baru ini.
Tindakan Korporasi Mendorong Kenaikan Saham Tertentu
Selain pergerakan pasar secara umum, perkembangan korporasi tertentu mendorong kenaikan di beberapa saham. Cochin Shipyard naik sekitar 0,5 persen setelah mendapatkan pesanan pembangunan kapal baru yang besar senilai sekitar $360 juta (sekitar Rs. 3.267 crore) dari Grup CMA CGM yang berbasis di Prancis. Bharat Forge naik 1,1 persen setelah berita tentang penandatanganan pakta kolaborasi strategis dengan VVDN Technologies untuk menjajaki peluang di sektor teknologi utama. B. L. Kashyap and Sons melonjak 4,4 persen setelah memenangkan pesanan senilai Rs. 300 crore dari CRC Green, menunjukkan bagaimana kemenangan bisnis nyata dapat mendorong kinerja saham di pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saham India Turun Tipis dalam Perdagangan Kamis Meski Dukungan Global; Sektor TI Menemukan Titik Temu
Pada Kamis pagi, pasar saham India menampilkan gambaran campuran, dengan indeks acuan menurun meskipun sinyal positif muncul dari lantai perdagangan global. Indeks NSE Nifty turun 23 poin menjadi 25.796, sementara BSE Sensex mundur 108 poin menjadi 83.626, mencerminkan keragu-raguan yang lebih luas di pasar.
Tekanan Pengambilan Keuntungan Membebani Sektor Utama
Beberapa saham terkemuka mengalami penurunan yang signifikan selama sesi tersebut. KWIL dan Indigo keduanya turun sekitar 2 persen, sementara BEL, Adani Ports, dan Asian Paints masing-masing turun sekitar 1 persen, menandakan adanya aktivitas pengambilan keuntungan. BGR Energy Systems mengalami kerugian lebih besar, merosot 3,7 persen setelah memutuskan untuk memilih Skema Amnesti PPN Rajasthan, 2022, untuk menyelesaikan tuntutan Pajak Pertambahan Nilai yang belum dibayar dari tahun keuangan sebelumnya—langkah ini tampaknya mempengaruhi sentimen investor.
Sektor TI Pulih Cerdas dari Kelemahan Sebelumnya
Sektor teknologi informasi menunjukkan ketahanan, bangkit kembali dari tekanan jual pada sesi sebelumnya. Saham utama TI seperti TCS, Infosys, dan HCL Technologies masing-masing naik lebih dari 1 persen, menunjukkan minat beli yang kembali di sektor ini. Pemulihan di perdagangan TI ini menyoroti kekuatan dasar sektor dan selera investor terhadap nama-nama berkualitas setelah mengalami kelemahan baru-baru ini.
Tindakan Korporasi Mendorong Kenaikan Saham Tertentu
Selain pergerakan pasar secara umum, perkembangan korporasi tertentu mendorong kenaikan di beberapa saham. Cochin Shipyard naik sekitar 0,5 persen setelah mendapatkan pesanan pembangunan kapal baru yang besar senilai sekitar $360 juta (sekitar Rs. 3.267 crore) dari Grup CMA CGM yang berbasis di Prancis. Bharat Forge naik 1,1 persen setelah berita tentang penandatanganan pakta kolaborasi strategis dengan VVDN Technologies untuk menjajaki peluang di sektor teknologi utama. B. L. Kashyap and Sons melonjak 4,4 persen setelah memenangkan pesanan senilai Rs. 300 crore dari CRC Green, menunjukkan bagaimana kemenangan bisnis nyata dapat mendorong kinerja saham di pasar.