Pengadilan Distrik Selatan New York, Amerika Serikat, baru-baru ini menerima gugatan class action terhadap Bitdeer Technologies Group. Berdasarkan dokumen gugatan, perusahaan tersebut dituduh mengalami kekurangan pengungkapan informasi yang signifikan antara 6 Juni 2024 dan 10 November 2025, melanggar ketentuan terkait Undang-Undang Sekuritas Federal.
Tokoh utama di balik kasus ini adalah Wu Jihan, pendiri dan ketua dewan Bitdeer. Dalam dunia cryptocurrency dan blockchain, Wu Jihan sudah dikenal luas—sebagai salah satu pendiri dan mantan CEO Bitmain, dia pernah memimpin perusahaan produsen mesin penambangan terbesar di dunia ini menuju puncak kesuksesan. Kini, peranannya di Bitdeer kembali menempatkannya di pusat perhatian publik.
Dari sudut pandang pasar, gugatan sekuritas semacam ini memang tidak jarang terjadi di industri tradisional, tetapi di perusahaan cryptocurrency, ini tetap menjadi peristiwa besar. Keutuhan pengungkapan informasi secara langsung berkaitan dengan hak investor dan kepercayaan pasar. Perkembangan selanjutnya dari kasus ini patut terus dipantau oleh industri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AlphaWhisperer
· 21jam yang lalu
Wu Jihan kembali bermasalah, kali ini terkait masalah pengungkapan informasi... sungguh agak di luar nalar
Lihat AsliBalas0
0xOverleveraged
· 21jam yang lalu
Wu Jihan kembali terlibat masalah, bagaimana pun dia selalu saja terjebak dalam situasi sulit ini.
Lihat AsliBalas0
GateUser-ccc36bc5
· 21jam yang lalu
Wu Jihang kali ini kembali bermasalah, lubang pengungkapan informasi harus tetap diisi
Lihat AsliBalas0
ChainWanderingPoet
· 21jam yang lalu
Wu Jihang kembali bermasalah, bagian pengungkapan informasi benar-benar harus lebih diperhatikan.
Pengadilan Distrik Selatan New York, Amerika Serikat, baru-baru ini menerima gugatan class action terhadap Bitdeer Technologies Group. Berdasarkan dokumen gugatan, perusahaan tersebut dituduh mengalami kekurangan pengungkapan informasi yang signifikan antara 6 Juni 2024 dan 10 November 2025, melanggar ketentuan terkait Undang-Undang Sekuritas Federal.
Tokoh utama di balik kasus ini adalah Wu Jihan, pendiri dan ketua dewan Bitdeer. Dalam dunia cryptocurrency dan blockchain, Wu Jihan sudah dikenal luas—sebagai salah satu pendiri dan mantan CEO Bitmain, dia pernah memimpin perusahaan produsen mesin penambangan terbesar di dunia ini menuju puncak kesuksesan. Kini, peranannya di Bitdeer kembali menempatkannya di pusat perhatian publik.
Dari sudut pandang pasar, gugatan sekuritas semacam ini memang tidak jarang terjadi di industri tradisional, tetapi di perusahaan cryptocurrency, ini tetap menjadi peristiwa besar. Keutuhan pengungkapan informasi secara langsung berkaitan dengan hak investor dan kepercayaan pasar. Perkembangan selanjutnya dari kasus ini patut terus dipantau oleh industri.