Analisis saham ALK: Akankah pesanan 105 pesawat baru Boeing dapat membalikkan tren penurunan harga saham?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Current Stock Price dan Pesan Pesanan Mengguncang

Alaska Air Group (ALK) saat ini berkisar di sekitar $50.49, turun tipis sebesar 0.47%. Di hari perdagangan yang tampak tenang ini, maskapai penerbangan dari Seattle ini melemparkan bom besar—mengumumkan kesepakatan pembelian pesawat terbesar dalam sejarah mereka dengan Boeing, namun gagal secara efektif meningkatkan kinerja pasar saham.

Pasar tampaknya sedang menunggu: apakah pesanan besar ini akan menjadi keuntungan jangka panjang bagi Alaska Air, atau sinyal tekanan keuangan jangka pendek?

Skala Pesanan dan Peningkatan Kerja Sama dengan Boeing

Berdasarkan kesepakatan yang diumumkan kedua belah pihak, Alaska Air akan membeli 105 pesawat Boeing 737-10 single-aisle, ditambah 5 pesawat 787 wide-body. Lebih menarik lagi, maskapai ini juga mendapatkan hak opsi pembelian 35 pesawat 737-10, dengan seluruh periode pengiriman hingga tahun 2035.

Penandatanganan pesanan ini membuat total pesanan Alaska Air dan Boeing mencapai 245 pesawat—angka ini cukup mencerminkan kedalaman kerjasama kedua belah pihak, sekaligus menunjukkan kepercayaan kuat Alaska Air terhadap permintaan pasar di masa depan.

Saat ini, armada operasional Alaska Air sudah memiliki 94 pesawat Boeing 737 MAX. Penambahan pesanan baru ini akan menambah kekuatan armada maskapai ini secara signifikan.

Tingkat Armada dan Perencanaan Operasi Baru yang Lebih Tinggi

Rencana ekspansi armada Alaska Air sangat ambisius. Perusahaan berencana dari basis saat ini sebanyak 413 pesawat, hingga tahun 2030 meningkat menjadi lebih dari 475 pesawat, dan melampaui 550 pesawat pada tahun 2035.

Pertumbuhan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga tentang optimisasi struktur. Pesanan ini mencakup pesawat baru yang mendukung pertumbuhan bisnis, serta penggantian pesawat Boeing 737 lama. Pendekatan ini memastikan armada Alaska Air tetap terbaru dan paling hemat energi di industri.

Periode pengiriman yang diperpanjang hingga 2035 memberi Alaska Air jendela perencanaan kapasitas yang stabil. Di tengah tantangan kapasitas dan hambatan rantai pasok industri penerbangan saat ini, komitmen pengiriman jangka panjang ini sangat berharga.

Dukungan Wide-Body 787 untuk Ambisi Internasional

5 pesawat Boeing 787 wide-body yang diperkenalkan memainkan peran kunci dalam strategi ekspansi global Alaska Air. Model jarak jauh ini akan mendukung rencana pertumbuhan internasional “Alaska Accelerate” yang bertujuan memperluas jaringan rute internasional ke Eropa dan Asia dari hub Seattle.

Hingga 2030, Alaska Air berencana menjangkau minimal 12 destinasi internasional jarak jauh di Eropa dan Asia. Pesanan ini akan memperbesar jumlah armada 787 menjadi 17 pesawat, dengan 5 di antaranya sudah beroperasi. Varian 787-10 yang baru akan menawarkan kapasitas kabin lebih besar dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, mendukung kelayakan komersial rute internasional baru ini.

Strategi Merek dan Fleksibilitas Armada

Kerangka pesanan ini menyisakan fleksibilitas taktis. Meskipun fokus pembelian pada 737-10, Alaska Air tetap mempertahankan opsi untuk menyesuaikan model pesawat sesuai perubahan pasar, sehingga mampu mengelola risiko dalam pasar yang fluktuatif.

Dari segi merek, Alaska Air berencana meluncurkan skema livery baru bertema Aurora Borealis untuk pesawat 787-9 pertama, membangun citra merek global. Pesawat narrow-body di jalur Amerika Utara akan terus menampilkan elemen budaya pribumi Alaska, sementara sub-merek Hawaiian Airlines akan fokus pada layanan antar pulau dan jalur Pasifik.

Performa Saham dan Kekhawatiran Ketidaksesuaian dengan Pasar Utama

Meskipun pesanan ini mengirimkan sinyal pertumbuhan yang kuat, performa saham ALK justru mengecewakan. Sejak awal tahun, kenaikan hanya 0.38%, jauh di bawah kenaikan indeks S&P 500 sebesar 1.57%. Dalam satu tahun terakhir, harga saham ALK turun 22.94%, sementara indeks S&P 500 naik 17.67%.

Dalam jangka waktu lebih panjang, imbal hasil tiga tahun adalah 11.51%, tetapi dalam lima tahun malah turun 1.62%, jauh tertinggal dari kenaikan jangka panjang S&P 500.

Ketidaksesuaian antara harga saham dan langkah strategis ini mencerminkan keraguan investor terhadap kemampuan Alaska Air menyeimbangkan ekspansi agresif dan pengelolaan laba. Pasar modal sedang menimbang: apakah pesanan pesawat baru ini akan benar-benar mengubah keuntungan menjadi pertumbuhan yang nyata?

Peluang dan Risiko dari Pesanan Ini

Pesanan besar Boeing ini memang menunjukkan kepercayaan Alaska Air terhadap kebutuhan jangka panjang dan pasar internasional. Pesanan sebanyak 245 pesawat ini cukup menunjukkan tekad ekspansi manajemen. Tapi, pertanyaan utama adalah: akankah kepercayaan ini akhirnya mampu mengubah nilai pemegang saham secara berkelanjutan? Ini akan menjadi fokus utama yang akan diperhatikan investor ALK dalam beberapa tahun ke depan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)