Lanskap mobil listrik Inggris telah mengalami transformasi besar. Data dari Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengungkapkan bahwa kendaraan yang diproduksi di China kini menyumbang 27,9% dari semua kendaraan listrik yang dijual di Inggris—berarti lebih dari satu dari setiap empat mobil listrik Inggris berasal dari China. Perubahan yang luar biasa ini mencerminkan tren yang lebih luas: jika termasuk semua jenis kendaraan, impor dari China mencapai 13,5% dari total pasar mobil Inggris, atau satu dari setiap delapan mobil yang dijual.
Apa yang mendorong lonjakan ini? Produsen EV China—dipimpin oleh BYD, bersama merek-merek baru seperti Jaecoo dan Omoda—telah memperluas kehadiran mereka secara agresif. Penjualan BYD di Inggris meningkat lebih dari lima kali lipat hanya dalam tahun 2025, mendorong perusahaan ini melewati Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia. Bahkan merek ikonik Inggris seperti MG kini diklasifikasikan sebagai buatan China karena kepemilikan asing. Perlu dicatat, produsen lain yang memproduksi di China termasuk Polestar (merek EV Swedia) dan beberapa model Tesla yang diproduksi di fasilitas Shanghai perusahaan.
Performa Pasar: Lonjakan Mobil Listrik Inggris Meski Target Mandat
Pasar mobil listrik Inggris secara keseluruhan menunjukkan hasil yang beragam di tahun 2025. Kendaraan listrik menyumbang 23,4% dari semua pendaftaran mobil baru, angka yang meningkat menjadi 32,3% pada akhir tahun. Jika digabungkan dengan kendaraan hybrid, hampir setengah dari semua mobil baru yang dijual di Inggris kini berbasis baterai. Hybrid plug-in, yang menggunakan baterai lebih kecil dan mesin bensin, menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat dengan penjualan naik 35%, sementara kendaraan listrik penuh naik 24%. Sebaliknya, penjualan mobil bensin dan diesel turun masing-masing sebesar 8% dan 15%.
Namun, pasar mobil listrik Inggris masih di bawah target pemerintah. Mandat kendaraan nol emisi mengharuskan 28% dari penjualan mobil baru pada 2025 harus listrik, tetapi angka aktualnya hanya 23,4%. Ini menunjukkan kesenjangan yang cukup besar dibandingkan 2024, ketika EV menyumbang 19,6% dari penjualan dengan target 22%. Ketentuan regulasi ini akan semakin ketat di 2026, yang mewajibkan sepertiga dari semua mobil baru yang dijual di Inggris harus listrik.
Mengapa Dominasi China Penting: Konteks Internasional
Kebangkitan kendaraan listrik China di pasar Inggris terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global. Amerika Serikat mengambil sikap agresif dengan memberlakukan tarif 100% pada kendaraan listrik China—secara efektif melarangnya masuk ke pasar Amerika. Uni Eropa juga memberlakukan bea impor yang tinggi pada EV China. Sebaliknya, pemerintah Inggris menyatakan tidak berniat memberlakukan tarif impor mobil China, sehingga pasar mobil listrik Inggris jauh lebih terbuka dibanding mitra dagang utamanya.
Skala dukungan pemerintah China untuk sektor EV-nya sangat besar. Menurut Centre for Strategic and International Studies, pemerintah China menginvestasikan setidaknya 230 miliar dolar AS (£170 miliar) di sektor EV antara 2009 dan 2023. Investasi besar ini memungkinkan produsen China bersaing secara agresif dari segi harga dan skala di pasar Inggris.
Tekanan Produsen: Biaya Meningkat dan Subsidi Tidak Berkelanjutan
Mandat regulasi menciptakan tekanan besar bagi produsen otomotif yang menjual ke pasar Inggris. Mereka yang gagal memenuhi kuota akan dikenai denda sebesar £12.000 untuk setiap kendaraan yang tidak memenuhi standar. Alih-alih menerima denda ini, produsen memilih menanggung biaya langsung. Menurut data SMMT, produsen mobil menghabiskan £5,5 miliar untuk mensubsidi penjualan EV sepanjang 2025 agar mendekati target—rata-rata £11.000 per kendaraan. SMMT menyebut tingkat pengeluaran ini secara fundamental tidak berkelanjutan.
Mike Hawes, CEO SMMT, menjadi kritikus vokal terhadap struktur mandat saat ini. Ia berpendapat bahwa kebijakan ini mendorong industri melewati permintaan konsumen saat ini dan mendesak peninjauan awal terhadap regulasi. Mandat awalnya dijadwalkan untuk ditinjau kembali pada 2027, tetapi Hawes menyarankan agar hal ini dipercepat ke 2026 untuk meninjau kembali asumsi dasarnya. Kekhawatiran ini mencerminkan kekhawatiran industri yang lebih luas: produsen dapat membeli kredit dari pesaing yang melebihi target untuk menutupi kekurangan di tahun-tahun mendatang, tetapi solusi sementara ini hanya menunda masalah.
Kontras dengan kebijakan Eropa cukup mencolok. Uni Eropa menunda larangan mobil mesin pembakaran dari 2035 menjadi 2040, menawarkan masa transisi yang lebih panjang. Namun, Partai Buruh di Inggris menolak penundaan serupa di pasar Inggris.
Pertumbuhan Pasar Total dan Implikasi Lebih Luas
Meskipun menghadapi tantangan regulasi, total penjualan mobil baru di Inggris meningkat 3,5% di 2025 menjadi 2,02 juta kendaraan—tingkat tertinggi sejak 2019, meskipun masih di bawah level sebelum pandemi. Pertumbuhan ini mencerminkan pasar yang sedang dalam transisi, di mana sektor mobil listrik Inggris berkembang pesat sambil menghadapi tekanan dari mandat regulasi dan dinamika kompetitif yang dipengaruhi kebijakan perdagangan internasional.
Dominasi produsen China di pasar mobil listrik Inggris menandai perubahan mendasar dalam rantai pasok otomotif. Apakah tren ini akan berkelanjutan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan Inggris berkembang dan apakah kerangka regulasi dapat disesuaikan untuk menyeimbangkan tujuan lingkungan dengan keberlangsungan industri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Merek Tiongkok Sekarang Menguasai Seperempat Pasar Mobil Listrik Inggris
Lanskap mobil listrik Inggris telah mengalami transformasi besar. Data dari Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengungkapkan bahwa kendaraan yang diproduksi di China kini menyumbang 27,9% dari semua kendaraan listrik yang dijual di Inggris—berarti lebih dari satu dari setiap empat mobil listrik Inggris berasal dari China. Perubahan yang luar biasa ini mencerminkan tren yang lebih luas: jika termasuk semua jenis kendaraan, impor dari China mencapai 13,5% dari total pasar mobil Inggris, atau satu dari setiap delapan mobil yang dijual.
Apa yang mendorong lonjakan ini? Produsen EV China—dipimpin oleh BYD, bersama merek-merek baru seperti Jaecoo dan Omoda—telah memperluas kehadiran mereka secara agresif. Penjualan BYD di Inggris meningkat lebih dari lima kali lipat hanya dalam tahun 2025, mendorong perusahaan ini melewati Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia. Bahkan merek ikonik Inggris seperti MG kini diklasifikasikan sebagai buatan China karena kepemilikan asing. Perlu dicatat, produsen lain yang memproduksi di China termasuk Polestar (merek EV Swedia) dan beberapa model Tesla yang diproduksi di fasilitas Shanghai perusahaan.
Performa Pasar: Lonjakan Mobil Listrik Inggris Meski Target Mandat
Pasar mobil listrik Inggris secara keseluruhan menunjukkan hasil yang beragam di tahun 2025. Kendaraan listrik menyumbang 23,4% dari semua pendaftaran mobil baru, angka yang meningkat menjadi 32,3% pada akhir tahun. Jika digabungkan dengan kendaraan hybrid, hampir setengah dari semua mobil baru yang dijual di Inggris kini berbasis baterai. Hybrid plug-in, yang menggunakan baterai lebih kecil dan mesin bensin, menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat dengan penjualan naik 35%, sementara kendaraan listrik penuh naik 24%. Sebaliknya, penjualan mobil bensin dan diesel turun masing-masing sebesar 8% dan 15%.
Namun, pasar mobil listrik Inggris masih di bawah target pemerintah. Mandat kendaraan nol emisi mengharuskan 28% dari penjualan mobil baru pada 2025 harus listrik, tetapi angka aktualnya hanya 23,4%. Ini menunjukkan kesenjangan yang cukup besar dibandingkan 2024, ketika EV menyumbang 19,6% dari penjualan dengan target 22%. Ketentuan regulasi ini akan semakin ketat di 2026, yang mewajibkan sepertiga dari semua mobil baru yang dijual di Inggris harus listrik.
Mengapa Dominasi China Penting: Konteks Internasional
Kebangkitan kendaraan listrik China di pasar Inggris terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global. Amerika Serikat mengambil sikap agresif dengan memberlakukan tarif 100% pada kendaraan listrik China—secara efektif melarangnya masuk ke pasar Amerika. Uni Eropa juga memberlakukan bea impor yang tinggi pada EV China. Sebaliknya, pemerintah Inggris menyatakan tidak berniat memberlakukan tarif impor mobil China, sehingga pasar mobil listrik Inggris jauh lebih terbuka dibanding mitra dagang utamanya.
Skala dukungan pemerintah China untuk sektor EV-nya sangat besar. Menurut Centre for Strategic and International Studies, pemerintah China menginvestasikan setidaknya 230 miliar dolar AS (£170 miliar) di sektor EV antara 2009 dan 2023. Investasi besar ini memungkinkan produsen China bersaing secara agresif dari segi harga dan skala di pasar Inggris.
Tekanan Produsen: Biaya Meningkat dan Subsidi Tidak Berkelanjutan
Mandat regulasi menciptakan tekanan besar bagi produsen otomotif yang menjual ke pasar Inggris. Mereka yang gagal memenuhi kuota akan dikenai denda sebesar £12.000 untuk setiap kendaraan yang tidak memenuhi standar. Alih-alih menerima denda ini, produsen memilih menanggung biaya langsung. Menurut data SMMT, produsen mobil menghabiskan £5,5 miliar untuk mensubsidi penjualan EV sepanjang 2025 agar mendekati target—rata-rata £11.000 per kendaraan. SMMT menyebut tingkat pengeluaran ini secara fundamental tidak berkelanjutan.
Mike Hawes, CEO SMMT, menjadi kritikus vokal terhadap struktur mandat saat ini. Ia berpendapat bahwa kebijakan ini mendorong industri melewati permintaan konsumen saat ini dan mendesak peninjauan awal terhadap regulasi. Mandat awalnya dijadwalkan untuk ditinjau kembali pada 2027, tetapi Hawes menyarankan agar hal ini dipercepat ke 2026 untuk meninjau kembali asumsi dasarnya. Kekhawatiran ini mencerminkan kekhawatiran industri yang lebih luas: produsen dapat membeli kredit dari pesaing yang melebihi target untuk menutupi kekurangan di tahun-tahun mendatang, tetapi solusi sementara ini hanya menunda masalah.
Kontras dengan kebijakan Eropa cukup mencolok. Uni Eropa menunda larangan mobil mesin pembakaran dari 2035 menjadi 2040, menawarkan masa transisi yang lebih panjang. Namun, Partai Buruh di Inggris menolak penundaan serupa di pasar Inggris.
Pertumbuhan Pasar Total dan Implikasi Lebih Luas
Meskipun menghadapi tantangan regulasi, total penjualan mobil baru di Inggris meningkat 3,5% di 2025 menjadi 2,02 juta kendaraan—tingkat tertinggi sejak 2019, meskipun masih di bawah level sebelum pandemi. Pertumbuhan ini mencerminkan pasar yang sedang dalam transisi, di mana sektor mobil listrik Inggris berkembang pesat sambil menghadapi tekanan dari mandat regulasi dan dinamika kompetitif yang dipengaruhi kebijakan perdagangan internasional.
Dominasi produsen China di pasar mobil listrik Inggris menandai perubahan mendasar dalam rantai pasok otomotif. Apakah tren ini akan berkelanjutan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan Inggris berkembang dan apakah kerangka regulasi dapat disesuaikan untuk menyeimbangkan tujuan lingkungan dengan keberlangsungan industri.