Bitcoin dengan semangat menembus $95.000, memutus kebuntuan selama hampir dua bulan, banyak orang bersorak bahwa saatnya akan segera terbang. Tapi jika melihat data derivatif, situasinya tampaknya tidak sesederhana itu.
Meskipun Ethereum juga ikut naik, tetap terjebak di sekitar $3400, kenaikannya jelas tertinggal dari Bitcoin. Performa yang tidak sinkron ini sendiri sudah mengandung makna yang cukup dalam.
Di sisi spot, suasananya cukup ramai, volume perdagangan besar Bitcoin hari ini melonjak ke $1,8 miliar, mewakili lebih dari 40% dari total transaksi. Institusi dan whale jelas sedang bertaruh pada kenaikan ini. Sedangkan Ethereum relatif lebih dingin, volume perdagangan besar hanya $136 juta, sekitar 20%. Dana tampaknya lebih terkonsentrasi di Bitcoin.
Tapi ada sinyal yang patut diperhatikan—Implied Volatility (IV) tidak meningkat secara signifikan mengikuti kenaikan harga, volume perdagangan futures juga tidak menunjukkan lonjakan yang mencolok. Apa artinya ini? Kenaikan ini lebih mirip reaksi naluriah pasar terhadap kenaikan harga mendadak, bukan akumulasi posisi secara sistematis berdasarkan pandangan jangka panjang dan strategi bertahap.
Dengan kata lain, performa pasar derivatif belum menunjukkan sinyal "bullish struktural". Ekspektasi jangka panjang sebagian besar investor mungkin belum sepenuhnya beralih ke mode pasar bullish secara menyeluruh.
Sementara pasar spot naik dengan riang, derivatif justru tampak lebih rasional bahkan konservatif. Fenomena mismatch ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar mungkin masih dalam tahap awal pemulihan. Untuk benar-benar mengonfirmasi kedatangan tren pasar bullish, kita perlu melihat bagaimana struktur posisi derivatif berubah, apakah volatilitas bisa meningkat, dan apakah mata uang utama seperti Ethereum bisa mengikuti dan menembus level baru—semua ini adalah kunci utama yang benar-benar akan memicu resonansi pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin dengan semangat menembus $95.000, memutus kebuntuan selama hampir dua bulan, banyak orang bersorak bahwa saatnya akan segera terbang. Tapi jika melihat data derivatif, situasinya tampaknya tidak sesederhana itu.
Meskipun Ethereum juga ikut naik, tetap terjebak di sekitar $3400, kenaikannya jelas tertinggal dari Bitcoin. Performa yang tidak sinkron ini sendiri sudah mengandung makna yang cukup dalam.
Di sisi spot, suasananya cukup ramai, volume perdagangan besar Bitcoin hari ini melonjak ke $1,8 miliar, mewakili lebih dari 40% dari total transaksi. Institusi dan whale jelas sedang bertaruh pada kenaikan ini. Sedangkan Ethereum relatif lebih dingin, volume perdagangan besar hanya $136 juta, sekitar 20%. Dana tampaknya lebih terkonsentrasi di Bitcoin.
Tapi ada sinyal yang patut diperhatikan—Implied Volatility (IV) tidak meningkat secara signifikan mengikuti kenaikan harga, volume perdagangan futures juga tidak menunjukkan lonjakan yang mencolok. Apa artinya ini? Kenaikan ini lebih mirip reaksi naluriah pasar terhadap kenaikan harga mendadak, bukan akumulasi posisi secara sistematis berdasarkan pandangan jangka panjang dan strategi bertahap.
Dengan kata lain, performa pasar derivatif belum menunjukkan sinyal "bullish struktural". Ekspektasi jangka panjang sebagian besar investor mungkin belum sepenuhnya beralih ke mode pasar bullish secara menyeluruh.
Sementara pasar spot naik dengan riang, derivatif justru tampak lebih rasional bahkan konservatif. Fenomena mismatch ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar mungkin masih dalam tahap awal pemulihan. Untuk benar-benar mengonfirmasi kedatangan tren pasar bullish, kita perlu melihat bagaimana struktur posisi derivatif berubah, apakah volatilitas bisa meningkat, dan apakah mata uang utama seperti Ethereum bisa mengikuti dan menembus level baru—semua ini adalah kunci utama yang benar-benar akan memicu resonansi pasar.