Belakangan ini volatilitas aset risiko global meningkat, dan ada alasan yang sangat penting di baliknya. Menurut berbagai media internasional, situasi di Timur Tengah kembali memanas. Pemerintah AS telah mulai menasihati warga untuk mengungsi dari Iran, sekaligus mengumumkan kenaikan tarif tambahan sebesar 25% untuk negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Iran. Trump telah menyetujui beberapa rencana tindakan militer yang sedang dipertimbangkan, termasuk serangan udara, perang siber, dan perluasan penempatan di Timur Tengah.
Pasar sedang dengan cepat mencerna informasi ini. Data lindung nilai risiko dari platform derivatif on-chain cukup menarik—kemungkinan taruhan bahwa militer AS akan bertindak sebelum 23 Januari adalah 45%, meningkat menjadi 60% sebelum 31 Januari, dan mencapai 72% sebelum 31 Maret, data ini menunjukkan kenaikan yang jelas dalam 24 jam terakhir. Ini mencerminkan perubahan ekspektasi peserta pasar terhadap jendela waktu potensi konflik.
Aset safe haven menjadi penerima manfaat paling langsung. Harga logam mulia sedang panas, harga perak telah menembus $87,5, dan emas stabil di atas $4600. Prediksi terbaru dari Citibank cukup optimis—dalam tiga bulan ke depan, emas diperkirakan akan mencapai $5000, dan perak menembus $100. Ini bukan pandangan yang ekstrem, melainkan pasar sedang memberikan suara dengan uang nyata. Banyak investor berpartisipasi melalui ETF perak dan instrumen lainnya, tetapi juga perlu memperhatikan biaya transaksi. Risiko geopolitik sedang membentuk kembali ekspektasi alokasi aset global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
FudVaccinator
· 8jam yang lalu
Melihat data di blockchain yang begitu jelas... Sebelum 31 Maret, peluang mencapai 72%, perdagangan ini cukup menarik nih
Belakangan ini volatilitas aset risiko global meningkat, dan ada alasan yang sangat penting di baliknya. Menurut berbagai media internasional, situasi di Timur Tengah kembali memanas. Pemerintah AS telah mulai menasihati warga untuk mengungsi dari Iran, sekaligus mengumumkan kenaikan tarif tambahan sebesar 25% untuk negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Iran. Trump telah menyetujui beberapa rencana tindakan militer yang sedang dipertimbangkan, termasuk serangan udara, perang siber, dan perluasan penempatan di Timur Tengah.
Pasar sedang dengan cepat mencerna informasi ini. Data lindung nilai risiko dari platform derivatif on-chain cukup menarik—kemungkinan taruhan bahwa militer AS akan bertindak sebelum 23 Januari adalah 45%, meningkat menjadi 60% sebelum 31 Januari, dan mencapai 72% sebelum 31 Maret, data ini menunjukkan kenaikan yang jelas dalam 24 jam terakhir. Ini mencerminkan perubahan ekspektasi peserta pasar terhadap jendela waktu potensi konflik.
Aset safe haven menjadi penerima manfaat paling langsung. Harga logam mulia sedang panas, harga perak telah menembus $87,5, dan emas stabil di atas $4600. Prediksi terbaru dari Citibank cukup optimis—dalam tiga bulan ke depan, emas diperkirakan akan mencapai $5000, dan perak menembus $100. Ini bukan pandangan yang ekstrem, melainkan pasar sedang memberikan suara dengan uang nyata. Banyak investor berpartisipasi melalui ETF perak dan instrumen lainnya, tetapi juga perlu memperhatikan biaya transaksi. Risiko geopolitik sedang membentuk kembali ekspektasi alokasi aset global.