Pada tahun 2008, asap dari krisis keuangan belum benar-benar hilang, tiba-tiba muncul sebuah makalah yang ditandatangani oleh Satoshi Nakamoto — 《Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System》. Tokoh misterius ini menggunakan sebuah sistem uang elektronik peer-to-peer yang sepenuhnya baru, secara langsung menantang sistem keuangan tradisional.
Tidak ada yang benar-benar tahu siapa Satoshi Nakamoto. Mungkin seorang individu, mungkin tim riset, atau mungkin hanya sebuah nama samaran. Karena rasa misteri inilah, sejak kelahirannya, Bitcoin telah dilingkupi oleh nuansa legenda.
Logika inti dalam whitepaper sebenarnya tidak rumit: Pertama, Anda tidak lagi membutuhkan bank sebagai perantara — jaringan desentralisasi dapat menyelesaikan transaksi. Kedua, tidak ada yang bisa memalsukan atau menghabiskan uang Anda secara ganda, karena seluruh jaringan memelihara buku besar secara bersama-sama melalui kriptografi dan node. Yang paling penting, jumlah total Bitcoin dibatasi secara permanen pada 21 juta koin, dan kelangkaan ini memberinya atribut seperti emas digital. Penambang menggunakan kekuatan komputasi untuk memelihara jaringan ini, dan sebagai imbalannya mereka mendapatkan hadiah — mekanisme insentif ini membuat seluruh ekosistem berjalan sendiri.
Pada Januari 2009, jaringan Bitcoin resmi diluncurkan. Saat itu, era blockchain dimulai.
Lalu ada "kehilangan". Pada 23 April 2011, Satoshi Nakamoto meninggalkan pesan terakhir di forum dan menghilang sepenuhnya. Ia menyerahkan Bitcoin kepada komunitas, seperti sutradara yang selesai syuting lalu pergi dengan santai. Sejak saat itu, ia tidak pernah muncul lagi.
Namun, ini tidak berarti ia dilupakan. Berdasarkan analisis, Satoshi Nakamoto diperkirakan memegang sekitar 1 juta Bitcoin. Ketika pada tahun 2025 Bitcoin menembus $120.000, kekayaannya di buku besar akan melebihi 134 miliar dolar AS, cukup untuk masuk dalam daftar 10 orang terkaya di dunia. Ironisnya, orang yang telah mengubah pola keuangan global ini, sudah lama berada di luar pandangan masyarakat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pada tahun 2008, asap dari krisis keuangan belum benar-benar hilang, tiba-tiba muncul sebuah makalah yang ditandatangani oleh Satoshi Nakamoto — 《Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System》. Tokoh misterius ini menggunakan sebuah sistem uang elektronik peer-to-peer yang sepenuhnya baru, secara langsung menantang sistem keuangan tradisional.
Tidak ada yang benar-benar tahu siapa Satoshi Nakamoto. Mungkin seorang individu, mungkin tim riset, atau mungkin hanya sebuah nama samaran. Karena rasa misteri inilah, sejak kelahirannya, Bitcoin telah dilingkupi oleh nuansa legenda.
Logika inti dalam whitepaper sebenarnya tidak rumit: Pertama, Anda tidak lagi membutuhkan bank sebagai perantara — jaringan desentralisasi dapat menyelesaikan transaksi. Kedua, tidak ada yang bisa memalsukan atau menghabiskan uang Anda secara ganda, karena seluruh jaringan memelihara buku besar secara bersama-sama melalui kriptografi dan node. Yang paling penting, jumlah total Bitcoin dibatasi secara permanen pada 21 juta koin, dan kelangkaan ini memberinya atribut seperti emas digital. Penambang menggunakan kekuatan komputasi untuk memelihara jaringan ini, dan sebagai imbalannya mereka mendapatkan hadiah — mekanisme insentif ini membuat seluruh ekosistem berjalan sendiri.
Pada Januari 2009, jaringan Bitcoin resmi diluncurkan. Saat itu, era blockchain dimulai.
Lalu ada "kehilangan". Pada 23 April 2011, Satoshi Nakamoto meninggalkan pesan terakhir di forum dan menghilang sepenuhnya. Ia menyerahkan Bitcoin kepada komunitas, seperti sutradara yang selesai syuting lalu pergi dengan santai. Sejak saat itu, ia tidak pernah muncul lagi.
Namun, ini tidak berarti ia dilupakan. Berdasarkan analisis, Satoshi Nakamoto diperkirakan memegang sekitar 1 juta Bitcoin. Ketika pada tahun 2025 Bitcoin menembus $120.000, kekayaannya di buku besar akan melebihi 134 miliar dolar AS, cukup untuk masuk dalam daftar 10 orang terkaya di dunia. Ironisnya, orang yang telah mengubah pola keuangan global ini, sudah lama berada di luar pandangan masyarakat.