Dalam komunitas sering terdengar proyek blockchain publik membanggakan TPS mereka yang tinggi, tetapi jarang yang berani menghadapi kenyataan yang memalukan—semakin cepat rantai berjalan, semakin menakutkan tumpukan data historis yang dihasilkan. Data ini (State History) harus disimpan di mana? Dua solusi yang ada secara sederhana adalah: pertama, menyembunyikan penghapusan data lama, seperti usulan EIP-4444 di Ethereum; kedua, menyerahkannya ke penyedia layanan cloud terpusat. Hasilnya? "Node lengkap" yang dulu dianggap penting sudah menjadi pajangan belaka.
Sisi ironisnya adalah, semakin banyak blockchain publik berkinerja tinggi (Solana, Monad, Aptos, dan lain-lain) yang berusaha meningkatkan TPS, tetapi siapa yang menyelesaikan krisis penyimpanan data ini? Tidak ada. Hingga munculnya Walrus.
Jangan remehkan nama Walrus yang terdengar asing, karena ambisinya sebenarnya sangat besar—menjadi "arsip digital terdesentralisasi" untuk seluruh dunia blockchain. Bukan platform penyimpanan yang hanya menyimpan beberapa gambar pengguna, melainkan infrastruktur yang benar-benar mengurangi "beban historis" dari blockchain itu sendiri.
Bayangkan skenario ini: sebuah rantai blockchain membengkak hingga tidak muat di hard disk, node validasi terpaksa hanya menyimpan status terbaru. Pada saat itu, transaksi lama beberapa tahun lalu bisa dikemas menjadi blok data dan disimpan secara permanen di jaringan Walrus sebagai arsip abadi. Keuntungannya jelas—node dapat tetap berjalan dengan "ringan", meningkatkan efisiensi jaringan secara signifikan. Lebih penting lagi, berkat mekanisme kode erasure, setiap node baru yang ingin menelusuri data historis dapat dengan biaya rendah memulihkannya dari pool penyimpanan terdesentralisasi ini.
Ini tidak hanya menyelesaikan masalah skalabilitas blockchain publik, tetapi juga merebut kembali kendali atas data dari tangan penyedia layanan cloud terpusat. Dalam tingkat tertentu, ini adalah potongan puzzle yang telah lama hilang dari Web3.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sudah bilang, TPS tinggi apa gunanya, orang nggak mau ngobrolin soal data yang menumpuk seperti gunung
Lihat AsliBalas0
LiquidationSurvivor
· 22jam yang lalu
Tunggu, soal full node yang jadi pajangan ini sudah lama bikin pusing... Memang angka TPS yang terlihat bagus itu yang penting, kan?
Lihat AsliBalas0
WalletsWatcher
· 22jam yang lalu
Menjadikan node penuh sebagai pajangan, saya sudah lama mengeluh tentang hal ini, sekarang akhirnya ada yang berani menyentuh titik lemah dari si pengecut ini.
Dalam komunitas sering terdengar proyek blockchain publik membanggakan TPS mereka yang tinggi, tetapi jarang yang berani menghadapi kenyataan yang memalukan—semakin cepat rantai berjalan, semakin menakutkan tumpukan data historis yang dihasilkan. Data ini (State History) harus disimpan di mana? Dua solusi yang ada secara sederhana adalah: pertama, menyembunyikan penghapusan data lama, seperti usulan EIP-4444 di Ethereum; kedua, menyerahkannya ke penyedia layanan cloud terpusat. Hasilnya? "Node lengkap" yang dulu dianggap penting sudah menjadi pajangan belaka.
Sisi ironisnya adalah, semakin banyak blockchain publik berkinerja tinggi (Solana, Monad, Aptos, dan lain-lain) yang berusaha meningkatkan TPS, tetapi siapa yang menyelesaikan krisis penyimpanan data ini? Tidak ada. Hingga munculnya Walrus.
Jangan remehkan nama Walrus yang terdengar asing, karena ambisinya sebenarnya sangat besar—menjadi "arsip digital terdesentralisasi" untuk seluruh dunia blockchain. Bukan platform penyimpanan yang hanya menyimpan beberapa gambar pengguna, melainkan infrastruktur yang benar-benar mengurangi "beban historis" dari blockchain itu sendiri.
Bayangkan skenario ini: sebuah rantai blockchain membengkak hingga tidak muat di hard disk, node validasi terpaksa hanya menyimpan status terbaru. Pada saat itu, transaksi lama beberapa tahun lalu bisa dikemas menjadi blok data dan disimpan secara permanen di jaringan Walrus sebagai arsip abadi. Keuntungannya jelas—node dapat tetap berjalan dengan "ringan", meningkatkan efisiensi jaringan secara signifikan. Lebih penting lagi, berkat mekanisme kode erasure, setiap node baru yang ingin menelusuri data historis dapat dengan biaya rendah memulihkannya dari pool penyimpanan terdesentralisasi ini.
Ini tidak hanya menyelesaikan masalah skalabilitas blockchain publik, tetapi juga merebut kembali kendali atas data dari tangan penyedia layanan cloud terpusat. Dalam tingkat tertentu, ini adalah potongan puzzle yang telah lama hilang dari Web3.