Belakangan ini Korea Selatan tengah memperkuat protokol keamanan terkait aset kripto setelah insiden pencurian melalui phishing. Jaksa Korea Selatan melaporkan berhasil memulihkan dana Bitcoin senilai $22 juta yang sebelumnya dirampas dari dompet yang disita pemerintah. Investigasi menunjukkan bahwa petugas berwenang secara tidak sengaja menggunakan pemeriksa dompet online palsu, membuka celah bagi para peretas untuk mengakses lima dompet dingin sekaligus.
Mekanisme Serangan dan Kerugian yang Terjadi
Insiden ini bermula dari kelalaian penggunaan tools verifikasi dompet yang telah dikompromikan oleh pihak bersalah. Menurut analisis dari NS3.AI, serangan phishing jenis ini merupakan salah satu taktik canggih dalam kejahatan dunia maya yang menargetkan infrastruktur penyimpanan aset kripto. Para penjahat berhasil menguras kelima dompet penyimpanan tersebut sebelum keamanan dapat diperkuat, mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan bagi negara.
Tindakan Pemulihan dan Langkah Pencegahan Nasional
Respons cepat dari aparat Korea Selatan membuahkan hasil dengan pemulihan total dana sebesar $22 juta dalam bentuk Bitcoin. Seiring dengan meningkatnya ancaman kejahatan yang berkaitan dengan aset digital, pemerintah telah memerintahkan audit menyeluruh terhadap semua dompet dingin milik negara untuk memastikan keamanan yang lebih ketat. Langkah preventif ini bertujuan menghindari kerugian serupa di masa depan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap manajemen aset kripto pemerintah. Upaya Korea Selatan ini menjadi sinyal penting bahwa keamanan siber dalam industri kripto memerlukan perhatian khusus dan pengawasan berkelanjutan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jaksa Korea Selatan Berhasil Pulihkan $22 Juta Bitcoin dari Serangan Phishing
Belakangan ini Korea Selatan tengah memperkuat protokol keamanan terkait aset kripto setelah insiden pencurian melalui phishing. Jaksa Korea Selatan melaporkan berhasil memulihkan dana Bitcoin senilai $22 juta yang sebelumnya dirampas dari dompet yang disita pemerintah. Investigasi menunjukkan bahwa petugas berwenang secara tidak sengaja menggunakan pemeriksa dompet online palsu, membuka celah bagi para peretas untuk mengakses lima dompet dingin sekaligus.
Mekanisme Serangan dan Kerugian yang Terjadi
Insiden ini bermula dari kelalaian penggunaan tools verifikasi dompet yang telah dikompromikan oleh pihak bersalah. Menurut analisis dari NS3.AI, serangan phishing jenis ini merupakan salah satu taktik canggih dalam kejahatan dunia maya yang menargetkan infrastruktur penyimpanan aset kripto. Para penjahat berhasil menguras kelima dompet penyimpanan tersebut sebelum keamanan dapat diperkuat, mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan bagi negara.
Tindakan Pemulihan dan Langkah Pencegahan Nasional
Respons cepat dari aparat Korea Selatan membuahkan hasil dengan pemulihan total dana sebesar $22 juta dalam bentuk Bitcoin. Seiring dengan meningkatnya ancaman kejahatan yang berkaitan dengan aset digital, pemerintah telah memerintahkan audit menyeluruh terhadap semua dompet dingin milik negara untuk memastikan keamanan yang lebih ketat. Langkah preventif ini bertujuan menghindari kerugian serupa di masa depan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap manajemen aset kripto pemerintah. Upaya Korea Selatan ini menjadi sinyal penting bahwa keamanan siber dalam industri kripto memerlukan perhatian khusus dan pengawasan berkelanjutan.