Apa itu aset risiko beta tinggi?(Senjata rahasia pasar bullish)💥



Sederhananya, aset risiko beta tinggi adalah aset yang “emosinya” sangat bersemangat, dan pergerakan naik turunnya akan lebih ekstrem dibandingkan indeks pasar secara keseluruhan.

Apa itu nilai Beta?

Nilai Beta (Beta) adalah indikator yang mengukur volatilitas aset, yang memberi tahu Anda ketika pasar secara keseluruhan (misalnya indeks Shanghai-Shenzhen 300) naik atau turun 1%, aset ini kira-kira akan ikut naik atau turun berapa.

- Beta = 1:Volatilitas aset hampir sejalan dengan pasar. Jika pasar naik 10%, aset ini juga naik sekitar 10%.

- Beta > 1:Aset lebih “sensitif” terhadap pasar, naik lebih cepat, tetapi juga turun lebih tajam. Misalnya, aset dengan beta 1,5, jika pasar naik 10%, mungkin naik 15%; tetapi jika pasar turun 10%, mungkin turun 15%.

- Beta < 1:Aset lebih “stabil” dibanding pasar, dengan fluktuasi yang lebih kecil.

Mengapa aset beta tinggi berisiko tinggi?

Risiko tinggi dari aset beta tinggi terutama terletak pada volatilitasnya yang tinggi.

- Pengakselerasi pasar bullish:Saat pasar sedang naik, aset beta tinggi dapat membuat keuntungan Anda lebih besar, hasilnya diperbesar.

- Penguat pasar bearish:Namun, begitu pasar turun, kerugiannya juga akan diperbesar berkali-kali lipat, risiko sangat tinggi.

- Dorongan emosi:Aset semacam ini biasanya terkait erat dengan suasana pasar, tren panas, dan konsep populer, sehingga mudah mengalami “roller coaster” kenaikan dan penurunan yang ekstrem.

Apa saja aset beta tinggi?

- Saham pertumbuhan teknologi:Seperti Tesla, Nvidia, dll., bisnis dan ekspektasi pasar mereka cepat berubah, harga sahamnya sangat fluktuatif.

- ETF sektor populer:Misalnya ETF Bitcoin spot: iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT).

- ETF leverage:Produk ini akan memperbesar fluktuasi indeks, nilai beta biasanya jauh di atas 1.

- Saham kapitalisasi kecil atau perusahaan dengan nilai pasar mikro:Lebih mudah dipengaruhi oleh suasana pasar dan arus dana, volatilitas sangat tinggi. (Misalnya indeks Russell 2000 yang melacak perusahaan kecil di AS)

Apa yang harus diperhatikan saat berinvestasi di aset beta tinggi?

- Pahami risikonya:Beta tinggi tidak sama dengan hasil tinggi, lebih tepat disebut “volatilitas tinggi”. Dalam mengejar hasil yang lebih tinggi, Anda harus siap menanggung risiko kerugian yang lebih besar.

- Alokasi saat pasar bullish:Aset beta tinggi lebih cocok dialokasikan saat pasar sedang bullish atau tren kenaikan yang jelas, untuk memperbesar hasil.

- Jangan ikut-ikutan buta:Ketika melihat aset beta tinggi yang naik cepat, jangan langsung ikut beli. Perlu memahami fundamental dan faktor pendorong di baliknya, agar tidak menjadi “penanggung risiko”.

- Diversifikasi portofolio:Anda bisa menjadikan aset beta tinggi sebagai bagian kecil dari portofolio investasi, untuk meraih keunggulan alfa, sementara sebagian besar dana dialokasikan ke aset stabil dengan beta rendah, untuk menyeimbangkan risiko.

Artikel ini berasal dari AI.
BTC0,35%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)