Shitposting真正的价值在哪?就在于用创意 dan fleksibilitas untuk mengalahkan AI. Pembangkitan teks dengan machine learning memang berulang-ulang, tetapi kreativitas komunitas selalu selangkah lebih maju—ekspresi yang tak terduga, humor gelap, sudut pandang yang benar-benar out of the box, inilah wilayah yang dikuasai oleh penulis manusia. Daripada dibanjiri oleh konten AI, lebih baik menjadikan shitposting sebagai seni.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SellTheBounce
· 01-14 07:57
Sebenarnya, ini hanyalah gelombang lain dari self-justifikasi manusia. Kreativitas lebih cepat satu langkah? Haha, kuartal berikutnya AI akan mempelajarinya. Pengalaman sejarah mengajarkan kita bahwa tidak ada keunggulan yang bisa bertahan selamanya—pada akhirnya akan diduplikasi, distandarisasi, dan diserap. Daripada berharap shitposting bisa bertahan lebih lama, lebih baik menjual saat masih ada nilai. Kelemahan manusia terletak di sini.
Lihat AsliBalas0
ThreeHornBlasts
· 01-14 07:53
Haha, aku suka mendengar kata-kata ini, shitposting memang benar-benar benteng terakhir manusia.
Lihat AsliBalas0
GmGnSleeper
· 01-14 07:48
Benar, humor gelap ini bagian AI tidak akan pernah bisa memahaminya
Lihat AsliBalas0
CoinBasedThinking
· 01-14 07:47
Haha AI sekalipun tidak akan pernah mampu menghasilkan alur pikiran yang seaneh ini
Lihat AsliBalas0
InfraVibes
· 01-14 07:43
Tertawa terbahak-bahak, kekacauan manusia adalah seni yang sesungguhnya
Shitposting真正的价值在哪?就在于用创意 dan fleksibilitas untuk mengalahkan AI. Pembangkitan teks dengan machine learning memang berulang-ulang, tetapi kreativitas komunitas selalu selangkah lebih maju—ekspresi yang tak terduga, humor gelap, sudut pandang yang benar-benar out of the box, inilah wilayah yang dikuasai oleh penulis manusia. Daripada dibanjiri oleh konten AI, lebih baik menjadikan shitposting sebagai seni.