Generasi Z percaya bahwa mereka tidak akan mencapai tujuan keuangan jangka panjang—terutama pencapaian klasik seperti memiliki rumah. Kekecewaan ini langsung tercermin dalam upaya mereka di tempat kerja: mengapa harus bekerja lebih keras jika mencapai target tampaknya sudah tidak mungkin? Kurangnya motivasi menjadi sebuah keputusasaan yang didorong oleh tekanan ekonomi. Para pemuda mulai mempertanyakan posisi mereka dalam sistem—apakah disiplin kerja dan ambisi karier lebih penting daripada kesejahteraan pribadi, atau justru menjadi sumber ambisi finansial? Paradoks ini mengubah sistem nilai dari seluruh generasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
WhaleInTraining
· 1jam yang lalu
ngl generasi ini benar-benar dihancurkan oleh sistem, mimpi memiliki rumah benar-benar hancur dan terpaksa bekerja keras? Sangat lucu
Lihat AsliBalas0
RektButStillHere
· 01-15 21:17
Sejujurnya, generasi ini benar-benar cukup menyedihkan, mimpi memiliki rumah benar-benar hancur.
Lihat AsliBalas0
NFTHoarder
· 01-14 17:03
Tidak mampu membeli rumah, malah harus lembur, saya tertawa
Lihat AsliBalas0
AirdropAutomaton
· 01-14 02:00
Langsung santai saja, bagaimanapun membeli rumah adalah impian
Lihat AsliBalas0
DeFiDoctor
· 01-14 02:00
Catatan pemeriksaan menunjukkan bahwa sistem keuangan generasi ini memang mengalami masalah—gejala klinisnya adalah penurunan motivasi yang parah. Setelah impian properti hancur, langsung mempengaruhi hasil kerja, seluruh mekanisme insentif menjadi tidak efektif.
Disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang secara berkala terhadap sistem ini... gejala keluar dana sudah sangat jelas.
Lihat AsliBalas0
SilentAlpha
· 01-14 01:56
Membeli rumah? Haha, apa itu? Kami generasi ini sudah lama menyerah untuk membayangkannya
Lihat AsliBalas0
CoffeeOnChain
· 01-14 01:54
Tertawa terbahak-bahak, harga rumah segila ini siapa lagi yang punya semangat untuk bekerja keras... Memang sistem desain ini dibuat untuk menghabiskan tenaga muda-mudi
Lihat AsliBalas0
consensus_whisperer
· 01-14 01:47
Generasi ini benar-benar dibuat bingung oleh sistem, mimpi memiliki rumah sudah lama hancur hahaha
Lihat AsliBalas0
SellLowExpert
· 01-14 01:46
Kembali lagi dengan ini, apakah kita terlalu malas atau sistem yang rusak ini terlalu putus asa...
Generasi Z percaya bahwa mereka tidak akan mencapai tujuan keuangan jangka panjang—terutama pencapaian klasik seperti memiliki rumah. Kekecewaan ini langsung tercermin dalam upaya mereka di tempat kerja: mengapa harus bekerja lebih keras jika mencapai target tampaknya sudah tidak mungkin? Kurangnya motivasi menjadi sebuah keputusasaan yang didorong oleh tekanan ekonomi. Para pemuda mulai mempertanyakan posisi mereka dalam sistem—apakah disiplin kerja dan ambisi karier lebih penting daripada kesejahteraan pribadi, atau justru menjadi sumber ambisi finansial? Paradoks ini mengubah sistem nilai dari seluruh generasi.