Belakangan ini melihat sebuah fenomena menarik: aplikasi AI sedang mengalami iterasi dan peningkatan secara kolektif. Dulu, model besar yang hanya mampu "mengobrol" mulai benar-benar terlibat dalam kehidupan nyata.
Melihat produk seperti Qianwen, logika strategis di baliknya sangat jelas. Dari segi penempatan, ini tidak lagi sekadar alat percakapan, melainkan bertujuan menjadi asisten AI yang dapat langsung membantu Anda menyelesaikan tugas. Titik balik utama terletak pada integrasi mendalam di tingkat sistem—menghubungkan layanan nyata seperti peta, pemesanan tiket, belanja, kesehatan, dan lain-lain, sehingga AI tidak hanya memberi saran, tetapi juga dapat langsung memanggil layanan nyata.
Ini mencerminkan peningkatan kesadaran seluruh industri. Semakin banyak orang menyadari bahwa percakapan berbasis teks murni bukanlah inti dari kompetisi. Di mana sebenarnya hambatannya? Terletak pada kemampuan untuk melampaui berbagai skenario dan secara praktis menjalankan tugas dalam alur kerja. Dengan kata lain, dari "Saya beri kamu jawaban" ke "Saya bantu kamu menyelesaikan ini", ini adalah dua tingkat yang benar-benar berbeda.
Mengapa ini begitu penting? Bayangkan bagaimana pengalaman pengguna akan berubah. Dulu mungkin perlu beralih bolak-balik antar beberapa aplikasi—membuka satu untuk mencari informasi, membuka yang lain untuk melakukan pemesanan—sekarang jika semua keputusan dan proses konsumsi dapat diselesaikan melalui satu antarmuka, maka seluruh logika akan dirombak.
Dari sudut pandang bisnis, integrasi ini mencerminkan sebuah mode kompetisi baru. Kemampuan "otak" AI tidak lagi langka, yang penting adalah siapa yang menguasai ekosistem layanan yang sudah ada dan pintu masuk trafik. Ini seperti memasang "tangan dan kaki" pada AI—memiliki kemampuan berpikir sekaligus mampu bertindak langsung. Siklus tertutup ini, dari pembuatan informasi hingga penyelesaian tugas, adalah jalan wajib menuju aplikasi fenomenal berikutnya yang akan mencapai skala dan monetisasi secara massal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
InfraVibes
· 01-14 18:54
Singkatnya, AI harus memiliki tangan dan kaki agar bisa bekerja, hanya mengobrol saja sudah ketinggalan zaman.
Lihat AsliBalas0
ShortingEnthusiast
· 01-14 18:48
Singkatnya, ini tentang merebut pintu masuk ekosistem, siapa yang terlebih dahulu menghubungkan jalur layanan, dia yang akan menang.
Lihat AsliBalas0
BrokenYield
· 01-14 18:48
lol here we go again... "AI with hands and feet" - ngl ini hanya penguncian ekosistem dengan langkah tambahan. ya tentu, qwen mengintegrasikan peta dan belanja, tapi siapa yang benar-benar menang di sini? platform yang mengendalikan kolam likuiditas, jelas. pernah menonton film ini sebelumnya, 2017, ticker yang berbeda.
Lihat AsliBalas0
MonkeySeeMonkeyDo
· 01-14 18:47
Pada akhirnya, ini tetap tentang integrasi ekosistem. Siapa yang terlebih dahulu menghubungkan layanan, dia yang akan menang.
Lihat AsliBalas0
WalletDetective
· 01-14 18:34
Ini adalah titik balik jalur, siapa yang benar-benar dapat menyelesaikan siklus tertutup akan menang
Belakangan ini melihat sebuah fenomena menarik: aplikasi AI sedang mengalami iterasi dan peningkatan secara kolektif. Dulu, model besar yang hanya mampu "mengobrol" mulai benar-benar terlibat dalam kehidupan nyata.
Melihat produk seperti Qianwen, logika strategis di baliknya sangat jelas. Dari segi penempatan, ini tidak lagi sekadar alat percakapan, melainkan bertujuan menjadi asisten AI yang dapat langsung membantu Anda menyelesaikan tugas. Titik balik utama terletak pada integrasi mendalam di tingkat sistem—menghubungkan layanan nyata seperti peta, pemesanan tiket, belanja, kesehatan, dan lain-lain, sehingga AI tidak hanya memberi saran, tetapi juga dapat langsung memanggil layanan nyata.
Ini mencerminkan peningkatan kesadaran seluruh industri. Semakin banyak orang menyadari bahwa percakapan berbasis teks murni bukanlah inti dari kompetisi. Di mana sebenarnya hambatannya? Terletak pada kemampuan untuk melampaui berbagai skenario dan secara praktis menjalankan tugas dalam alur kerja. Dengan kata lain, dari "Saya beri kamu jawaban" ke "Saya bantu kamu menyelesaikan ini", ini adalah dua tingkat yang benar-benar berbeda.
Mengapa ini begitu penting? Bayangkan bagaimana pengalaman pengguna akan berubah. Dulu mungkin perlu beralih bolak-balik antar beberapa aplikasi—membuka satu untuk mencari informasi, membuka yang lain untuk melakukan pemesanan—sekarang jika semua keputusan dan proses konsumsi dapat diselesaikan melalui satu antarmuka, maka seluruh logika akan dirombak.
Dari sudut pandang bisnis, integrasi ini mencerminkan sebuah mode kompetisi baru. Kemampuan "otak" AI tidak lagi langka, yang penting adalah siapa yang menguasai ekosistem layanan yang sudah ada dan pintu masuk trafik. Ini seperti memasang "tangan dan kaki" pada AI—memiliki kemampuan berpikir sekaligus mampu bertindak langsung. Siklus tertutup ini, dari pembuatan informasi hingga penyelesaian tugas, adalah jalan wajib menuju aplikasi fenomenal berikutnya yang akan mencapai skala dan monetisasi secara massal.