Pada 27 Februari, dilaporkan bahwa perusahaan fintech Block terjebak dalam pusaran opini publik karena PHK skala besar dan pengeluaran aktivitas yang tinggi. Menurut laporan, CEO Jack Dorsey mengadakan acara perusahaan offline di Oakland pada September 2025, dan festival musik tiga hari itu menelan biaya sekitar $68.1 juta, dengan skala biaya total gaji tahunan hampir 200 karyawan. Namun, hanya lima bulan kemudian, perusahaan memberhentikan sekitar 40% karyawannya, menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola perusahaan dan pengambilan keputusan keuangan.
Acara tersebut mengundang Jay-Z, Anderson. Paak, T-Pain, dan Soulja Boy naik ke atas panggung, dengan sekitar 8.000 karyawan berpartisipasi. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan bahwa biaya umum dan administrasi meningkat sebesar $68,1 juta untuk kuartal tersebut. Di platform sosial, banyak suara menggambarkan langkah itu sebagai keputusan yang tidak seimbang, terutama dalam konteks PHK berikutnya, yang bahkan lebih kontras.
Menanggapi PHK, Dorsey mengatakan perusahaan menghadapi pilihan strategis: perampingan batch atau restrukturisasi pada satu waktu, dan akhirnya memilih yang terakhir untuk mempercepat transformasi. Dalam surat internalnya, ia mengemukakan gagasan “100 orang + kecerdasan buatan = 1.000 orang”, menekankan penggunaan AI dan tim datar untuk mempromosikan lompatan efisiensi. Wall Street merespons dengan cepat, dan harga saham perusahaan naik sekitar 20% dalam waktu singkat, meningkatkan nilai pasarnya sekitar $6 miliar.
Namun, “PHK yang didorong oleh AI” juga telah dipertanyakan. Sam Altman telah menunjukkan bahwa beberapa perusahaan mengemas rencana PHK yang ditetapkan sebagai peningkatan kecerdasan buatan, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “AI whitewashing”. Di sisi lain, Balaji Srinivasan percaya bahwa tim kecil yang dikombinasikan dengan alat otomatisasi dapat menjadi paradigma baru dalam industri teknologi.
Perlu dicatat bahwa Block memberikan gaji 20 minggu, asuransi kesehatan 6 bulan, ekuitas, dan tunjangan transisi $5,000, yang relatif murah hati dalam kompensasi PHK untuk perusahaan teknologi. Diskusi seputar “Block PHK dan transformasi AI” berlanjut, dengan fokus pada keseimbangan antara budaya perusahaan, ekspektasi pasar modal, dan tanggung jawab operasional jangka panjang.