Keuntungan dan kerugianmu, sudah diputuskan mati saat kamu menekan "konfirmasi" di detik itu.
Masalahnya bukan pernah tidak paham membaca garis candlestick, masalah sebenarnya adalah—kamu sama sekali tidak memikirkan dengan matang apa yang sedang kamu lakukan.
Melihat pergerakan pasar membuat detak jantungmu mulai meningkat, harga menarik perhatianmu dan tak bisa menahan diri untuk masuk. Setelah posisi terbuka, baru mulai takut-takut bertanya pada diri sendiri: Mengapa aku membeli? Bagaimana jika berbalik?
Ini bukanlah trading. Ini adalah menggunakan uang asli untuk memenuhi impuls sendiri.
Trader yang benar-benar bertahan hidup, bukanlah mereka yang paling cepat merespons. Justru sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang paling mampu mengendalikan diri.
Sebelum setiap posisi dibuka, mereka sudah memikirkan rencana keluar dengan jelas—kalau harga ini tidak berlaku, langsung keluar, berapa kerugian maksimal, di mana menempatkan stop loss. Semua detail sudah dipersiapkan sebelumnya.
Melompat masuk saat melihat kenaikan? Tidak. Membeli saat harga turun? Juga tidak. Hanya beraksi di rentang harga yang benar-benar kamu pahami.
Saat tangan mulai gatal lagi, jangan buru-buru melihat grafik tren. Tanyakan dulu pada diri sendiri: Apakah akhir-akhir ini trading semakin sering? Apakah langsung ingin balik modal setiap kali rugi? Apakah frekuensi operasimu sudah benar-benar tidak terkendali?
Apakah bisa konsisten meraih keuntungan, bukanlah soal seberapa akurat satu kali penilaian. Tapi apakah kamu mampu menjalankan disiplin trading yang sama dengan sepenuh hati sebanyak seratus, seribu kali.
Titik balik yang sebenarnya, ada saat kamu belajar mengendalikan diri dan berhenti melakukan hal-hal yang sia-sia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
IronHeadMiner
· 8jam yang lalu
Berbicara terlalu keras, itu saya, ketika rasa ingin membuka posisi muncul, lalu menunggu kerugian.
Lihat AsliBalas0
GmGnSleeper
· 8jam yang lalu
Membuat hati terasa sakit, saya adalah orang yang langsung merasa ingin tahu saat melihat pergerakan pasar yang bergejolak
Lihat AsliBalas0
CryptoWageSlave
· 9jam yang lalu
Aduh, ucapan ini menyakitimu ya, setiap kali merasa ingin mencoba, kerugian paling parah yang terjadi
Lihat AsliBalas0
MechanicalMartel
· 9jam yang lalu
Aduh, ini menyentuh hati... Saya adalah orang yang langsung ingin membeli saat melihat grafik tren, haha
Keuntungan dan kerugianmu, sudah diputuskan mati saat kamu menekan "konfirmasi" di detik itu.
Masalahnya bukan pernah tidak paham membaca garis candlestick, masalah sebenarnya adalah—kamu sama sekali tidak memikirkan dengan matang apa yang sedang kamu lakukan.
Melihat pergerakan pasar membuat detak jantungmu mulai meningkat, harga menarik perhatianmu dan tak bisa menahan diri untuk masuk. Setelah posisi terbuka, baru mulai takut-takut bertanya pada diri sendiri: Mengapa aku membeli? Bagaimana jika berbalik?
Ini bukanlah trading. Ini adalah menggunakan uang asli untuk memenuhi impuls sendiri.
Trader yang benar-benar bertahan hidup, bukanlah mereka yang paling cepat merespons. Justru sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang paling mampu mengendalikan diri.
Sebelum setiap posisi dibuka, mereka sudah memikirkan rencana keluar dengan jelas—kalau harga ini tidak berlaku, langsung keluar, berapa kerugian maksimal, di mana menempatkan stop loss. Semua detail sudah dipersiapkan sebelumnya.
Melompat masuk saat melihat kenaikan? Tidak. Membeli saat harga turun? Juga tidak. Hanya beraksi di rentang harga yang benar-benar kamu pahami.
Saat tangan mulai gatal lagi, jangan buru-buru melihat grafik tren. Tanyakan dulu pada diri sendiri: Apakah akhir-akhir ini trading semakin sering? Apakah langsung ingin balik modal setiap kali rugi? Apakah frekuensi operasimu sudah benar-benar tidak terkendali?
Apakah bisa konsisten meraih keuntungan, bukanlah soal seberapa akurat satu kali penilaian. Tapi apakah kamu mampu menjalankan disiplin trading yang sama dengan sepenuh hati sebanyak seratus, seribu kali.
Titik balik yang sebenarnya, ada saat kamu belajar mengendalikan diri dan berhenti melakukan hal-hal yang sia-sia.