Pada tahun 2026, diperkirakan ukuran pasar tokenisasi RWA global akan menembus angka 20 miliar dolar AS, menjadi bidang dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto. Namun, kinerja banyak proyek Layer 1 blockchain dalam gelombang ini berbeda-beda—kuncinya terletak pada siapa yang benar-benar mampu menyelesaikan masalah keseimbangan antara "perlindungan privasi" dan "kepatuhan regulasi".
Mudah diucapkan, sulit dilakukan. Tokenisasi RWA melibatkan berbagai jenis aset seperti properti, obligasi, dan kredit karbon, masing-masing memiliki kebutuhan konfirmasi kepemilikan, pengelolaan arus kas, dan kolaborasi antar lembaga. Lebih kompleks lagi, aturan regulasi seperti kerangka kerja MiCA dari UE, SEC dari AS, dan CARF dari OECD berbeda-beda, tanpa standar tunggal. Inilah inti masalah sebenarnya.
Beberapa blockchain publik memilih mengorbankan privasi demi kepatuhan, sementara yang lain justru sebaliknya. Namun, sudah ada proyek di industri yang mencoba jalur lain—melalui kontrak pintar privasi bawaan, untuk menerapkan enkripsi berjenjang pada data aset. Misalnya dalam skenario tokenisasi properti, investor umum melihat data penilaian dan hasil, tetapi bukti kepemilikan dan informasi sensitif seperti pihak lawan transaksi disampaikan secara terpisah kepada regulator melalui teknologi bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof).
Dilengkapi dengan modul yang dapat diaudit, dari konfirmasi kepemilikan di luar rantai hingga peredaran di dalam rantai, setiap tahap meninggalkan catatan audit yang tidak dapat diubah. Dengan cara ini, privasi investor terlindungi sekaligus memenuhi kebutuhan regulasi di berbagai yurisdiksi. Pendekatan "kepatuhan teknologi + kolaborasi ekosistem" ini mungkin adalah jalan keluar sejati untuk jalur RWA.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasGoblin
· 01-14 04:50
Pembuktian tanpa pengetahuan ini terdengar bagus, tetapi siapa yang benar-benar bisa mewujudkannya secara nyata?
Lihat AsliBalas0
ImpermanentSage
· 01-14 04:49
Apakah rangkaian bukti tanpa pengetahuan itu dapat diterapkan dalam praktik? Saya hanya ingin tahu. Oke.
Lihat AsliBalas0
EntryPositionAnalyst
· 01-14 04:41
Pembuktian tanpa pengetahuan ini memang merupakan terobosan, tetapi sejujurnya sebagian besar proyek sama sekali tidak bisa benar-benar terealisasi
Lihat AsliBalas0
PaperHandSister
· 01-14 04:24
Pembuktian tanpa pengetahuan ini terdengar keren, tetapi saat sampai pada tahap audit, tetap tergantung pada siapa yang memiliki kekuasaan lebih banyak.
Lihat AsliBalas0
ContractHunter
· 01-14 04:22
Apakah rangkaian bukti tanpa pengetahuan itu benar-benar dapat diandalkan, rasanya masih sebatas teori di atas kertas
Pada tahun 2026, diperkirakan ukuran pasar tokenisasi RWA global akan menembus angka 20 miliar dolar AS, menjadi bidang dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto. Namun, kinerja banyak proyek Layer 1 blockchain dalam gelombang ini berbeda-beda—kuncinya terletak pada siapa yang benar-benar mampu menyelesaikan masalah keseimbangan antara "perlindungan privasi" dan "kepatuhan regulasi".
Mudah diucapkan, sulit dilakukan. Tokenisasi RWA melibatkan berbagai jenis aset seperti properti, obligasi, dan kredit karbon, masing-masing memiliki kebutuhan konfirmasi kepemilikan, pengelolaan arus kas, dan kolaborasi antar lembaga. Lebih kompleks lagi, aturan regulasi seperti kerangka kerja MiCA dari UE, SEC dari AS, dan CARF dari OECD berbeda-beda, tanpa standar tunggal. Inilah inti masalah sebenarnya.
Beberapa blockchain publik memilih mengorbankan privasi demi kepatuhan, sementara yang lain justru sebaliknya. Namun, sudah ada proyek di industri yang mencoba jalur lain—melalui kontrak pintar privasi bawaan, untuk menerapkan enkripsi berjenjang pada data aset. Misalnya dalam skenario tokenisasi properti, investor umum melihat data penilaian dan hasil, tetapi bukti kepemilikan dan informasi sensitif seperti pihak lawan transaksi disampaikan secara terpisah kepada regulator melalui teknologi bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof).
Dilengkapi dengan modul yang dapat diaudit, dari konfirmasi kepemilikan di luar rantai hingga peredaran di dalam rantai, setiap tahap meninggalkan catatan audit yang tidak dapat diubah. Dengan cara ini, privasi investor terlindungi sekaligus memenuhi kebutuhan regulasi di berbagai yurisdiksi. Pendekatan "kepatuhan teknologi + kolaborasi ekosistem" ini mungkin adalah jalan keluar sejati untuk jalur RWA.