Pergerakan minyak mentah kali ini memang cukup agresif. WTI minyak mentah naik selama empat hari berturut-turut, total kenaikan lebih dari 4 dolar/barel, pada hari Selasa sempat mencapai titik tertinggi dalam hampir dua bulan di 60.50 dolar/barel, kemudian mengalami koreksi dan saat ini berfluktuasi di sekitar 60.00 dolar/barel. Penyebab utamanya sangat jelas—pasar sedang khawatir tentang situasi Iran. Sebagai produsen minyak mentah penting di dunia, jika terjadi masalah pasokan dari Iran, seluruh pola penawaran dan permintaan minyak global akan ikut berubah, yang langsung mendorong harga minyak naik.
Dari grafik harian, setelah rebound dari 54.80 dolar/barel, minyak mentah memasuki zona konsolidasi. Pergerakan terakhir menunjukkan tiga garis bullish yang beruntun, berhasil menembus sistem moving average, dan tren jangka menengah mulai beralih dari tren satu arah ke pola konsolidasi. Di sini, perlu memperhatikan posisi di 60.50 dolar/barel, yang merupakan hambatan pertama dalam rebound jangka menengah. Jika tidak mampu menembusnya, minyak mentah kemungkinan akan tetap bergerak lemah dalam konsolidasi, tanpa peluang tren yang jelas.
Grafik jam menunjukkan dengan lebih jelas. Setelah harga menembus di atas 60 dolar, harga terus menguat, pola moving average sangat menunjukkan tren bullish, dan suasana bullish sangat kokoh. MACD berada di atas garis nol dan beroperasi di posisi tinggi, menunjukkan kekuatan momentum bullish yang cukup, dan sinyal kenaikan jangka pendek sangat jelas. Penilaian subjektif dan objektif mengarah ke arah yang sama, jadi peluang minyak mentah untuk terus naik cukup besar.
**Referensi Perdagangan** Area masuk: Beli di sekitar 60.30 Stop loss: 59.50 Target: 61.50
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pergerakan minyak mentah kali ini memang cukup agresif. WTI minyak mentah naik selama empat hari berturut-turut, total kenaikan lebih dari 4 dolar/barel, pada hari Selasa sempat mencapai titik tertinggi dalam hampir dua bulan di 60.50 dolar/barel, kemudian mengalami koreksi dan saat ini berfluktuasi di sekitar 60.00 dolar/barel. Penyebab utamanya sangat jelas—pasar sedang khawatir tentang situasi Iran. Sebagai produsen minyak mentah penting di dunia, jika terjadi masalah pasokan dari Iran, seluruh pola penawaran dan permintaan minyak global akan ikut berubah, yang langsung mendorong harga minyak naik.
Dari grafik harian, setelah rebound dari 54.80 dolar/barel, minyak mentah memasuki zona konsolidasi. Pergerakan terakhir menunjukkan tiga garis bullish yang beruntun, berhasil menembus sistem moving average, dan tren jangka menengah mulai beralih dari tren satu arah ke pola konsolidasi. Di sini, perlu memperhatikan posisi di 60.50 dolar/barel, yang merupakan hambatan pertama dalam rebound jangka menengah. Jika tidak mampu menembusnya, minyak mentah kemungkinan akan tetap bergerak lemah dalam konsolidasi, tanpa peluang tren yang jelas.
Grafik jam menunjukkan dengan lebih jelas. Setelah harga menembus di atas 60 dolar, harga terus menguat, pola moving average sangat menunjukkan tren bullish, dan suasana bullish sangat kokoh. MACD berada di atas garis nol dan beroperasi di posisi tinggi, menunjukkan kekuatan momentum bullish yang cukup, dan sinyal kenaikan jangka pendek sangat jelas. Penilaian subjektif dan objektif mengarah ke arah yang sama, jadi peluang minyak mentah untuk terus naik cukup besar.
**Referensi Perdagangan**
Area masuk: Beli di sekitar 60.30
Stop loss: 59.50
Target: 61.50