Smart contracts sering gagal bukan karena kode yang salah, tetapi karena desain pengalaman pengguna yang buruk.
Pengembang biasanya menghadapi tiga titik gesekan kritis saat go live:
• Kekurangan gas — pengguna sering kekurangan dana yang cukup untuk transaksi, menyebabkan pembatalan langsung • Volatilitas biaya — biaya jaringan yang tidak dapat diprediksi merusak kepercayaan pengguna dan perencanaan ekonomi • Hambatan kemacetan — ruang blok bersama menjadi bottleneck selama permintaan puncak, secara serius menghambat momentum adopsi
Ketika hambatan UX ini muncul, smart contracts saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Infrastruktur itu sendiri perlu berkembang. Solusi layer dan jaringan yang dioptimalkan yang memprioritaskan pengalaman pengguna menjadi sangat penting — bukan tambahan opsional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LidoStakeAddict
· 6jam yang lalu
Ya ampun, biaya gas naik langsung bikin pengguna kabur, kode sekeren apa pun juga nggak ada gunanya
Lihat AsliBalas0
StakeTillRetire
· 6jam yang lalu
Ini adalah inti sebenarnya... Sekalipun kode kontrak sebaik apapun, tidak bisa menyelamatkan pengalaman pengguna yang buruk, benar-benar
Lihat AsliBalas0
ColdWalletGuardian
· 6jam yang lalu
Benar sekali, saya adalah salah satu orang yang menyerah karena biaya gas yang memberatkan, seberapa pun bagus kode-nya.
Lihat AsliBalas0
SchrodingerWallet
· 6jam yang lalu
Singkatnya, teknologi secanggih apa pun tidak ada gunanya jika pengalaman pengguna buruk, tetap saja akan gagal
Lihat AsliBalas0
UncommonNPC
· 7jam yang lalu
Sejujurnya, biaya gas itu sendiri adalah pembunuh sejati, kode sekeren apa pun juga tidak berguna
Smart contracts sering gagal bukan karena kode yang salah, tetapi karena desain pengalaman pengguna yang buruk.
Pengembang biasanya menghadapi tiga titik gesekan kritis saat go live:
• Kekurangan gas — pengguna sering kekurangan dana yang cukup untuk transaksi, menyebabkan pembatalan langsung
• Volatilitas biaya — biaya jaringan yang tidak dapat diprediksi merusak kepercayaan pengguna dan perencanaan ekonomi
• Hambatan kemacetan — ruang blok bersama menjadi bottleneck selama permintaan puncak, secara serius menghambat momentum adopsi
Ketika hambatan UX ini muncul, smart contracts saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Infrastruktur itu sendiri perlu berkembang. Solusi layer dan jaringan yang dioptimalkan yang memprioritaskan pengalaman pengguna menjadi sangat penting — bukan tambahan opsional.