#策略性加码BTC JPMorgan baru-baru ini mengeluarkan peringatan tegas terhadap kebijakan Trump tentang "batas maksimum suku bunga kartu kredit 10%"—yang tampaknya melindungi konsumen, tetapi sebenarnya bisa merugikan orang biasa.
Logika kebijakan ini terdengar sederhana: membatasi suku bunga agar peminjam menghemat uang. Tapi bagaimana reaksi bank? Begitu suku bunga dikunci, mereka tidak bisa lagi menyesuaikan harga berdasarkan risiko pelanggan. Hasilnya cukup jelas—mereka yang berisiko tinggi dan berpenghasilan rendah mungkin tidak bisa meminjam sama sekali.
Situasi yang lebih realistis adalah bank akan mencari cara lain untuk mengatasi hal ini. Mengurangi batas kredit, menolak permohonan kartu, menaikkan biaya secara diam-diam... Pada saat itu, orang biasa yang sangat membutuhkan dana untuk berputar, malah mungkin tidak bisa meminjam sama sekali.
Ekonomi mengajarkan kita bahwa pengaturan harga yang terlalu sederhana sering kali menghasilkan hasil yang berlawanan. Pasokan berkurang, kualitas menurun, atau pasar berpindah ke saluran lain. Kali ini pun tidak berbeda—kredit mungkin mengalir dari saluran resmi ke lembaga keuangan ilegal, konsumsi menurun, dan tekanan ekonomi justru meningkat.
Yang menarik, yang paling dirugikan bukanlah bank besar, melainkan orang-orang yang sangat bergantung pada kredit. Ini menjadi paradoks yang memalukan: awalnya ingin membantu mereka, tetapi malah menjauhkan mereka.
Bagaimana pendapatmu? Apakah membatasi suku bunga benar-benar solusi untuk masalah orang biasa? Atau sebaiknya kita melihat dari sudut pandang lain?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Rekt_Recovery
· 14jam yang lalu
ngl hal ini tentang batasan tarif memberi saya vibe PTSD leverage besar... pernah nonton film ini sebelumnya, tidak berakhir baik untuk ritel
Lihat AsliBalas0
TradFiRefugee
· 14jam yang lalu
Itu lagi-lagi teori ekonomi yang klise, dengar saja iya, sebenarnya? Bank sudah lama memainkannya dengan sempurna.
Lihat AsliBalas0
potentially_notable
· 14jam yang lalu
Ini lagi-lagi trik lama ini, pengaturan suku bunga akhirnya malah merugikan orang miskin
Lihat AsliBalas0
ProposalManiac
· 15jam yang lalu
Celah desain kebijakan yang khas, tidak mempertimbangkan masalah insentif yang sesuai. Batasan suku bunga seperti menambahkan parameter tetap pada DAO, hasilnya pasar akan mencari jalan keluar sendiri, malah menjadi lebih buruk.
Lihat AsliBalas0
BlockchainBrokenPromise
· 15jam yang lalu
又是那套老把戏,管制利率结果反而卡死穷人?早就见过这出戏了。
---
Bank operasi ini jangan ditebak, skema biaya akan segera diluncurkan.
---
Sungguh ironis, awalnya ingin membantu malah memblokir jalan, kebijakan ekonomi tidak pernah sederhana.
---
Jadi, desain sistem harus mempertimbangkan reaksi nyata, kalau tidak hanya menipu diri sendiri.
---
Underground money house mencium peluang, masalah ini belum selesai.
---
Masalahnya bukan pada suku bunga itu sendiri, tetapi karena tidak menangkap masalah utama, kebijakan yang membingungkan saja.
---
Ini adalah harga dari campur tangan pasar, setiap kali selalu berbuat baik tapi berakhir buruk.
---
Kelihatannya melindungi sebenarnya adalah memblokir, orang bawah paling dirugikan.
---
Membatasi suku bunga? Daripada begitu, lebih baik langsung subsidi saja, mengapa harus berbelit-belit.
---
J.P. Morgan benar, tapi jangan pura-pura tidak bersalah juga.
Lihat AsliBalas0
GateUser-75ee51e7
· 15jam yang lalu
Itu lagi-lagi argumen regulasi... terdengar bagus, tapi pada akhirnya yang malang tetap orang yang tidak punya uang.
#策略性加码BTC JPMorgan baru-baru ini mengeluarkan peringatan tegas terhadap kebijakan Trump tentang "batas maksimum suku bunga kartu kredit 10%"—yang tampaknya melindungi konsumen, tetapi sebenarnya bisa merugikan orang biasa.
Logika kebijakan ini terdengar sederhana: membatasi suku bunga agar peminjam menghemat uang. Tapi bagaimana reaksi bank? Begitu suku bunga dikunci, mereka tidak bisa lagi menyesuaikan harga berdasarkan risiko pelanggan. Hasilnya cukup jelas—mereka yang berisiko tinggi dan berpenghasilan rendah mungkin tidak bisa meminjam sama sekali.
Situasi yang lebih realistis adalah bank akan mencari cara lain untuk mengatasi hal ini. Mengurangi batas kredit, menolak permohonan kartu, menaikkan biaya secara diam-diam... Pada saat itu, orang biasa yang sangat membutuhkan dana untuk berputar, malah mungkin tidak bisa meminjam sama sekali.
Ekonomi mengajarkan kita bahwa pengaturan harga yang terlalu sederhana sering kali menghasilkan hasil yang berlawanan. Pasokan berkurang, kualitas menurun, atau pasar berpindah ke saluran lain. Kali ini pun tidak berbeda—kredit mungkin mengalir dari saluran resmi ke lembaga keuangan ilegal, konsumsi menurun, dan tekanan ekonomi justru meningkat.
Yang menarik, yang paling dirugikan bukanlah bank besar, melainkan orang-orang yang sangat bergantung pada kredit. Ini menjadi paradoks yang memalukan: awalnya ingin membantu mereka, tetapi malah menjauhkan mereka.
Bagaimana pendapatmu? Apakah membatasi suku bunga benar-benar solusi untuk masalah orang biasa? Atau sebaiknya kita melihat dari sudut pandang lain?