Menurut berita terbaru, JPMorgan memperkirakan aliran dana ke pasar kripto akan terus meningkat hingga tahun 2026, melampaui rekor $130 miliar yang tercatat pada 2025. Prediksi ini mencerminkan kepercayaan lembaga keuangan global terhadap pertumbuhan jangka panjang pasar kripto, sekaligus memberikan referensi penting untuk memahami tren pasar saat ini.
Tingkat Baru Aliran Dana
Pada 2025, pasar kripto menarik masuk dana sebesar $130 miliar, angka ini sendiri sudah mencatat rekor sejarah. Prediksi JPMorgan menunjukkan bahwa tren masuknya dana ini belum mencapai puncaknya, dan kemungkinan akan terus bertambah pada 2026.
Di balik pertumbuhan aliran dana yang berkelanjutan ini, terdapat beberapa fenomena pasar penting:
Peningkatan pengakuan terhadap aset kripto oleh lembaga keuangan tradisional
Meningkatnya keinginan investor institusional untuk mengalokasikan dana ke aset kripto
Dukungan dari lingkungan makroekonomi yang likuiditasnya cukup
Penetapan posisi aset kripto sebagai alat diversifikasi portofolio secara bertahap
Mengapa JPMorgan Optimis tentang 2026
CEO JPMorgan Jamie Dimon dalam rapat laporan keuangan terbaru menyatakan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, konsumen terus berbelanja, dan perusahaan secara umum tetap sehat. Fundamental ekonomi ini menjadi dasar bagi masuknya dana.
Yang lebih penting, JPMorgan memperkirakan bahwa stimulus fiskal dan pelonggaran regulasi akan terus mendukung aktivitas ekonomi. Faktor makro ini biasanya mendorong investor untuk meningkatkan alokasi ke berbagai jenis aset, termasuk kripto.
Dukungan dari Lingkungan Kebijakan
Berdasarkan informasi terbaru, pemerintahan Trump sedang mengeluarkan sinyal untuk mendorong pertumbuhan, dan Wall Street secara umum memperkirakan siklus stimulus ekonomi akan dimulai kembali pada 2026. JPMorgan berpendapat bahwa lingkungan kebijakan ini akan menciptakan ruang untuk perlambatan inflasi, sekaligus membuka peluang untuk stimulus ekonomi lebih lanjut.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan ini biasanya akan mendorong likuiditas mengalir ke aset berisiko, dan kripto sebagai kategori aset berisiko tinggi biasanya akan mendapatkan manfaat dari kondisi likuiditas ini.
Likuiditas Pasar yang Melimpah
Divisi perdagangan JPMorgan baru-baru ini menunjukkan sikap hati-hati terhadap saham AS, namun hal ini justru menunjukkan bahwa pasar sangat memperhatikan likuiditas. Dalam konteks kebijakan bank sentral global yang relatif longgar dan ekspektasi stimulus fiskal yang kuat, motivasi untuk mencari hasil tetap ada.
Faktor Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Perlu dicatat bahwa CFO JPMorgan Jeremy Barnum baru-baru ini memperingatkan bahwa stablecoin berbasis bunga berpotensi membentuk “sistem perbankan paralel yang berbahaya”. Ini menunjukkan bahwa meskipun JPMorgan optimis terhadap aliran dana ke kripto, mereka juga sadar akan risiko industri ini.
Selain itu, JPMorgan telah membatalkan prediksi penurunan suku bunga Federal Reserve pada 2026, dan saat ini memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga lagi pada 2027. Ini menunjukkan bahwa ketidakpastian lingkungan suku bunga dapat mempengaruhi aliran dana.
Pandangan Masa Depan
Berdasarkan prediksi JPMorgan dan kondisi pasar saat ini, aliran dana ke kripto pada 2026 diperkirakan akan terus meningkat. Namun, pertumbuhan ini tidak bersifat linier—mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
Konfirmasi akhir dari arah kebijakan Federal Reserve
Perkembangan situasi geopolitik
Performa data inflasi secara nyata
Sikap regulasi pemerintah terhadap aset kripto
Meskipun JPMorgan memprediksi peningkatan aliran dana, mereka juga menegaskan bahwa pasar mungkin meremehkan risiko potensial. Ini mengingatkan investor bahwa, selain optimisme terhadap tren jangka panjang, mereka harus tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek.
Kesimpulan
JPMorgan memperkirakan aliran dana ke kripto akan melampaui rekor $130 miliar pada 2025, mencerminkan pandangan positif jangka panjang lembaga keuangan global terhadap pasar kripto. Ketahanan ekonomi, ekspektasi stimulus kebijakan, dan likuiditas yang melimpah menjadi faktor utama yang mendukung prediksi ini.
Namun, pergeseran kebijakan Federal Reserve dan risiko stablecoin juga mengingatkan bahwa pertumbuhan pasar kripto tidak tanpa risiko. Bagi investor, penting untuk memahami pandangan lembaga seperti JPMorgan, tetapi yang lebih utama adalah menyadari ketidakpastian yang masih ada di pasar. Pasar kripto tahun 2026 mungkin akan mengalami puncak dana baru, tetapi jalannya tidak akan selalu mulus.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
J.P. Morgan meramalkan aliran dana kripto akan melebihi rekor 130 miliar dolar AS pada tahun 2026
Menurut berita terbaru, JPMorgan memperkirakan aliran dana ke pasar kripto akan terus meningkat hingga tahun 2026, melampaui rekor $130 miliar yang tercatat pada 2025. Prediksi ini mencerminkan kepercayaan lembaga keuangan global terhadap pertumbuhan jangka panjang pasar kripto, sekaligus memberikan referensi penting untuk memahami tren pasar saat ini.
Tingkat Baru Aliran Dana
Pada 2025, pasar kripto menarik masuk dana sebesar $130 miliar, angka ini sendiri sudah mencatat rekor sejarah. Prediksi JPMorgan menunjukkan bahwa tren masuknya dana ini belum mencapai puncaknya, dan kemungkinan akan terus bertambah pada 2026.
Di balik pertumbuhan aliran dana yang berkelanjutan ini, terdapat beberapa fenomena pasar penting:
Mengapa JPMorgan Optimis tentang 2026
CEO JPMorgan Jamie Dimon dalam rapat laporan keuangan terbaru menyatakan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, konsumen terus berbelanja, dan perusahaan secara umum tetap sehat. Fundamental ekonomi ini menjadi dasar bagi masuknya dana.
Yang lebih penting, JPMorgan memperkirakan bahwa stimulus fiskal dan pelonggaran regulasi akan terus mendukung aktivitas ekonomi. Faktor makro ini biasanya mendorong investor untuk meningkatkan alokasi ke berbagai jenis aset, termasuk kripto.
Dukungan dari Lingkungan Kebijakan
Berdasarkan informasi terbaru, pemerintahan Trump sedang mengeluarkan sinyal untuk mendorong pertumbuhan, dan Wall Street secara umum memperkirakan siklus stimulus ekonomi akan dimulai kembali pada 2026. JPMorgan berpendapat bahwa lingkungan kebijakan ini akan menciptakan ruang untuk perlambatan inflasi, sekaligus membuka peluang untuk stimulus ekonomi lebih lanjut.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan ini biasanya akan mendorong likuiditas mengalir ke aset berisiko, dan kripto sebagai kategori aset berisiko tinggi biasanya akan mendapatkan manfaat dari kondisi likuiditas ini.
Likuiditas Pasar yang Melimpah
Divisi perdagangan JPMorgan baru-baru ini menunjukkan sikap hati-hati terhadap saham AS, namun hal ini justru menunjukkan bahwa pasar sangat memperhatikan likuiditas. Dalam konteks kebijakan bank sentral global yang relatif longgar dan ekspektasi stimulus fiskal yang kuat, motivasi untuk mencari hasil tetap ada.
Faktor Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Perlu dicatat bahwa CFO JPMorgan Jeremy Barnum baru-baru ini memperingatkan bahwa stablecoin berbasis bunga berpotensi membentuk “sistem perbankan paralel yang berbahaya”. Ini menunjukkan bahwa meskipun JPMorgan optimis terhadap aliran dana ke kripto, mereka juga sadar akan risiko industri ini.
Selain itu, JPMorgan telah membatalkan prediksi penurunan suku bunga Federal Reserve pada 2026, dan saat ini memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga lagi pada 2027. Ini menunjukkan bahwa ketidakpastian lingkungan suku bunga dapat mempengaruhi aliran dana.
Pandangan Masa Depan
Berdasarkan prediksi JPMorgan dan kondisi pasar saat ini, aliran dana ke kripto pada 2026 diperkirakan akan terus meningkat. Namun, pertumbuhan ini tidak bersifat linier—mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
Meskipun JPMorgan memprediksi peningkatan aliran dana, mereka juga menegaskan bahwa pasar mungkin meremehkan risiko potensial. Ini mengingatkan investor bahwa, selain optimisme terhadap tren jangka panjang, mereka harus tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek.
Kesimpulan
JPMorgan memperkirakan aliran dana ke kripto akan melampaui rekor $130 miliar pada 2025, mencerminkan pandangan positif jangka panjang lembaga keuangan global terhadap pasar kripto. Ketahanan ekonomi, ekspektasi stimulus kebijakan, dan likuiditas yang melimpah menjadi faktor utama yang mendukung prediksi ini.
Namun, pergeseran kebijakan Federal Reserve dan risiko stablecoin juga mengingatkan bahwa pertumbuhan pasar kripto tidak tanpa risiko. Bagi investor, penting untuk memahami pandangan lembaga seperti JPMorgan, tetapi yang lebih utama adalah menyadari ketidakpastian yang masih ada di pasar. Pasar kripto tahun 2026 mungkin akan mengalami puncak dana baru, tetapi jalannya tidak akan selalu mulus.