Bayangkan sebuah skenario ekstrem: suatu hari, seluruh diskusi tentang protokol DeFi terkemuka di seluruh jaringan tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Bukan karena gangguan teknis, bukan karena insiden keamanan, melainkan karena keheningan kolektif. KOL tidak membahas lagi, komunitas tidak bersuara, media pun tidak ada konten. Ini disebut **"kematian meme"**—sebuah lupa kolektif dalam arti psikologi sosial. Tidak ada berita negatif, tidak ada gelombang pesimis, malah yang lebih menakutkan dan sunyi sepi.
Angka TVL masih terlihat, kode kontrak pintar berjalan seperti biasa, tetapi tidak ada yang berinteraksi, tidak ada diskusi. Ini terdengar absurd, tetapi bagi ekosistem DeFi, ini lebih mematikan daripada serangan hacker.
**Mengapa begitu? Karena protokol DeFi pada dasarnya hidup dalam "narasi" manusia.**
Tanpa cerita, tidak ada kehangatan. Tanpa kehangatan, market maker akan perlahan menarik diri dari kolam likuiditas. Volume transaksi di chain menurun, harga token mulai melepas dari patokan. Proposal tata kelola tidak ada yang voting, protokol menjadi seperti mayat berjalan. Token utama (misalnya slisBNB) kehilangan dukungan market making, stablecoin lisUSD menjadi kode mati, hak voting veLISTA menjadi tidak berarti.
Ini mengungkapkan sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan: **Dalam ekosistem yang didorong oleh dopamin ini, dilupakan sama dengan dijatuhi hukuman mati.**
Kadang-kadang, untuk memecahkan kebuntuan ini, protokol bahkan harus memicu kontroversi. Secara aktif memicu fluktuasi sistem, mengusulkan proposal tata kelola yang sangat kontroversial, bahkan melakukan serangan balik—semua ini demi menarik perhatian kembali. Ini bukan teori konspirasi, ini naluri bertahan hidup. Di era di mana perhatian sangat langka, sebuah protokol harus seperti aktor di panggung, terus tampil dan menciptakan topik, jika tidak, akan dilupakan.
Ini adalah dilema yang menyedihkan: protokol bernilai miliaran dolar, akhirnya harus mengandalkan "menciptakan kekacauan" untuk membuktikan bahwa mereka masih hidup. Karena dalam dunia algoritma, tidak diamati sama dengan tidak ada.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
OnchainUndercover
· 11jam yang lalu
Tidak salah, ini adalah protokol Schrödinger di web3, benar-benar lebih merugikan daripada diserang jika tidak dibahas.
Lihat AsliBalas0
PerpetualLonger
· 12jam yang lalu
Sial, ini sama seperti gambaran saya saat ini, memegang penuh LISTA tanpa menjual, menunggu hari kembali modal
Lihat AsliBalas0
SerumSquirrel
· 12jam yang lalu
WTF, logika ini luar biasa, protokol DeFi pada dasarnya adalah bisnis bercerita, jika tidak ada yang mendengarkan, ya benar-benar mati.
Bayangkan sebuah skenario ekstrem: suatu hari, seluruh diskusi tentang protokol DeFi terkemuka di seluruh jaringan tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Bukan karena gangguan teknis, bukan karena insiden keamanan, melainkan karena keheningan kolektif. KOL tidak membahas lagi, komunitas tidak bersuara, media pun tidak ada konten. Ini disebut **"kematian meme"**—sebuah lupa kolektif dalam arti psikologi sosial. Tidak ada berita negatif, tidak ada gelombang pesimis, malah yang lebih menakutkan dan sunyi sepi.
Angka TVL masih terlihat, kode kontrak pintar berjalan seperti biasa, tetapi tidak ada yang berinteraksi, tidak ada diskusi. Ini terdengar absurd, tetapi bagi ekosistem DeFi, ini lebih mematikan daripada serangan hacker.
**Mengapa begitu? Karena protokol DeFi pada dasarnya hidup dalam "narasi" manusia.**
Tanpa cerita, tidak ada kehangatan. Tanpa kehangatan, market maker akan perlahan menarik diri dari kolam likuiditas. Volume transaksi di chain menurun, harga token mulai melepas dari patokan. Proposal tata kelola tidak ada yang voting, protokol menjadi seperti mayat berjalan. Token utama (misalnya slisBNB) kehilangan dukungan market making, stablecoin lisUSD menjadi kode mati, hak voting veLISTA menjadi tidak berarti.
Ini mengungkapkan sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan: **Dalam ekosistem yang didorong oleh dopamin ini, dilupakan sama dengan dijatuhi hukuman mati.**
Kadang-kadang, untuk memecahkan kebuntuan ini, protokol bahkan harus memicu kontroversi. Secara aktif memicu fluktuasi sistem, mengusulkan proposal tata kelola yang sangat kontroversial, bahkan melakukan serangan balik—semua ini demi menarik perhatian kembali. Ini bukan teori konspirasi, ini naluri bertahan hidup. Di era di mana perhatian sangat langka, sebuah protokol harus seperti aktor di panggung, terus tampil dan menciptakan topik, jika tidak, akan dilupakan.
Ini adalah dilema yang menyedihkan: protokol bernilai miliaran dolar, akhirnya harus mengandalkan "menciptakan kekacauan" untuk membuktikan bahwa mereka masih hidup. Karena dalam dunia algoritma, tidak diamati sama dengan tidak ada.