Belakangan ini, dunia keuangan global sedang dihebohkan oleh sebuah kontroversi mengenai independensi bank sentral. Para gubernur bank sentral dari berbagai negara secara langka bersatu mengeluarkan pernyataan bersama, mendukung Ketua Federal Reserve Powell, untuk menghadapi tekanan dari otoritas eksekutif Amerika Serikat. Pernyataan gabungan dengan tingkat formalitas seperti ini biasanya hanya muncul saat krisis keuangan global, dan kali ini dikeluarkan untuk melindungi otoritas seorang pemimpin bank sentral, yang benar-benar mencerminkan kekhawatiran mendalam pasar.
Seberapa penting sebenarnya independensi bank sentral? Gubernur Bank Kanada secara terbuka menyatakan bahwa Powell "menunjukkan tingkat layanan publik tertinggi," dia membiarkan Federal Reserve membuat kebijakan berdasarkan data dan fakta, bukan mengikuti arahan presiden. Pemimpin Bank Eropa dan Bank Sentral Jerman juga secara serempak menegaskan bahwa independensi bank sentral adalah prasyarat untuk stabilitas harga dan kesehatan ekonomi.
Lalu, bagaimana sebenarnya kontroversi ini bermula? Departemen Kehakiman AS mengirimkan surat panggilan grand jury kepada Federal Reserve, bahkan mengancam akan menuntut Powell secara pidana. Alasan formalnya adalah penyelidikan terkait kesaksian di Kongres, tetapi Powell tahu betul—ini sebenarnya adalah tekanan dari otoritas eksekutif melalui jalur hukum, untuk memaksa Federal Reserve berkompromi dalam masalah suku bunga. Powell secara tegas menyatakan bahwa kebijakan suku bunga Federal Reserve didasarkan pada kepentingan publik, bukan untuk menyenangkan individu tertentu. Pendekatan menggunakan ancaman pidana untuk mempengaruhi keputusan bank sentral ini sangat jarang terjadi di negara-negara maju, dan tidak mengherankan jika bank sentral di seluruh dunia akhirnya bersatu mengeluarkan pernyataan bersama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ConsensusDissenter
· 01-16 17:58
Sial, menggunakan ancaman pidana untuk memaksa bank sentral tunduk? Ini sudah era apa, rasanya kekuasaan politik akan mengikis independensi keuangan
Lihat AsliBalas0
AllInAlice
· 01-16 17:49
Sial, menggunakan ancaman pidana untuk memaksa bank sentral mengubah kebijakan? Tindakan ini benar-benar gila, rasanya tatanan keuangan global akan kacau balau
Lihat AsliBalas0
LazyDevMiner
· 01-16 17:44
Sial, memaksa bank sentral dengan ancaman pidana? Cara ini benar-benar gila, bahkan lebih brutal dari dunia kripto
Lihat AsliBalas0
PseudoIntellectual
· 01-16 17:42
Sial, menggunakan ancaman pidana untuk memaksa bank sentral tunduk? Ini benar-benar menunjukkan permainan politik kekuasaan dengan jelas
Belakangan ini, dunia keuangan global sedang dihebohkan oleh sebuah kontroversi mengenai independensi bank sentral. Para gubernur bank sentral dari berbagai negara secara langka bersatu mengeluarkan pernyataan bersama, mendukung Ketua Federal Reserve Powell, untuk menghadapi tekanan dari otoritas eksekutif Amerika Serikat. Pernyataan gabungan dengan tingkat formalitas seperti ini biasanya hanya muncul saat krisis keuangan global, dan kali ini dikeluarkan untuk melindungi otoritas seorang pemimpin bank sentral, yang benar-benar mencerminkan kekhawatiran mendalam pasar.
Seberapa penting sebenarnya independensi bank sentral? Gubernur Bank Kanada secara terbuka menyatakan bahwa Powell "menunjukkan tingkat layanan publik tertinggi," dia membiarkan Federal Reserve membuat kebijakan berdasarkan data dan fakta, bukan mengikuti arahan presiden. Pemimpin Bank Eropa dan Bank Sentral Jerman juga secara serempak menegaskan bahwa independensi bank sentral adalah prasyarat untuk stabilitas harga dan kesehatan ekonomi.
Lalu, bagaimana sebenarnya kontroversi ini bermula? Departemen Kehakiman AS mengirimkan surat panggilan grand jury kepada Federal Reserve, bahkan mengancam akan menuntut Powell secara pidana. Alasan formalnya adalah penyelidikan terkait kesaksian di Kongres, tetapi Powell tahu betul—ini sebenarnya adalah tekanan dari otoritas eksekutif melalui jalur hukum, untuk memaksa Federal Reserve berkompromi dalam masalah suku bunga. Powell secara tegas menyatakan bahwa kebijakan suku bunga Federal Reserve didasarkan pada kepentingan publik, bukan untuk menyenangkan individu tertentu. Pendekatan menggunakan ancaman pidana untuk mempengaruhi keputusan bank sentral ini sangat jarang terjadi di negara-negara maju, dan tidak mengherankan jika bank sentral di seluruh dunia akhirnya bersatu mengeluarkan pernyataan bersama.