Geopolitik yang kabur di Asia Timur: konflik baru seputar Dokdo

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Keluaran terbaru dari bidang geopolitik di Asia Pasifik membawa ketegangan hubungan antara Korea Selatan dan Jepang. Pada 22 Februari, situasi memanas setelah Jepang mengadakan acara “Hari Takeshima” di Prefektur Shimane, yang memicu respons keras dari Seoul. Insiden ini mencerminkan sengketa wilayah kronis yang secara jangka panjang mempengaruhi dinamika hubungan regional di salah satu zona geopolitik terpenting di dunia.

Protes resmi dan argumen hukum Korea Selatan

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan merespons dengan protes keras, menuntut penghentian segera acara tersebut. Seoul menegaskan bahwa pulau Dokdo (dalam terminologi Jepang Takeshima) merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayahnya berdasarkan sejarah, geografis, dan terutama norma hukum internasional. Menurut pernyataan resmi juru bicara kementerian Korea Selatan, tidak ada ruang untuk meragukan kedaulatan mereka atas wilayah tersebut dan mereka mendesak Tokyo untuk meninggalkan klaim sepihak dan tidak beralasan.

Konteks historis dan aspek geografis sengketa

Konflik tentang pulau Dokdo/Takeshima bukanlah hal baru dalam hubungan bilateral. Pulau ini terletak di Laut Jepang dan selama beberapa dekade menjadi sumber ketegangan serius. Korea Selatan memastikan kepemilikannya melalui kehadiran fisik—pasukan polisi yang kuat ditempatkan di wilayah tersebut, yang secara de facto meningkatkan kredibilitas klaim Korea. Pendekatan ini secara reflektif menunjukkan bahwa sengketa geopolitik di Asia tidak hanya diselesaikan melalui diplomasi, tetapi juga melalui kontrol fisik atas wilayah.

Dampak terhadap stabilitas regional dan masa depan hubungan

Serangkaian aksi Jepang terkait Takeshima menciptakan beban permanen bagi hubungan Tokyo dan Seoul. Kedua negara adalah pemain kunci di kawasan dan sengketa internal mereka mempengaruhi arsitektur keamanan yang lebih luas di Asia Timur. Konflik ini melampaui batas sengketa bilateral dan menjadi bagian dari permainan geopolitik yang lebih kompleks, di mana kepentingan kekuatan besar, pakta keamanan, dan tatanan hukum internasional saling terkait. Tanpa penyelesaian luka lama ini, isu teritorial Dokdo akan tetap menjadi sumber ketegangan permanen di kawasan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский язык
  • Français
  • Deutsch
  • Português (Portugal)
  • ภาษาไทย
  • Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)