The Federal Reserve plans to inject $55 billion in liquidity into the market next week, and this move has sparked widespread discussion. Some people have directly associated it with a return to QE, and market reactions have been quite enthusiastic.
Namun perlu dilihat secara rasional — operasi kali ini pada dasarnya adalah penambahan likuiditas jangka pendek, yang berbeda secara esensial dari kebijakan pelonggaran kuantitatif besar-besaran setelah krisis keuangan tahun-tahun lalu. Skala, keberlanjutan, dan niat kebijakan semuanya tidak dapat disamakan.
Kembali lagi, pelonggaran likuiditas memang memberikan dukungan langsung terhadap pasar modal. Baik pasar saham tradisional maupun pasar cryptocurrency akan mendapatkan manfaat dari kelimpahan dana pasar. Dalam lingkungan seperti ini, preferensi risiko investor cenderung meningkat, dan keinginan untuk mengalokasikan aset bergejolak tinggi juga akan meningkat.
Bagi para trader yang fokus pada aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya, kondisi likuiditas saat ini patut diamati secara berkelanjutan. Langkah Federal Reserve ini mungkin menjadi petunjuk awal untuk arah pasar selanjutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
550 miliar bukan angka kecil, tapi mungkin terlalu berharap pada kembalinya QE... Keuntungan nyata masih harus dilihat dari langkah-langkah selanjutnya
Lihat AsliBalas0
MetaDreamer
· 7jam yang lalu
55亿美元 terdengar mengesankan, tapi ini benar-benar bukan QE, jangan terjebak oleh akun pemasaran
Likuiditas longgar = dana harus mencari tempat untuk digunakan, pasti akan menguntungkan dunia kripto
Perlu tambahan jangka pendek? Mari kita lihat bagaimana Federal Reserve akan melanjutkan pemotongan
Tunggu reaksi Bitcoin, jika naik itu berarti pasar benar-benar percaya pada skenario ini
The Federal Reserve plans to inject $55 billion in liquidity into the market next week, and this move has sparked widespread discussion. Some people have directly associated it with a return to QE, and market reactions have been quite enthusiastic.
Namun perlu dilihat secara rasional — operasi kali ini pada dasarnya adalah penambahan likuiditas jangka pendek, yang berbeda secara esensial dari kebijakan pelonggaran kuantitatif besar-besaran setelah krisis keuangan tahun-tahun lalu. Skala, keberlanjutan, dan niat kebijakan semuanya tidak dapat disamakan.
Kembali lagi, pelonggaran likuiditas memang memberikan dukungan langsung terhadap pasar modal. Baik pasar saham tradisional maupun pasar cryptocurrency akan mendapatkan manfaat dari kelimpahan dana pasar. Dalam lingkungan seperti ini, preferensi risiko investor cenderung meningkat, dan keinginan untuk mengalokasikan aset bergejolak tinggi juga akan meningkat.
Bagi para trader yang fokus pada aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya, kondisi likuiditas saat ini patut diamati secara berkelanjutan. Langkah Federal Reserve ini mungkin menjadi petunjuk awal untuk arah pasar selanjutnya.