"别人恐惧我贪婪",kalimat ini terasa sangat ironis saat situasi geopolitik bergolak, tetapi juga sangat tepat sasaran.
Belakangan ini ketegangan geopolitik meningkat, hubungan AS-Iran memanas. Beberapa waktu lalu, nilai tukar dolar AS terhadap rial Iran langsung melonjak ke 1:1000055, kecepatan depresiasi rial seperti penurunan harga koin scam yang gila. Kotak pesan saya hari itu langsung penuh, banyak teman bertanya apakah harus segera keluar.
Saya ingin mengatakan secara jujur: gelombang fluktuasi ini terlihat seperti pelepasan risiko, tetapi bukan pertanda kehancuran. Untuk memahami logika ini, kita harus kembali ke garis utama pemilihan umum tengah tahun di AS.
**Bagaimana konflik geopolitik mengguncang pasar kripto**
Membaca sejarah akan mengerti. Pada Januari 2020, ketika drone AS menembak tinggi pejabat Iran, pasar global bergejolak, tetapi Bitcoin malah naik sekitar 5% dalam beberapa hari perdagangan berikutnya. Saat itu ada yang menunjukkan bahwa ketidakstabilan geopolitik akan mendorong lebih banyak orang beralih ke aset kripto sebagai tempat berlindung.
Lanjut ke Juni 2025, setelah militer AS menyerang fasilitas nuklir Iran, Bitcoin sempat turun dari 102.000 dolar menjadi 99.843 dolar, total kapitalisasi pasar menyusut 4,4%, dan jumlah likuidasi harian melonjak ke 701 juta dolar. Terlihat menakutkan, tetapi sebenarnya kepanikan hanya berlangsung satu hari, pasar langsung rebound.
Logika di balik ini cukup jelas: guncangan jangka pendek akan memicu penjualan panik, tetapi dalam jangka menengah dan panjang, jika pasar keuangan tradisional bergejolak, dana pasti mencari alternatif, dan nilai Bitcoin sebagai "aset lindung nilai digital" akan berulang kali terbukti dalam situasi ini.
**Sentimen pasar sudah mencapai titik terendah, tetapi arus bawah mengumpul**
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
"别人恐惧我贪婪",kalimat ini terasa sangat ironis saat situasi geopolitik bergolak, tetapi juga sangat tepat sasaran.
Belakangan ini ketegangan geopolitik meningkat, hubungan AS-Iran memanas. Beberapa waktu lalu, nilai tukar dolar AS terhadap rial Iran langsung melonjak ke 1:1000055, kecepatan depresiasi rial seperti penurunan harga koin scam yang gila. Kotak pesan saya hari itu langsung penuh, banyak teman bertanya apakah harus segera keluar.
Saya ingin mengatakan secara jujur: gelombang fluktuasi ini terlihat seperti pelepasan risiko, tetapi bukan pertanda kehancuran. Untuk memahami logika ini, kita harus kembali ke garis utama pemilihan umum tengah tahun di AS.
**Bagaimana konflik geopolitik mengguncang pasar kripto**
Membaca sejarah akan mengerti. Pada Januari 2020, ketika drone AS menembak tinggi pejabat Iran, pasar global bergejolak, tetapi Bitcoin malah naik sekitar 5% dalam beberapa hari perdagangan berikutnya. Saat itu ada yang menunjukkan bahwa ketidakstabilan geopolitik akan mendorong lebih banyak orang beralih ke aset kripto sebagai tempat berlindung.
Lanjut ke Juni 2025, setelah militer AS menyerang fasilitas nuklir Iran, Bitcoin sempat turun dari 102.000 dolar menjadi 99.843 dolar, total kapitalisasi pasar menyusut 4,4%, dan jumlah likuidasi harian melonjak ke 701 juta dolar. Terlihat menakutkan, tetapi sebenarnya kepanikan hanya berlangsung satu hari, pasar langsung rebound.
Logika di balik ini cukup jelas: guncangan jangka pendek akan memicu penjualan panik, tetapi dalam jangka menengah dan panjang, jika pasar keuangan tradisional bergejolak, dana pasti mencari alternatif, dan nilai Bitcoin sebagai "aset lindung nilai digital" akan berulang kali terbukti dalam situasi ini.
**Sentimen pasar sudah mencapai titik terendah, tetapi arus bawah mengumpul**
Hingga awal November 2025...