Komunitas Cardano sedang memberi penghormatan kepada anggota yang telah tiada dengan cara yang unik. Berdasarkan berita terbaru, kelompok kerja hard fork komunitas mengusulkan penamaan hard fork versi 11 dari protokol tahun 2026 sebagai “van Rossem Hard Fork” untuk mengenang perwakilan governance yang telah meninggal, Max van Rossem. Ini bukan hanya penghormatan kepada kontributor komunitas, tetapi juga menandai kemajuan baru dalam peningkatan sistem dan governance desentralisasi Cardano. Pemungutan suara komunitas telah dimulai pada 13 Januari dan akan berlangsung hingga 14 Februari.
Warisan Komunitas van Rossem
Peran Max van Rossem dalam ekosistem Cardano jauh lebih dari satu identitas. Ia pernah menjabat sebagai anggota dan co-lead dari tim kerja pemilihan Dewan Konstitusi, menjadi pemain kunci dalam penyusunan konstitusi pertama Cardano, dan berperan penting dalam proses inklusi Pasal Delapan dalam konstitusi tersebut.
Selain pekerjaan governance, van Rossem juga mendirikan proyek AdaMoments, yang berkomitmen untuk menyimpan sejarah pribadi pengguna secara permanen. Selain itu, ia tetap aktif dalam pembangunan komunitas Belanda, memberikan kontribusi dalam promosi dan lokalisasi Cardano di Eropa.
Menggunakan hard fork untuk mengenang anggota komunitas ini bukanlah praktik umum di industri blockchain. Hal ini mencerminkan cara komunitas Cardano mengakui kontributor, serta menunjukkan bagaimana organisasi desentralisasi dapat mengintegrasikan perhatian manusia dalam peningkatan teknologi.
Signifikansi Teknis dari Upgrade Versi 11 Protokol
Hard fork ini bukan hanya sebuah peringatan, tetapi juga langkah penting dalam peningkatan kinerja Cardano. Berdasarkan informasi terkait, upgrade versi 11 protokol akan membawa perbaikan di tiga bidang utama:
Peningkatan keamanan node: meningkatkan stabilitas dan perlindungan jaringan
Optimisasi konsistensi buku besar: memastikan sinkronisasi data buku besar terdistribusi lebih andal
Perbaikan ini sangat berarti bagi pengembang dan pengguna ekosistem Cardano. Terutama peningkatan performa Plutus, yang berpotensi menarik lebih banyak pengembang dApp untuk membangun aplikasi di atas Cardano, sehingga mendorong aktivitas ekosistem.
Cerminan Governance Komunitas
Dari jadwal pemungutan suara, Cardano menunjukkan komitmennya terhadap governance desentralisasi. Usulan penamaan ini akan menerima suara komunitas dari 13 Januari hingga 14 Februari, memberikan jendela partisipasi yang luas.
Praktik ini juga mencerminkan eksplorasi Cardano dalam governance on-chain. Melalui sistem DReps (delegated representatives), pemilik token biasa dapat berpartisipasi langsung atau mendelegasikan orang lain untuk mengambil keputusan penting, termasuk upgrade protokol dan alokasi dana. Menggunakan hard fork untuk menamai keputusan penting sebagai bentuk penghormatan kepada anggota komunitas semakin memperkuat nilai partisipasi komunitas.
Kesimpulan
Cardano menggunakan hard fork untuk mengenang Max van Rossem, sebagai bentuk penghormatan kepada kontributor komunitas dan sebagai wujud penerapan semangat governance desentralisasi. Perbaikan kinerja yang dijanjikan oleh upgrade versi 11 protokol diharapkan membawa peningkatan nyata bagi ekosistem Cardano. Hasil pemungutan suara komunitas berikutnya dan implementasi spesifik dari upgrade ini patut terus dipantau. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Cardano tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga membangun budaya komunitas yang lebih kohesif.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Cardano gunakan hard fork untuk mengenang pemimpin komunitas yang telah meninggal, akankah peningkatan kali ini dapat membalikkan keadaan
Komunitas Cardano sedang memberi penghormatan kepada anggota yang telah tiada dengan cara yang unik. Berdasarkan berita terbaru, kelompok kerja hard fork komunitas mengusulkan penamaan hard fork versi 11 dari protokol tahun 2026 sebagai “van Rossem Hard Fork” untuk mengenang perwakilan governance yang telah meninggal, Max van Rossem. Ini bukan hanya penghormatan kepada kontributor komunitas, tetapi juga menandai kemajuan baru dalam peningkatan sistem dan governance desentralisasi Cardano. Pemungutan suara komunitas telah dimulai pada 13 Januari dan akan berlangsung hingga 14 Februari.
Warisan Komunitas van Rossem
Peran Max van Rossem dalam ekosistem Cardano jauh lebih dari satu identitas. Ia pernah menjabat sebagai anggota dan co-lead dari tim kerja pemilihan Dewan Konstitusi, menjadi pemain kunci dalam penyusunan konstitusi pertama Cardano, dan berperan penting dalam proses inklusi Pasal Delapan dalam konstitusi tersebut.
Selain pekerjaan governance, van Rossem juga mendirikan proyek AdaMoments, yang berkomitmen untuk menyimpan sejarah pribadi pengguna secara permanen. Selain itu, ia tetap aktif dalam pembangunan komunitas Belanda, memberikan kontribusi dalam promosi dan lokalisasi Cardano di Eropa.
Menggunakan hard fork untuk mengenang anggota komunitas ini bukanlah praktik umum di industri blockchain. Hal ini mencerminkan cara komunitas Cardano mengakui kontributor, serta menunjukkan bagaimana organisasi desentralisasi dapat mengintegrasikan perhatian manusia dalam peningkatan teknologi.
Signifikansi Teknis dari Upgrade Versi 11 Protokol
Hard fork ini bukan hanya sebuah peringatan, tetapi juga langkah penting dalam peningkatan kinerja Cardano. Berdasarkan informasi terkait, upgrade versi 11 protokol akan membawa perbaikan di tiga bidang utama:
Perbaikan ini sangat berarti bagi pengembang dan pengguna ekosistem Cardano. Terutama peningkatan performa Plutus, yang berpotensi menarik lebih banyak pengembang dApp untuk membangun aplikasi di atas Cardano, sehingga mendorong aktivitas ekosistem.
Cerminan Governance Komunitas
Dari jadwal pemungutan suara, Cardano menunjukkan komitmennya terhadap governance desentralisasi. Usulan penamaan ini akan menerima suara komunitas dari 13 Januari hingga 14 Februari, memberikan jendela partisipasi yang luas.
Praktik ini juga mencerminkan eksplorasi Cardano dalam governance on-chain. Melalui sistem DReps (delegated representatives), pemilik token biasa dapat berpartisipasi langsung atau mendelegasikan orang lain untuk mengambil keputusan penting, termasuk upgrade protokol dan alokasi dana. Menggunakan hard fork untuk menamai keputusan penting sebagai bentuk penghormatan kepada anggota komunitas semakin memperkuat nilai partisipasi komunitas.
Kesimpulan
Cardano menggunakan hard fork untuk mengenang Max van Rossem, sebagai bentuk penghormatan kepada kontributor komunitas dan sebagai wujud penerapan semangat governance desentralisasi. Perbaikan kinerja yang dijanjikan oleh upgrade versi 11 protokol diharapkan membawa peningkatan nyata bagi ekosistem Cardano. Hasil pemungutan suara komunitas berikutnya dan implementasi spesifik dari upgrade ini patut terus dipantau. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Cardano tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga membangun budaya komunitas yang lebih kohesif.