Pasar logam mulia global mengalami dinamika luar biasa pada tahun 2025 dan 2026. Saat emas mencapai rekor tertinggi baru, platinum mengalami perkembangan yang bahkan lebih dramatis. Mulai pertengahan 2025, harga platinum melonjak dari di bawah 1.000 USD menjadi sempat mencapai 2.925 USD per ons finen – kenaikan lebih dari 200%. Ledakan harga ini bukan sekadar fenomena spekulatif, melainkan didorong oleh faktor fundamental: meningkatnya penggunaan dalam teknologi masa depan seperti sel bahan bakar dan hidrogen hijau, serta kekurangan pasokan struktural menjadi dasar pergerakan pasar ini.
Berbeda dengan emas yang terutama berfungsi sebagai penyimpan nilai, platinum memiliki sifat ganda. Logam ini tidak hanya sebagai aset investasi, tetapi juga bahan industri penting dengan berbagai aplikasi. Keunikan ini menjelaskan peluang kenaikan harga yang lebih tinggi sekaligus volatilitas yang lebih besar. Bagi investor, pertanyaannya adalah: Apakah platinum menarik sebagai diversifikasi portofolio, dan aplikasi apa yang membenarkan penilaian saat ini?
Penggunaan platinum dalam industri dan teknologi masa depan
Secara historis, platinum adalah logam mulia paling berharga selama waktu yang lama. Sejak paten proses Ostwald pada tahun 1902, logam ini memainkan peran kunci dalam industri kimia dan kemudian otomotif. Namun, makna platinum saat ini jauh melampaui aplikasi tradisional.
Industri otomotif sebagai tulang punggung permintaan platinum: Penggunaan klasiknya adalah dalam katalisator diesel dan mesin bensin. Aplikasi ini dulu menyumbang sekitar 40% dari permintaan platinum. Dengan penurunan penggunaan mesin diesel, porsi ini menurun, tetapi sebagian stabil berkat teknologi mesin baru. Untuk 2026, World Platinum Investment Council (WPIC) memperkirakan permintaan otomotif sekitar 2.915 ons kilo, turun 3%.
Ekonomi hidrogen sebagai pendorong pertumbuhan: Penggunaan dalam sel bahan bakar dan elektroliser untuk hidrogen hijau adalah prospek utama masa depan. WPIC memperkirakan kebutuhan platinum tambahan sekitar 875.000 hingga 900.000 ons hingga 2030 dari teknologi ini. Meski ada penundaan pengembangan hidrogen, aplikasi ini akan menjadi pendorong permintaan penting dalam jangka menengah.
Aplikasi industri dan medis: Selain mobilitas, platinum digunakan dalam proses katalitik kaca, kedokteran gigi, implan bedah, dan industri kimia. Produksi kaca diperkirakan akan tumbuh pada 2026, menyeimbangkan penurunan moderat di segmen lain. Penggunaan platinum dalam teknologi laboratorium dan instrumen ilmiah tetap stabil.
Keanekaragaman aplikasi ini secara fundamental membedakan platinum dari emas dan menjelaskan mengapa logam ini, meskipun langka, selama lama lebih murah daripada emas. Kombinasi permintaan industri dan investasi menciptakan dinamika pasar yang kompleks.
Perkembangan harga dan struktur pasar: dari stagnasi ke reli
Perbandingan kinerja 10 tahun menunjukkan kontras antara emas dan platinum. Emas naik dari sekitar 1.125 USD (Februari 2016) ke sekitar 4.850 USD (Februari 2026), kenaikan 331%, sementara harga platinum lama stagnan. Baru mulai Juni 2025, pergerakan ini mempercepat.
Alasan reli terbaru ini beragam:
Kekurangan pasokan struktural: Afrika Selatan memproduksi sekitar 70-80% dari platinum dunia. Produksi tambang di sana turun 5% pada 2025, mencapai level terendah dalam lima tahun. Defisit struktural sekitar 692.000 ons di 2025 menyebabkan kekurangan fisik ekstrem, terlihat dari tingginya tingkat sewa dan backwardation di pasar OTC London.
Ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar AS: Konflik dagang, tarif AS, dan ketegangan AS-Iran memperkuat pelarian ke komoditas. Dolar AS yang lebih lemah membuat platinum yang dihitung dalam USD lebih menarik bagi pembeli internasional.
Efek spillover dari emas: Setelah reli ekstrem harga emas, investor mencari alternatif logam mulia yang lebih murah. Platinum, sebagai alternatif langka dan menjanjikan, mendapat manfaat besar dari efek ini.
Arus masuk ETF dan permintaan investasi: Investasi dalam batangan dan koin platinum meningkat 47% di 2025. Aliran dana institusional ini, ditambah likuiditas pasar yang rendah (sekitar 73.500 kontrak NYMEX yang belum jatuh tempo), memperkuat pergerakan harga.
Awal 2026, setelah mencapai puncak 2.925 USD (26 Januari 2026), terjadi koreksi tajam lebih dari 35% ke 1.882 USD dalam enam hari perdagangan. Volatilitas ini menegaskan kurangnya likuiditas pasar platinum. Sebagai perbandingan, pasar emas memiliki open interest lebih dari 200 miliar USD.
Prospek pasar 2026 dan seterusnya
Proyeksi WPIC untuk 2026 menunjukkan gambaran yang berbeda. Setelah tahun defisit 2025, pasar diperkirakan hampir seimbang dengan surplus kecil sekitar 20.000 ons. Total pasokan diperkirakan naik sekitar 4% menjadi 7.404 koz, sementara produksi tambang naik 2% menjadi 5.622 koz. Pasokan daur ulang bisa meningkat sekitar 10%, karena harga yang lebih tinggi mendorong penggunaan katalis mobil tua dan limbah perhiasan.
Permintaan diperkirakan turun 6% di 2026, terutama karena penurunan 52% di sektor investasi. WPIC memperkirakan, dengan melemahnya ketegangan perdagangan dan pengurangan stok di CME, akan terjadi arus keluar bersih. Investor ETF mungkin merealisasikan keuntungan pada harga saat ini.
Namun, penting dicatat: WPIC memperkirakan defisit platinum akan kembali minimal hingga 2029. Stok di atas tanah bisa berkurang secara signifikan hingga akhir dekade, memberikan perlindungan harga jangka panjang meskipun volatilitas di 2026 tetap tinggi.
Opini analis berbeda-beda:
Heraeus Precious Metals: 1.300–1.800 USD
Bank of America Securities Global Research: 2.450 USD
Commerzbank: 1.800 USD
Rentang ini menunjukkan ketidakpastian pasar saat ini.
Strategi investasi dan pendekatan risiko
Bagi berbagai tipe investor, ada pendekatan berbeda terhadap platinum:
Untuk trader aktif: Volatilitas memberi peluang trading. Strategi yang umum adalah mengikuti tren dengan moving average (MA) 10 periode dan 30 periode. Sinyal beli muncul saat MA cepat menembus MA lambat dari bawah ke atas, idealnya dengan leverage sekitar 5x. Posisi ditutup saat MA cepat menembus MA lambat dari atas ke bawah.
Manajemen risiko sangat penting: jangan risiko lebih dari 1-2% dari total modal per posisi. Contoh: dengan modal 10.000 EUR dan risiko 1% (100 EUR), dengan stop-loss 2% di bawah harga masuk dan leverage 5x, posisi maksimal sekitar 1.000 EUR. Perlu diingat, karena pasar platinum kurang likuid, risiko slippage dan gap harus diperhitungkan.
Instrumen yang cocok termasuk CFD, futures, dan opsi. CFD memungkinkan partisipasi dengan modal kecil dan leverage. Platform seperti Mitrade menawarkan transparansi dan antarmuka ramah pengguna untuk spekulasi ini.
Untuk investor konservatif: Platinum sebagai diversifikasi portofolio bisa masuk akal, karena memiliki dinamika penawaran dan permintaan sendiri dan terkadang bergerak berlawanan dengan saham. Ini memberi manfaat diversifikasi, terutama sebagai lindung nilai terhadap portofolio saham AS. Format yang cocok adalah ETC/ETF platinum, platinum fisik, atau saham perusahaan tambang platinum.
Proporsi dalam portofolio harus disesuaikan secara individual, tetapi harus mempertimbangkan volatilitas tinggi platinum. Kombinasi dengan logam mulia lain dan rebalancing rutin disarankan.
Platinum vs emas: Apa bedanya?
Emas tetap menjadi logam mulia utama untuk perlindungan inflasi dan penyimpan nilai. Likuiditasnya jauh lebih tinggi, volatilitas jauh lebih rendah. Platinum lebih langka, tetapi memiliki peran ganda: sebagian sebagai komoditas konsumsi (karena penggunaan industri) dan sebagian sebagai penyimpan nilai.
Dualitas ini adalah pedang bermata dua. Dalam fase ekonomi berkembang, platinum bisa mendapat manfaat lebih besar dari peningkatan permintaan industri. Dalam resesi, permintaan bisa anjlok lebih cepat dibanding emas. Rasio platinum terhadap emas sejak 2011 di bawah 1 (platinum lebih murah dari emas) adalah hal yang tidak biasa mengingat kelangkaan platinum. Sejak reli 2025, rasio ini hanya sedikit membaik: awal 2026, emas masih sekitar 2.700 USD lebih tinggi per ons finen dibanding platinum.
Salah satu alasan undervaluasi historis adalah melemahnya industri otomotif dan penurunan diesel. Dengan munculnya teknologi sel bahan bakar dan ekonomi hidrogen, tren ini bisa berubah. Penggunaan industri di teknologi masa depan bisa menilai ulang platinum secara jangka panjang.
Pertanyaan umum
Haruskah saya berinvestasi di platinum daripada emas?
Kedua logam mulia ini punya keunggulan masing-masing. Emas lebih stabil dan perlindungan inflasi. Platinum berpotensi kenaikan jangka panjang lebih tinggi berkat penggunaannya di teknologi masa depan. Tahun 2025 membuktikan ini: platinum naik lebih dari 100% dan sempat mengungguli kinerja emas. Namun, tahun-tahun sebelumnya, platinum sering tertinggal dari emas dan memiliki volatilitas serta risiko yang jauh lebih tinggi. Menambahkan platinum sebagai diversifikasi biasanya lebih bijaksana daripada mengganti seluruh portofolio emas.
Bagaimana berinvestasi melalui derivatif di platinum?
Futures dan opsi memungkinkan spekulasi harga di masa depan. Instrumen ini kompleks dan berisiko tinggi. CFD lebih mudah diakses pemula karena modal kecil dan leverage. Platform informasi membantu memahami risiko dan peluang.
Apa tren harga yang diperkirakan para ahli untuk platinum ke depan?
WPIC memproyeksikan, setelah pasar seimbang 2026, akan kembali defisit minimal hingga 2029. Penggunaan dalam hidrogen dan sel bahan bakar bisa menambah kebutuhan 875.000–900.000 ons hingga 2030. Beberapa analis melihat platinum secara struktural undervalued, sementara yang lain memperkirakan penurunan signifikan di 2026. Volatilitas tinggi dan likuiditas pasar yang rendah menuntut kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang ketat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Platinum sebagai logam kunci: Mengapa penggunaannya dalam teknologi masa depan menarik minat investor
Pasar logam mulia global mengalami dinamika luar biasa pada tahun 2025 dan 2026. Saat emas mencapai rekor tertinggi baru, platinum mengalami perkembangan yang bahkan lebih dramatis. Mulai pertengahan 2025, harga platinum melonjak dari di bawah 1.000 USD menjadi sempat mencapai 2.925 USD per ons finen – kenaikan lebih dari 200%. Ledakan harga ini bukan sekadar fenomena spekulatif, melainkan didorong oleh faktor fundamental: meningkatnya penggunaan dalam teknologi masa depan seperti sel bahan bakar dan hidrogen hijau, serta kekurangan pasokan struktural menjadi dasar pergerakan pasar ini.
Berbeda dengan emas yang terutama berfungsi sebagai penyimpan nilai, platinum memiliki sifat ganda. Logam ini tidak hanya sebagai aset investasi, tetapi juga bahan industri penting dengan berbagai aplikasi. Keunikan ini menjelaskan peluang kenaikan harga yang lebih tinggi sekaligus volatilitas yang lebih besar. Bagi investor, pertanyaannya adalah: Apakah platinum menarik sebagai diversifikasi portofolio, dan aplikasi apa yang membenarkan penilaian saat ini?
Penggunaan platinum dalam industri dan teknologi masa depan
Secara historis, platinum adalah logam mulia paling berharga selama waktu yang lama. Sejak paten proses Ostwald pada tahun 1902, logam ini memainkan peran kunci dalam industri kimia dan kemudian otomotif. Namun, makna platinum saat ini jauh melampaui aplikasi tradisional.
Industri otomotif sebagai tulang punggung permintaan platinum: Penggunaan klasiknya adalah dalam katalisator diesel dan mesin bensin. Aplikasi ini dulu menyumbang sekitar 40% dari permintaan platinum. Dengan penurunan penggunaan mesin diesel, porsi ini menurun, tetapi sebagian stabil berkat teknologi mesin baru. Untuk 2026, World Platinum Investment Council (WPIC) memperkirakan permintaan otomotif sekitar 2.915 ons kilo, turun 3%.
Ekonomi hidrogen sebagai pendorong pertumbuhan: Penggunaan dalam sel bahan bakar dan elektroliser untuk hidrogen hijau adalah prospek utama masa depan. WPIC memperkirakan kebutuhan platinum tambahan sekitar 875.000 hingga 900.000 ons hingga 2030 dari teknologi ini. Meski ada penundaan pengembangan hidrogen, aplikasi ini akan menjadi pendorong permintaan penting dalam jangka menengah.
Aplikasi industri dan medis: Selain mobilitas, platinum digunakan dalam proses katalitik kaca, kedokteran gigi, implan bedah, dan industri kimia. Produksi kaca diperkirakan akan tumbuh pada 2026, menyeimbangkan penurunan moderat di segmen lain. Penggunaan platinum dalam teknologi laboratorium dan instrumen ilmiah tetap stabil.
Keanekaragaman aplikasi ini secara fundamental membedakan platinum dari emas dan menjelaskan mengapa logam ini, meskipun langka, selama lama lebih murah daripada emas. Kombinasi permintaan industri dan investasi menciptakan dinamika pasar yang kompleks.
Perkembangan harga dan struktur pasar: dari stagnasi ke reli
Perbandingan kinerja 10 tahun menunjukkan kontras antara emas dan platinum. Emas naik dari sekitar 1.125 USD (Februari 2016) ke sekitar 4.850 USD (Februari 2026), kenaikan 331%, sementara harga platinum lama stagnan. Baru mulai Juni 2025, pergerakan ini mempercepat.
Alasan reli terbaru ini beragam:
Kekurangan pasokan struktural: Afrika Selatan memproduksi sekitar 70-80% dari platinum dunia. Produksi tambang di sana turun 5% pada 2025, mencapai level terendah dalam lima tahun. Defisit struktural sekitar 692.000 ons di 2025 menyebabkan kekurangan fisik ekstrem, terlihat dari tingginya tingkat sewa dan backwardation di pasar OTC London.
Ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar AS: Konflik dagang, tarif AS, dan ketegangan AS-Iran memperkuat pelarian ke komoditas. Dolar AS yang lebih lemah membuat platinum yang dihitung dalam USD lebih menarik bagi pembeli internasional.
Efek spillover dari emas: Setelah reli ekstrem harga emas, investor mencari alternatif logam mulia yang lebih murah. Platinum, sebagai alternatif langka dan menjanjikan, mendapat manfaat besar dari efek ini.
Arus masuk ETF dan permintaan investasi: Investasi dalam batangan dan koin platinum meningkat 47% di 2025. Aliran dana institusional ini, ditambah likuiditas pasar yang rendah (sekitar 73.500 kontrak NYMEX yang belum jatuh tempo), memperkuat pergerakan harga.
Awal 2026, setelah mencapai puncak 2.925 USD (26 Januari 2026), terjadi koreksi tajam lebih dari 35% ke 1.882 USD dalam enam hari perdagangan. Volatilitas ini menegaskan kurangnya likuiditas pasar platinum. Sebagai perbandingan, pasar emas memiliki open interest lebih dari 200 miliar USD.
Prospek pasar 2026 dan seterusnya
Proyeksi WPIC untuk 2026 menunjukkan gambaran yang berbeda. Setelah tahun defisit 2025, pasar diperkirakan hampir seimbang dengan surplus kecil sekitar 20.000 ons. Total pasokan diperkirakan naik sekitar 4% menjadi 7.404 koz, sementara produksi tambang naik 2% menjadi 5.622 koz. Pasokan daur ulang bisa meningkat sekitar 10%, karena harga yang lebih tinggi mendorong penggunaan katalis mobil tua dan limbah perhiasan.
Permintaan diperkirakan turun 6% di 2026, terutama karena penurunan 52% di sektor investasi. WPIC memperkirakan, dengan melemahnya ketegangan perdagangan dan pengurangan stok di CME, akan terjadi arus keluar bersih. Investor ETF mungkin merealisasikan keuntungan pada harga saat ini.
Namun, penting dicatat: WPIC memperkirakan defisit platinum akan kembali minimal hingga 2029. Stok di atas tanah bisa berkurang secara signifikan hingga akhir dekade, memberikan perlindungan harga jangka panjang meskipun volatilitas di 2026 tetap tinggi.
Opini analis berbeda-beda:
Rentang ini menunjukkan ketidakpastian pasar saat ini.
Strategi investasi dan pendekatan risiko
Bagi berbagai tipe investor, ada pendekatan berbeda terhadap platinum:
Untuk trader aktif: Volatilitas memberi peluang trading. Strategi yang umum adalah mengikuti tren dengan moving average (MA) 10 periode dan 30 periode. Sinyal beli muncul saat MA cepat menembus MA lambat dari bawah ke atas, idealnya dengan leverage sekitar 5x. Posisi ditutup saat MA cepat menembus MA lambat dari atas ke bawah.
Manajemen risiko sangat penting: jangan risiko lebih dari 1-2% dari total modal per posisi. Contoh: dengan modal 10.000 EUR dan risiko 1% (100 EUR), dengan stop-loss 2% di bawah harga masuk dan leverage 5x, posisi maksimal sekitar 1.000 EUR. Perlu diingat, karena pasar platinum kurang likuid, risiko slippage dan gap harus diperhitungkan.
Instrumen yang cocok termasuk CFD, futures, dan opsi. CFD memungkinkan partisipasi dengan modal kecil dan leverage. Platform seperti Mitrade menawarkan transparansi dan antarmuka ramah pengguna untuk spekulasi ini.
Untuk investor konservatif: Platinum sebagai diversifikasi portofolio bisa masuk akal, karena memiliki dinamika penawaran dan permintaan sendiri dan terkadang bergerak berlawanan dengan saham. Ini memberi manfaat diversifikasi, terutama sebagai lindung nilai terhadap portofolio saham AS. Format yang cocok adalah ETC/ETF platinum, platinum fisik, atau saham perusahaan tambang platinum.
Proporsi dalam portofolio harus disesuaikan secara individual, tetapi harus mempertimbangkan volatilitas tinggi platinum. Kombinasi dengan logam mulia lain dan rebalancing rutin disarankan.
Platinum vs emas: Apa bedanya?
Emas tetap menjadi logam mulia utama untuk perlindungan inflasi dan penyimpan nilai. Likuiditasnya jauh lebih tinggi, volatilitas jauh lebih rendah. Platinum lebih langka, tetapi memiliki peran ganda: sebagian sebagai komoditas konsumsi (karena penggunaan industri) dan sebagian sebagai penyimpan nilai.
Dualitas ini adalah pedang bermata dua. Dalam fase ekonomi berkembang, platinum bisa mendapat manfaat lebih besar dari peningkatan permintaan industri. Dalam resesi, permintaan bisa anjlok lebih cepat dibanding emas. Rasio platinum terhadap emas sejak 2011 di bawah 1 (platinum lebih murah dari emas) adalah hal yang tidak biasa mengingat kelangkaan platinum. Sejak reli 2025, rasio ini hanya sedikit membaik: awal 2026, emas masih sekitar 2.700 USD lebih tinggi per ons finen dibanding platinum.
Salah satu alasan undervaluasi historis adalah melemahnya industri otomotif dan penurunan diesel. Dengan munculnya teknologi sel bahan bakar dan ekonomi hidrogen, tren ini bisa berubah. Penggunaan industri di teknologi masa depan bisa menilai ulang platinum secara jangka panjang.
Pertanyaan umum
Haruskah saya berinvestasi di platinum daripada emas?
Kedua logam mulia ini punya keunggulan masing-masing. Emas lebih stabil dan perlindungan inflasi. Platinum berpotensi kenaikan jangka panjang lebih tinggi berkat penggunaannya di teknologi masa depan. Tahun 2025 membuktikan ini: platinum naik lebih dari 100% dan sempat mengungguli kinerja emas. Namun, tahun-tahun sebelumnya, platinum sering tertinggal dari emas dan memiliki volatilitas serta risiko yang jauh lebih tinggi. Menambahkan platinum sebagai diversifikasi biasanya lebih bijaksana daripada mengganti seluruh portofolio emas.
Bagaimana berinvestasi melalui derivatif di platinum?
Futures dan opsi memungkinkan spekulasi harga di masa depan. Instrumen ini kompleks dan berisiko tinggi. CFD lebih mudah diakses pemula karena modal kecil dan leverage. Platform informasi membantu memahami risiko dan peluang.
Apa tren harga yang diperkirakan para ahli untuk platinum ke depan?
WPIC memproyeksikan, setelah pasar seimbang 2026, akan kembali defisit minimal hingga 2029. Penggunaan dalam hidrogen dan sel bahan bakar bisa menambah kebutuhan 875.000–900.000 ons hingga 2030. Beberapa analis melihat platinum secara struktural undervalued, sementara yang lain memperkirakan penurunan signifikan di 2026. Volatilitas tinggi dan likuiditas pasar yang rendah menuntut kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang ketat.