Tahun depan, sebuah proyek blockchain terkenal berencana menyalin pengalaman keuangan yang sesuai regulasi yang mereka temukan di Uni Eropa ke Asia Tenggara, ini cukup menarik. Pasar Asia Tenggara sangat berbeda dari Uni Eropa — kebijakan pengawasan sangat beragam, namun kebutuhan digitalisasi keuangan sangat tinggi, dan ruang untuk tokenisasi aset tradisional sangat besar. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga daya saing inti sekaligus mampu beradaptasi secara fleksibel dengan lingkungan setempat.



Pertama-tama harus melihat regulasi. Di Singapura dan Malaysia, regulasi terhadap aset kripto cukup terbuka, mendukung inovasi teknologi keuangan; sebaliknya di Indonesia dan Thailand, regulasi lebih ketat, dengan banyak pembatasan terhadap transaksi kripto. Ini memaksa pihak proyek harus menyesuaikan strategi sesuai kondisi setempat.

Diketahui mereka menerapkan pendekatan "satu negara satu kebijakan": di tempat yang regulasinya ramah (seperti Singapura), langsung mempromosikan solusi kepatuhan yang matang dan cepat terintegrasi dengan sistem perbankan lokal. Misalnya, mereka sudah terhubung dengan sistem penitipan dana dari DBS Bank, dan meluncurkan solusi tokenisasi aset yang sesuai dengan persyaratan MAS Singapura; di daerah dengan regulasi lebih ketat (seperti Indonesia), mereka mengubah pendekatan, bekerja sama dengan perusahaan fintech lokal, mengembangkan modul "kepatuhan ringan" khusus untuk menurunkan ambang masuk bagi lembaga, dan mengembangkan fitur "pencatatan lokal aset tokenisasi" untuk memenuhi standar setempat.

Pendekatan ini sebenarnya adalah: kekuatan global yang kuat, adaptasi lokal yang fleksibel.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 4
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
WagmiOrRektvip
· 1jam yang lalu
Satu kebijakan satu negara ini, jujur saja, adalah bermain di batas pengawasan, Singapura menikmati kemewahan dan kelezatan, sedangkan Indonesia langsung "ringan dalam kepatuhan"? Rasanya agak menggelitik.
Lihat AsliBalas0
EthSandwichHerovip
· 01-17 08:02
Strategi satu negara satu kebijakan memang benar-benar keras, hanya takut saat pelaksanaan berjalan dengan baik berubah menjadi satu negara satu kejatuhan
Lihat AsliBalas0
WalletAnxietyPatientvip
· 01-17 08:00
Strategi satu negara satu kebijakan memang sangat brilian, ruang pertumbuhan keuangan di Asia Tenggara sangat besar dan liar.
Lihat AsliBalas0
MoonRocketTeamvip
· 01-17 07:46
Kekuatan keras yang global, adaptasi lunak yang lokal, inilah yang benar-benar menjadi pendorong roket, satu kebijakan satu negara langsung menembus atmosfer
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)