Kenapa trading harus dibikin rumit banget? Itu yang sering gue piker.
Banyak trader pakai tools canggih, indikator ini itu, sampe chart penuh warna-warni. Tapi aneh aja—pas candlenya hijau dikit langsung ditutup. Sebaliknya pas merah, malah disimpen harap-harap cemas, berharap bakal balik naik.
Kesalahan klasik yang sering terjadi: kita semua mikir lebih banyak tools = lebih akurat. Faktanya? Justru bikin bingung dan emosional. Ketika profit kecil langsung secured (FOMO soal rugi), tapi saat loss justru hang on (berharap reversal).
Intinya trading itu bukan soal seberapa rumit strateginya, tapi seberapa konsisten eksekusi dan disiplin dalam berpegang pada plan. Warna-warni chart itu cuma noise—yang penting adalah mindset dan risk management yang solid.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kenapa trading harus dibikin rumit banget? Itu yang sering gue piker.
Banyak trader pakai tools canggih, indikator ini itu, sampe chart penuh warna-warni. Tapi aneh aja—pas candlenya hijau dikit langsung ditutup. Sebaliknya pas merah, malah disimpen harap-harap cemas, berharap bakal balik naik.
Kesalahan klasik yang sering terjadi: kita semua mikir lebih banyak tools = lebih akurat. Faktanya? Justru bikin bingung dan emosional. Ketika profit kecil langsung secured (FOMO soal rugi), tapi saat loss justru hang on (berharap reversal).
Intinya trading itu bukan soal seberapa rumit strateginya, tapi seberapa konsisten eksekusi dan disiplin dalam berpegang pada plan. Warna-warni chart itu cuma noise—yang penting adalah mindset dan risk management yang solid.