#美国贸易赤字扩大 Banyak trader begitu melihat kata "kontrak" langsung merasa gugup, selalu merasa bahwa hal ini sangat rumit dan mudah meledakkan posisi.
Padahal tidak begitu. Logika kontrak tidak serumit itu, jika dilihat secara terpisah malah cukup jelas. Hari ini saya akan menggunakan dua skenario nyata untuk menunjukkan matematika di balik pengaturan leverage.
Misalnya kamu ingin membuka posisi sebesar 1000U, ada dua cara:
Secara kasat mata keduanya sama-sama posisi 1000U, tapi risikonya benar-benar berbeda.
Pertama, lihat sensitivitas keuntungan dan kerugian. Jika pasar bergerak 1%, posisi di Skenario A akan berfluktuasi sekitar ±10U, yaitu 10% dari margin; sedangkan di Skenario B langsung ±20U, menghabiskan 40% dari margin. Itu baru pergerakan 1%.
Lalu, lihat titik likuidasi—ini yang paling penting:
Skenario A butuh penurunan 10% baru akan likuidasi (100 ÷ 1000) Skenario B hanya butuh penurunan 5% (50 ÷ 1000)
Jadi, dari risiko posisi tunggal, Skenario A jelas lebih tahan banting.
Tapi ada satu masalah nyata: jika kamu hanya punya modal 1000U, ingin mengalokasikan ke berbagai koin populer seperti $RIVER dan $ETH, bagaimana caranya?
Kalau pakai Skenario A, dengan margin 100U per posisi, secara teori bisa membuka hingga 10 koin berbeda. Kalau pakai Skenario B, dengan margin 50U per posisi, bisa membuka 20 posisi sekaligus.
**Pertanyaan utama**: mana yang harus dipilih?
Kalau kamu yakin dengan analisis pasar dan ingin berpartisipasi sebanyak mungkin di berbagai koin, leverage tinggi di Skenario B justru jadi keunggulan—risiko tersebar ke lebih banyak posisi. Tapi syaratnya, mental dan disiplin stop-loss harus benar-benar ketat, karena ruang toleransi sangat kecil.
Sebaliknya, jika pengalaman tradingmu masih dalam tahap belajar, pengaturan dengan leverage rendah dan margin besar seperti Skenario A bisa memberi ruang lebih untuk mencoba dan mengurangi stres psikologis.
**Intinya**: leverage bukan berarti semakin tinggi semakin bagus, dan semakin rendah semakin aman. Yang penting adalah menyesuaikan dengan kemampuan teknis dan perencanaan keuanganmu. Di dunia crypto yang bertahan lama, orang-orang yang sukses selalu yang bertahan dulu, baru kemudian mencari kemenangan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PancakeFlippa
· 01-14 08:31
Benar, leverage rendah adalah rahasia untuk bertahan lama, saya telah melihat terlalu banyak yang mengalami lonjakan 20 kali lipat.
Lihat AsliBalas0
FantasyGuardian
· 01-14 08:30
Sial, rencana B saya langsung lewati, 5% langsung meledak, siapa yang berani main, jantung harus kuat banget nih
Lihat AsliBalas0
GasFeePhobia
· 01-14 08:29
Rencana B memang menarik, tetapi saya tetap merasa kebanyakan orang terlalu menilai tinggi disiplin stop-loss mereka sendiri, bermain dengan 5% benar-benar tidak memungkinkan.
Lihat AsliBalas0
PortfolioAlert
· 01-14 08:28
10 kali stabil 10%, 20 kali langsung makan 40%, perbedaannya terlalu besar
Lihat AsliBalas0
DegenMcsleepless
· 01-14 08:27
Hidup terlebih dahulu baru cari kemenangan, saya harus mencatat kalimat ini.
Lihat AsliBalas0
SocialAnxietyStaker
· 01-14 08:20
10 kali lebih stabil, 20 kali tidak bisa dimainkan
#美国贸易赤字扩大 Banyak trader begitu melihat kata "kontrak" langsung merasa gugup, selalu merasa bahwa hal ini sangat rumit dan mudah meledakkan posisi.
Padahal tidak begitu. Logika kontrak tidak serumit itu, jika dilihat secara terpisah malah cukup jelas. Hari ini saya akan menggunakan dua skenario nyata untuk menunjukkan matematika di balik pengaturan leverage.
Misalnya kamu ingin membuka posisi sebesar 1000U, ada dua cara:
**Skenario A: Margin 100U × Leverage 10x**
**Skenario B: Margin 50U × Leverage 20x**
Secara kasat mata keduanya sama-sama posisi 1000U, tapi risikonya benar-benar berbeda.
Pertama, lihat sensitivitas keuntungan dan kerugian. Jika pasar bergerak 1%, posisi di Skenario A akan berfluktuasi sekitar ±10U, yaitu 10% dari margin; sedangkan di Skenario B langsung ±20U, menghabiskan 40% dari margin. Itu baru pergerakan 1%.
Lalu, lihat titik likuidasi—ini yang paling penting:
Skenario A butuh penurunan 10% baru akan likuidasi (100 ÷ 1000)
Skenario B hanya butuh penurunan 5% (50 ÷ 1000)
Jadi, dari risiko posisi tunggal, Skenario A jelas lebih tahan banting.
Tapi ada satu masalah nyata: jika kamu hanya punya modal 1000U, ingin mengalokasikan ke berbagai koin populer seperti $RIVER dan $ETH, bagaimana caranya?
Kalau pakai Skenario A, dengan margin 100U per posisi, secara teori bisa membuka hingga 10 koin berbeda.
Kalau pakai Skenario B, dengan margin 50U per posisi, bisa membuka 20 posisi sekaligus.
**Pertanyaan utama**: mana yang harus dipilih?
Kalau kamu yakin dengan analisis pasar dan ingin berpartisipasi sebanyak mungkin di berbagai koin, leverage tinggi di Skenario B justru jadi keunggulan—risiko tersebar ke lebih banyak posisi. Tapi syaratnya, mental dan disiplin stop-loss harus benar-benar ketat, karena ruang toleransi sangat kecil.
Sebaliknya, jika pengalaman tradingmu masih dalam tahap belajar, pengaturan dengan leverage rendah dan margin besar seperti Skenario A bisa memberi ruang lebih untuk mencoba dan mengurangi stres psikologis.
**Intinya**: leverage bukan berarti semakin tinggi semakin bagus, dan semakin rendah semakin aman. Yang penting adalah menyesuaikan dengan kemampuan teknis dan perencanaan keuanganmu. Di dunia crypto yang bertahan lama, orang-orang yang sukses selalu yang bertahan dulu, baru kemudian mencari kemenangan.