Tengah malam naik taksi pulang ke rumah, sopirnya diam saja dan wajahnya pucat seperti kertas.
Saya merasa agak gugup, mencoba mengobrol: “Pak, ini malam-malam keluar jalan, tidak capek ya?” Sopir menjawab pelan: “Aduh, tidak ada pilihan, dulu saya sopir ambulans, sudah terbiasa bertugas larut malam.” Saya menghela napas lega: “Ternyata petugas medis, maaf-maaf. Lalu kenapa akhirnya beralih ke Didi?” Sopir berbalik, menunjukkan sebaris gigi putih: “Karena kemudian saya sadar, daripada menyelamatkan orang, saya lebih suka langsung mengantar orang ke tujuan. Ngomong-ngomong, yang kamu sebutkan tadi pintu utara pemakaman, mau masuk dari depan atau dari samping?” Saya hampir berteriak, dia tiba-tiba tertawa: “Bercanda! Maksud saya, pintu utara sekarang sedang diperbaiki, harus mutar, harus bayar lebih.”🥲
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tengah malam naik taksi pulang ke rumah, sopirnya diam saja dan wajahnya pucat seperti kertas.
Saya merasa agak gugup, mencoba mengobrol: “Pak, ini malam-malam keluar jalan, tidak capek ya?”
Sopir menjawab pelan: “Aduh, tidak ada pilihan, dulu saya sopir ambulans, sudah terbiasa bertugas larut malam.”
Saya menghela napas lega: “Ternyata petugas medis, maaf-maaf. Lalu kenapa akhirnya beralih ke Didi?”
Sopir berbalik, menunjukkan sebaris gigi putih:
“Karena kemudian saya sadar, daripada menyelamatkan orang, saya lebih suka langsung mengantar orang ke tujuan. Ngomong-ngomong, yang kamu sebutkan tadi pintu utara pemakaman, mau masuk dari depan atau dari samping?”
Saya hampir berteriak, dia tiba-tiba tertawa:
“Bercanda! Maksud saya, pintu utara sekarang sedang diperbaiki, harus mutar, harus bayar lebih.”🥲