Stablecoin pasar baru-baru ini kembali memicu gelombang. Lembaga keuangan besar mulai merasa tidak nyaman—mereka khawatir aset digital yang bisa menghasilkan pendapatan ini akan mengambil alih bisnis bank tradisional.
Peringatan paling langsung datang dari pemain besar di industri ini. Kepala keuangan dari raksasa keuangan ini secara terbuka menyatakan sikapnya pada rapat laporan keuangan terbaru: stablecoin berbunga sedang membangun sebuah "sistem perbankan paralel", dan sistem ini sepenuhnya berada di luar kerangka pengawasan bank tradisional. Dia secara tegas menyebut ini sebagai "berbahaya, tidak dapat diterima".
Menariknya, sebenarnya lembaga ini awalnya mendukung pengaturan batasan untuk stablecoin. Tapi masalahnya adalah—begitu stablecoin memiliki fitur yang biasanya dimiliki bank tradisional (seperti deposito berbunga), namun melarikan diri dari pengawasan yang seharusnya, ini menjadi standar ganda. Bank menyambut inovasi, tetapi dengan syarat tidak membangun kekuatan sendiri di luar hukum.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Industri perbankan AS sudah lama mengeluh, mengatakan bahwa model bisnis mereka mungkin akan tergantikan. Kongres juga sedang bertindak—amandemen regulasi aset digital terbaru secara tegas melarang penyedia layanan membayar bunga hanya karena pengguna memegang stablecoin. Tapi, di sisi lain, mekanisme seperti penambangan likuiditas, insentif token tata kelola, dan hasil staking tetap dipertahankan. Ini adalah upaya mencari keseimbangan—mencegah stablecoin berkembang menjadi bank bayangan tanpa pengawasan, sekaligus memberi ruang untuk inovasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-addcaaf7
· 8jam yang lalu
Singkatnya, para bos takut direvolusi, haha
Lihat AsliBalas0
Fren_Not_Food
· 20jam yang lalu
Eh, bukankah ini hanya cerita lama yang diulang? Bank takut terguncang lalu mereka mengklaim bahaya, lalu kebijakan pun condong ke arah mereka, web3 masih terlalu muda.
Lihat AsliBalas0
SellLowExpert
· 01-14 03:58
Mengorbankan adalah seni, kerugian adalah latihan
Semua hanya gertakan kosong, yang ditakuti bank adalah kehilangan hak penetapan harga
Melarang pembayaran bunga langsung? Kalau begitu pakai nama samaran lain, toh kekuatan sihir lebih tinggi dari kekuatan sihir
Sistem bank paralel? Kedengarannya menakutkan, sebenarnya itu adalah demokratisasi keuangan, bank menjadi panik justru itu yang diinginkan
Gelombang regulasi ini pasti tidak akan bisa dihentikan, kecuali menutup seluruh crypto
Lihat AsliBalas0
MetaLord420
· 01-14 03:58
Haha, tertawa sampai mati, bank takut ya? Awalnya sendiri santai mendapatkan bunga, sekarang malah diserang stablecoin sampai ke paru-paru.
Lihat AsliBalas0
CrossChainBreather
· 01-14 03:58
Inilah wajah sebenarnya dari keuangan tradisional, saat inovasi mereka menyambut dengan ramah, tetapi jika benar-benar mengancam mereka, mereka akan memblokirnya, dan harus membungkusnya dengan mantel "pengendalian risiko".
Lihat AsliBalas0
staking_gramps
· 01-14 03:55
Datang lagi, bank takut, singkatnya takut dihapus
Lihat AsliBalas0
MEVHunterLucky
· 01-14 03:52
Haha, inilah kelemahan utama keuangan tradisional, begitu inovasi datang langsung berteriak serigala datang
Stablecoin pasar baru-baru ini kembali memicu gelombang. Lembaga keuangan besar mulai merasa tidak nyaman—mereka khawatir aset digital yang bisa menghasilkan pendapatan ini akan mengambil alih bisnis bank tradisional.
Peringatan paling langsung datang dari pemain besar di industri ini. Kepala keuangan dari raksasa keuangan ini secara terbuka menyatakan sikapnya pada rapat laporan keuangan terbaru: stablecoin berbunga sedang membangun sebuah "sistem perbankan paralel", dan sistem ini sepenuhnya berada di luar kerangka pengawasan bank tradisional. Dia secara tegas menyebut ini sebagai "berbahaya, tidak dapat diterima".
Menariknya, sebenarnya lembaga ini awalnya mendukung pengaturan batasan untuk stablecoin. Tapi masalahnya adalah—begitu stablecoin memiliki fitur yang biasanya dimiliki bank tradisional (seperti deposito berbunga), namun melarikan diri dari pengawasan yang seharusnya, ini menjadi standar ganda. Bank menyambut inovasi, tetapi dengan syarat tidak membangun kekuatan sendiri di luar hukum.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Industri perbankan AS sudah lama mengeluh, mengatakan bahwa model bisnis mereka mungkin akan tergantikan. Kongres juga sedang bertindak—amandemen regulasi aset digital terbaru secara tegas melarang penyedia layanan membayar bunga hanya karena pengguna memegang stablecoin. Tapi, di sisi lain, mekanisme seperti penambangan likuiditas, insentif token tata kelola, dan hasil staking tetap dipertahankan. Ini adalah upaya mencari keseimbangan—mencegah stablecoin berkembang menjadi bank bayangan tanpa pengawasan, sekaligus memberi ruang untuk inovasi.