## Larry Ellison hari ini: bagaimana pria berusia 81 tahun meraih gelar orang terkaya di dunia di era AI
Tanggal 10 September 2025 menandai momen penting bagi teknologi global. Larry Ellison, yang berusia 81 tahun, tidak hanya menjadi orang terkaya di dunia, tetapi juga membuktikan bahwa raksasa Silicon Valley lama masih tahu cara beradaptasi. Kekayaannya mencapai 393 miliar dolar, melampaui Elon Musk (385 miliar). Ini bukan sekadar akumulasi kekayaan: ini adalah kebangkitan strategis.
Apa yang menyebabkan lonjakan spektakuler ini? Oracle mengumumkan kontrak bernilai ratusan miliar dolar dalam kuartal tersebut, termasuk kolaborasi lima tahun senilai 300 miliar dengan OpenAI. Pasar bereaksi langsung: saham naik lebih dari 40% dalam satu hari, gerakan terbesar sejak 1992. Ellison memahami apa yang masih dicoba banyak orang lain pahami: di era kecerdasan buatan generatif, infrastruktur adalah emas baru.
### Dari programmer tanpa uang menjadi pencipta kerajaan
Kisah Ellison bukanlah salah satu dongeng Silicon Valley biasa. Lahir pada tahun 1944 di Bronx dari seorang ibu berusia 19 tahun, dia ditinggalkan ke bibinya di Chicago saat berusia sembilan bulan. Ayah angkatnya hanyalah pegawai negeri biasa. Ketika diterima di Universitas Illinois, dia meninggalkannya di tahun kedua setelah kematian ibunya. Bahkan dia tidak menyelesaikan universitas di Chicago setelah hanya satu semester.
Tahun-tahun berikutnya Ellison berkeliaran di Amerika: programmer lepas di Chicago, lalu ke Berkeley dengan mobil. "Orang-orang di sana tampak lebih bebas dan lebih pintar," kenang dia kemudian. Transformasi sejati datang di awal tahun 70-an di Ampex Corporation, di mana dia bekerja pada proyek untuk CIA: merancang sistem basis data yang efisien, dengan kode nama "Oracle".
Pada tahun 1977, Ellison dan rekan-rekannya Bob Miner dan Ed Oates menginvestasikan 2.000 dolar (1.200 dari Ellison secara pribadi) untuk mendirikan Software Development Laboratories. Visinya: mengembangkan sistem basis data komersial universal berbasis model relasional. Mereka menamainya langsung "Oracle". Pada tahun 1986, perusahaan ini masuk ke Nasdaq, menjadi bintang di industri perangkat lunak perusahaan.
### Strategi yang menjaga Oracle tetap berkuasa
Ellison bukanlah penemu teknologi revolusioner, tetapi sesuatu yang lebih langka: seorang visioner yang mampu memahami nilai komersial inovasi dan bersedia mempertaruhkan segalanya untuk merebut pasar. Selama lebih dari empat puluh tahun, dia memimpin perusahaan melalui kemenangan dan krisis. Ketika komputasi awan meledak, Oracle tampak tertinggal dibandingkan AWS dan Azure. Namun, Ellison tidak putus asa.
Pada tahun 2025, saat pasar gila terhadap infrastruktur AI, Oracle mengumumkan restrukturisasi besar-besaran: ribuan PHK di sektor perangkat keras dan perangkat lunak tradisional, investasi besar di pusat data dan infrastruktur AI. Strateginya jelas: Oracle bertransformasi dari "perusahaan perangkat lunak bersejarah" menjadi "penyedia utama infrastruktur AI". Ini adalah "kebangkitan terlambat" yang mengejutkan pasar dan menambah kekayaan Ellison lebih dari 100 miliar dolar dalam satu hari.
### Keluarga, kekuasaan, dan visi global
Kekayaan Ellison kini melampaui individu. Putranya, David, mengakuisisi Paramount Global seharga 8 miliar dolar, dengan 6 miliar dari dana keluarga. Sang ayah menguasai teknologi, anaknya menguasai Hollywood: dua generasi membangun kerajaan yang mencakup teknologi dan media. Pada Januari 2025, Ellison muncul di Gedung Putih bersama CEO SoftBank Masayoshi Son dan CEO OpenAI Sam Altman untuk mengumumkan pembangunan jaringan pusat data AI senilai 500 miliar dolar.
Secara politik, Ellison tidak malu-malu. Dia secara rutin membiayai Partai Republik dan merupakan donor besar: 15 juta pada 2022 untuk Super PAC seorang senator, dan pendanaan sebelumnya untuk kampanye presiden.
### Pria: olahraga, kemewahan, dan disiplin
Pada usia 81 tahun, Ellison tampak dua puluh tahun lebih muda dari rekan-rekannya. Rahasianya? Disiplin ekstrem. Pada tahun 90-an dan 2000-an, dia berlatih berjam-jam setiap hari: tidak minum minuman manis, hanya air dan teh hijau, diet ketat. Dia memiliki 98% pulau Lanai di Hawaii, vila di California, dan beberapa yacht paling mewah di dunia.
Kecintaannya terhadap air hampir naluriah. Pada tahun 1992, dia selamat dari kecelakaan selancar yang bisa saja membunuhnya. Tapi itu sama sekali tidak menghentikannya. Kemudian dia semakin mendalami layar. Pada tahun 2013, Oracle Team USA melakukan kebangkitan bersejarah dengan memenangkan America's Cup. Pada 2018, dia mendirikan SailGP, liga katamaran kecepatan tinggi yang saat ini didukung oleh investor seperti aktris Anne Hathaway dan pemain sepak bola Mbappé.
Tenis adalah gairah besar lainnya: dia menghidupkan kembali turnamen Indian Wells, yang sekarang dikenal sebagai "lima Slam".
Pada tahun 2024, Ellison menikahi secara diam-diam Jolin Zhu, wanita keturunan Tiongkok yang 47 tahun lebih muda darinya. Berita ini muncul dari dokumen Universitas Michigan terkait sumbangan bersama. Menurut South China Morning Post, Jolin lahir di Shenyang dan lulus dari Michigan.
### Filantropi menurut caranya sendiri
Pada tahun 2010, Ellison menandatangani "Giving Pledge", berjanji menyumbangkan setidaknya 95% kekayaannya. Berbeda dengan Bill Gates dan Warren Buffett, dia lebih suka bertindak sendiri. "Saya menghargai kesendirian dan tidak ingin dipengaruhi ide orang lain," katanya kepada New York Times.
Pada 2016, dia menyumbang 200 juta ke University of Southern California untuk pusat riset kanker. Baru-baru ini, dia mengumumkan bahwa sebagian kekayaannya akan mendanai Ellison Institute of Technology, yang didirikan bekerja sama dengan Universitas Oxford, untuk penelitian di bidang kedokteran, nutrisi, dan iklim. "Kami ingin merancang generasi baru obat penyelamat nyawa, membangun sistem pertanian berbiaya rendah, dan mengembangkan energi bersih dan efisien," tulisnya di media sosial.
### Larry Ellison hari ini: sebuah legenda yang masih berkembang
Pada usia 81 tahun, Larry Ellison membuktikan lagi mengapa dia tetap menjadi arsitek utama era teknologi. Dari kontrak dengan CIA hingga kerajaan basis data global, dan kini dia meraih posisi terdepan dalam ledakan AI generatif. Kekayaan, kekuasaan, pernikahan, olahraga, filantropi: hidupnya tidak pernah membosankan.
Dia adalah "pemberontak" Silicon Valley: keras kepala, penuh semangat, tidak pernah mau berkompromi. Kebangkitannya ke gelar orang terkaya di dunia bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari strategi bertahun-tahun yang mencapai puncaknya pada saat yang tepat. Dia mungkin tidak mempertahankan gelar itu lama—kekayaan miliarder bersifat fluktuatif—tetapi setidaknya untuk saat ini, Ellison telah menunjukkan bahwa, di era di mana AI sedang membentuk ulang segalanya, para titan lama teknologi masih punya cerita untuk diceritakan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Larry Ellison hari ini: bagaimana pria berusia 81 tahun meraih gelar orang terkaya di dunia di era AI
Tanggal 10 September 2025 menandai momen penting bagi teknologi global. Larry Ellison, yang berusia 81 tahun, tidak hanya menjadi orang terkaya di dunia, tetapi juga membuktikan bahwa raksasa Silicon Valley lama masih tahu cara beradaptasi. Kekayaannya mencapai 393 miliar dolar, melampaui Elon Musk (385 miliar). Ini bukan sekadar akumulasi kekayaan: ini adalah kebangkitan strategis.
Apa yang menyebabkan lonjakan spektakuler ini? Oracle mengumumkan kontrak bernilai ratusan miliar dolar dalam kuartal tersebut, termasuk kolaborasi lima tahun senilai 300 miliar dengan OpenAI. Pasar bereaksi langsung: saham naik lebih dari 40% dalam satu hari, gerakan terbesar sejak 1992. Ellison memahami apa yang masih dicoba banyak orang lain pahami: di era kecerdasan buatan generatif, infrastruktur adalah emas baru.
### Dari programmer tanpa uang menjadi pencipta kerajaan
Kisah Ellison bukanlah salah satu dongeng Silicon Valley biasa. Lahir pada tahun 1944 di Bronx dari seorang ibu berusia 19 tahun, dia ditinggalkan ke bibinya di Chicago saat berusia sembilan bulan. Ayah angkatnya hanyalah pegawai negeri biasa. Ketika diterima di Universitas Illinois, dia meninggalkannya di tahun kedua setelah kematian ibunya. Bahkan dia tidak menyelesaikan universitas di Chicago setelah hanya satu semester.
Tahun-tahun berikutnya Ellison berkeliaran di Amerika: programmer lepas di Chicago, lalu ke Berkeley dengan mobil. "Orang-orang di sana tampak lebih bebas dan lebih pintar," kenang dia kemudian. Transformasi sejati datang di awal tahun 70-an di Ampex Corporation, di mana dia bekerja pada proyek untuk CIA: merancang sistem basis data yang efisien, dengan kode nama "Oracle".
Pada tahun 1977, Ellison dan rekan-rekannya Bob Miner dan Ed Oates menginvestasikan 2.000 dolar (1.200 dari Ellison secara pribadi) untuk mendirikan Software Development Laboratories. Visinya: mengembangkan sistem basis data komersial universal berbasis model relasional. Mereka menamainya langsung "Oracle". Pada tahun 1986, perusahaan ini masuk ke Nasdaq, menjadi bintang di industri perangkat lunak perusahaan.
### Strategi yang menjaga Oracle tetap berkuasa
Ellison bukanlah penemu teknologi revolusioner, tetapi sesuatu yang lebih langka: seorang visioner yang mampu memahami nilai komersial inovasi dan bersedia mempertaruhkan segalanya untuk merebut pasar. Selama lebih dari empat puluh tahun, dia memimpin perusahaan melalui kemenangan dan krisis. Ketika komputasi awan meledak, Oracle tampak tertinggal dibandingkan AWS dan Azure. Namun, Ellison tidak putus asa.
Pada tahun 2025, saat pasar gila terhadap infrastruktur AI, Oracle mengumumkan restrukturisasi besar-besaran: ribuan PHK di sektor perangkat keras dan perangkat lunak tradisional, investasi besar di pusat data dan infrastruktur AI. Strateginya jelas: Oracle bertransformasi dari "perusahaan perangkat lunak bersejarah" menjadi "penyedia utama infrastruktur AI". Ini adalah "kebangkitan terlambat" yang mengejutkan pasar dan menambah kekayaan Ellison lebih dari 100 miliar dolar dalam satu hari.
### Keluarga, kekuasaan, dan visi global
Kekayaan Ellison kini melampaui individu. Putranya, David, mengakuisisi Paramount Global seharga 8 miliar dolar, dengan 6 miliar dari dana keluarga. Sang ayah menguasai teknologi, anaknya menguasai Hollywood: dua generasi membangun kerajaan yang mencakup teknologi dan media. Pada Januari 2025, Ellison muncul di Gedung Putih bersama CEO SoftBank Masayoshi Son dan CEO OpenAI Sam Altman untuk mengumumkan pembangunan jaringan pusat data AI senilai 500 miliar dolar.
Secara politik, Ellison tidak malu-malu. Dia secara rutin membiayai Partai Republik dan merupakan donor besar: 15 juta pada 2022 untuk Super PAC seorang senator, dan pendanaan sebelumnya untuk kampanye presiden.
### Pria: olahraga, kemewahan, dan disiplin
Pada usia 81 tahun, Ellison tampak dua puluh tahun lebih muda dari rekan-rekannya. Rahasianya? Disiplin ekstrem. Pada tahun 90-an dan 2000-an, dia berlatih berjam-jam setiap hari: tidak minum minuman manis, hanya air dan teh hijau, diet ketat. Dia memiliki 98% pulau Lanai di Hawaii, vila di California, dan beberapa yacht paling mewah di dunia.
Kecintaannya terhadap air hampir naluriah. Pada tahun 1992, dia selamat dari kecelakaan selancar yang bisa saja membunuhnya. Tapi itu sama sekali tidak menghentikannya. Kemudian dia semakin mendalami layar. Pada tahun 2013, Oracle Team USA melakukan kebangkitan bersejarah dengan memenangkan America's Cup. Pada 2018, dia mendirikan SailGP, liga katamaran kecepatan tinggi yang saat ini didukung oleh investor seperti aktris Anne Hathaway dan pemain sepak bola Mbappé.
Tenis adalah gairah besar lainnya: dia menghidupkan kembali turnamen Indian Wells, yang sekarang dikenal sebagai "lima Slam".
Pada tahun 2024, Ellison menikahi secara diam-diam Jolin Zhu, wanita keturunan Tiongkok yang 47 tahun lebih muda darinya. Berita ini muncul dari dokumen Universitas Michigan terkait sumbangan bersama. Menurut South China Morning Post, Jolin lahir di Shenyang dan lulus dari Michigan.
### Filantropi menurut caranya sendiri
Pada tahun 2010, Ellison menandatangani "Giving Pledge", berjanji menyumbangkan setidaknya 95% kekayaannya. Berbeda dengan Bill Gates dan Warren Buffett, dia lebih suka bertindak sendiri. "Saya menghargai kesendirian dan tidak ingin dipengaruhi ide orang lain," katanya kepada New York Times.
Pada 2016, dia menyumbang 200 juta ke University of Southern California untuk pusat riset kanker. Baru-baru ini, dia mengumumkan bahwa sebagian kekayaannya akan mendanai Ellison Institute of Technology, yang didirikan bekerja sama dengan Universitas Oxford, untuk penelitian di bidang kedokteran, nutrisi, dan iklim. "Kami ingin merancang generasi baru obat penyelamat nyawa, membangun sistem pertanian berbiaya rendah, dan mengembangkan energi bersih dan efisien," tulisnya di media sosial.
### Larry Ellison hari ini: sebuah legenda yang masih berkembang
Pada usia 81 tahun, Larry Ellison membuktikan lagi mengapa dia tetap menjadi arsitek utama era teknologi. Dari kontrak dengan CIA hingga kerajaan basis data global, dan kini dia meraih posisi terdepan dalam ledakan AI generatif. Kekayaan, kekuasaan, pernikahan, olahraga, filantropi: hidupnya tidak pernah membosankan.
Dia adalah "pemberontak" Silicon Valley: keras kepala, penuh semangat, tidak pernah mau berkompromi. Kebangkitannya ke gelar orang terkaya di dunia bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari strategi bertahun-tahun yang mencapai puncaknya pada saat yang tepat. Dia mungkin tidak mempertahankan gelar itu lama—kekayaan miliarder bersifat fluktuatif—tetapi setidaknya untuk saat ini, Ellison telah menunjukkan bahwa, di era di mana AI sedang membentuk ulang segalanya, para titan lama teknologi masih punya cerita untuk diceritakan.