Banyak orang menganggap penurunan suku bunga sebagai kabar baik besar, tetapi logika ini sebenarnya memiliki masalah. Penurunan suku bunga seperti memberi obat penurun demam kepada pasien demam—gejala luar membaik, tetapi penyebabnya tetap ada di dalam tubuh.
Mengapa bank sentral menurunkan suku bunga? Biasanya itu adalah sinyal bahwa ekonomi sudah mengalami masalah. Melihat sejarah akan memahami hal ini dengan jelas. Pada krisis keuangan tahun 2008, Federal Reserve memulai siklus penurunan suku bunga yang agresif, lalu apa hasilnya? Pasar saham tetap mengalami koreksi besar. Pada awal pandemi tahun 2020 juga demikian, suku bunga langsung dipotong ke nol, tetapi pasar tetap mengalami penyesuaian yang tajam. Respon pasar kripto seringkali bahkan lebih ekstrem.
Banyak orang suka mengikuti perkembangan kebijakan, tetapi apa yang benar-benar berpengaruh? Likuiditas. Ketika dana di pasar habis, bahkan kebijakan yang paling baik pun hanyalah omong kosong di atas kertas. Seperti sebuah kolam yang sudah tidak ada airnya, tidak peduli seberapa hebat desain kolam itu, seberapa bagus bahan pembuatannya, semua itu tidak bisa menyelesaikan masalah inti. Dana tidak masuk, semua hanya omong kosong.
Daripada setiap hari memantau perubahan kebijakan makro, lebih baik fokus pada aliran dana BTC dan data di blockchain. Data ini yang benar-benar mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, bukan yang terbuai oleh informasi permukaan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
RugPullSurvivor
· 2jam yang lalu
Penurunan suku bunga bukanlah penyelamat, saya sudah lama memahami logika ini.
Sungguh-sungguh memperhatikan likuiditas, jangan tertipu oleh kemakmuran palsu dari kebijakan.
Kolam tanpa air tetap saja sia-sia untuk dibanggakan, tidak ada yang salah dengan penjelasan tersebut.
Data di blockchain adalah kebenaran, yang lain hanyalah cerita belaka.
Lihat AsliBalas0
AirDropMissed
· 01-14 06:53
Penurunan suku bunga = sinyal masalah ekonomi, logika ini sangat jelas, makanya orang-orang masih terus mendukung kebijakan
Melihat data on-chain adalah hal yang utama, jangan terus-menerus dibodohi oleh berita makro
Modal adalah segalanya, tanpa uang masuk ke pasar, kebijakan sekecil apapun juga tidak akan berguna
Lihat AsliBalas0
BlindBoxVictim
· 01-14 06:40
Penurunan suku bunga = sinyal adanya masalah ekonomi, siapa sih yang tidak tahu itu
Lihat AsliBalas0
MissedAirdropBro
· 01-14 06:40
Penurunan suku bunga ini, jujur saja, adalah obat darurat untuk masalah ekonomi. Jangan tertipu dengan trik
Hanya melihat kebijakan saja tidak cukup, yang penting adalah melihat data di blockchain dan aliran dana. Itulah kenyataannya
Tanpa air di kolam, semua sia-sia. Sekecil apapun kabar baik pun tidak bisa menyelamatkan
Lihat AsliBalas0
4am_degen
· 01-14 06:35
Penurunan suku bunga ≠ kabar baik, ini adalah hal yang sudah sering dibahas. Yang benar-benar penting adalah melihat likuiditas, jangan terbuai oleh kebijakan.
Lihat AsliBalas0
BoredWatcher
· 01-14 06:33
Penurunan suku bunga adalah jebakan bearish terbesar, dana adalah kunci utama
Lihat AsliBalas0
pumpamentalist
· 01-14 06:32
Penurunan suku bunga ≠ kabar baik, hal ini memang harus dipahami agar bisa bertahan hidup
Lihat AsliBalas0
MevTears
· 01-14 06:26
Penurunan suku bunga adalah pertanda awal resesi ekonomi, jangan tertipu oleh keuntungan tampak luar. Yang penting adalah apakah dana benar-benar masuk pasar, data di blockchain tidak akan berbohong.
Banyak orang menganggap penurunan suku bunga sebagai kabar baik besar, tetapi logika ini sebenarnya memiliki masalah. Penurunan suku bunga seperti memberi obat penurun demam kepada pasien demam—gejala luar membaik, tetapi penyebabnya tetap ada di dalam tubuh.
Mengapa bank sentral menurunkan suku bunga? Biasanya itu adalah sinyal bahwa ekonomi sudah mengalami masalah. Melihat sejarah akan memahami hal ini dengan jelas. Pada krisis keuangan tahun 2008, Federal Reserve memulai siklus penurunan suku bunga yang agresif, lalu apa hasilnya? Pasar saham tetap mengalami koreksi besar. Pada awal pandemi tahun 2020 juga demikian, suku bunga langsung dipotong ke nol, tetapi pasar tetap mengalami penyesuaian yang tajam. Respon pasar kripto seringkali bahkan lebih ekstrem.
Banyak orang suka mengikuti perkembangan kebijakan, tetapi apa yang benar-benar berpengaruh? Likuiditas. Ketika dana di pasar habis, bahkan kebijakan yang paling baik pun hanyalah omong kosong di atas kertas. Seperti sebuah kolam yang sudah tidak ada airnya, tidak peduli seberapa hebat desain kolam itu, seberapa bagus bahan pembuatannya, semua itu tidak bisa menyelesaikan masalah inti. Dana tidak masuk, semua hanya omong kosong.
Daripada setiap hari memantau perubahan kebijakan makro, lebih baik fokus pada aliran dana BTC dan data di blockchain. Data ini yang benar-benar mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, bukan yang terbuai oleh informasi permukaan.