Panggilan jam tiga pagi membuat saya tidak bisa tidur nyenyak semalaman—Bro Zhang di komunitas sangat panik sampai tidak bisa berkata-kata: "Dompet saya dibersihkan dalam semalam, tidak melakukan apa-apa, begitu saja hilang!"
Setelah mendengar penjelasannya secara lengkap, reaksi saya hanya satu kata: tidak terkejut.
**Ini bukan teknologi hacker yang rumit**
Dia menggunakan dompet self-hosted, tidak ada margin call, platform juga tidak bermasalah, hanya aset yang dipindahkan secara murni. Jawaban dari pihak polisi pun lucu—"Mungkin salah operasi dari anggota keluarga." Hak konsumen? Lupakan saja.
Saya sudah melihat terlalu banyak kejadian seperti ini selama delapan tahun di dunia kripto. Setiap kali pola yang sama, korban berbeda. Mereka yang trading di bursa, chasing pump and dump, all-in di semua posisi, sangat mahir dalam mengelola risiko. Tapi begitu menyangkut perlindungan aset dasar? Semua jadi amatir.
**Rinciannya menyimpan uang keringat dan darahmu**
Kasus Bro Zhang ini terlihat aneh, sebenarnya penuh celah. Sistem tidak pernah diperbarui selama tiga tahun—ini seperti pintu anti maling yang kurang setengah daun. Password WiFi rumah tidak pernah diganti sejak awal—seperti menaruh kunci di luar terbuka. Ponsel penuh aplikasi pop-up, siapa tahu ada program pengawasan tersembunyi di dalamnya.
Yang paling absurd? Dia menyimpan seed phrase di catatan memo.
Operasi ini benar-benar bunuh diri. Seperti menggantungkan kunci rumah di gagang pintu, bahkan menempelkan kertas bertuliskan "Selamat Datang". Kalau ada yang mau masuk, sama sekali tidak sulit.
**Luka mematikan seringkali berasal dari kebiasaan sehari-hari**
Sebuah pembaruan sistem yang diabaikan, password lemah yang tidak pernah diganti, izin aplikasi yang lalai, ditambah kepercayaan diri berlebihan—hal-hal kecil ini tampak tidak penting, tapi akhirnya menjadi batu loncatan bagi hacker.
Saya sudah melihat terlalu banyak orang, aset di akun mereka mencapai puluhan juta, tapi menyimpan private key di dokumen Word. Banyak yang mengeluarkan biaya besar untuk pelatihan trading, tapi menulis password dompet di kertas dan menyimpannya sembarangan. Perbedaan ini, kalau diceritakan, bikin hati sakit.
**Yang ingin saya katakan hanya satu kalimat**
Di pasar kripto, pelajari dulu "cara menyelamatkan diri", baru bicara soal mencari uang. Cerita keuntungan ratusan kali lipat memang menggoda, tapi syaratnya adalah kamu harus tetap hidup untuk menerima uang itu. Tanpa sistem perlindungan aset yang lengkap, apapun keuntunganmu, akhirnya kamu hanya menjadi pekerja bagi hacker.
Keamanan aset bukanlah skill tingkat tinggi, juga bukan pilihan—ini adalah syarat dasar masuk. Mulai dari rutin memperbarui sistem, mengganti password, mengisolasi perangkat, menyimpan seed phrase secara offline, dan membangun pertahanan secara bertahap. Karena di dunia ini, kehilangan bukan cuma uang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panggilan jam tiga pagi membuat saya tidak bisa tidur nyenyak semalaman—Bro Zhang di komunitas sangat panik sampai tidak bisa berkata-kata: "Dompet saya dibersihkan dalam semalam, tidak melakukan apa-apa, begitu saja hilang!"
Setelah mendengar penjelasannya secara lengkap, reaksi saya hanya satu kata: tidak terkejut.
**Ini bukan teknologi hacker yang rumit**
Dia menggunakan dompet self-hosted, tidak ada margin call, platform juga tidak bermasalah, hanya aset yang dipindahkan secara murni. Jawaban dari pihak polisi pun lucu—"Mungkin salah operasi dari anggota keluarga." Hak konsumen? Lupakan saja.
Saya sudah melihat terlalu banyak kejadian seperti ini selama delapan tahun di dunia kripto. Setiap kali pola yang sama, korban berbeda. Mereka yang trading di bursa, chasing pump and dump, all-in di semua posisi, sangat mahir dalam mengelola risiko. Tapi begitu menyangkut perlindungan aset dasar? Semua jadi amatir.
**Rinciannya menyimpan uang keringat dan darahmu**
Kasus Bro Zhang ini terlihat aneh, sebenarnya penuh celah. Sistem tidak pernah diperbarui selama tiga tahun—ini seperti pintu anti maling yang kurang setengah daun. Password WiFi rumah tidak pernah diganti sejak awal—seperti menaruh kunci di luar terbuka. Ponsel penuh aplikasi pop-up, siapa tahu ada program pengawasan tersembunyi di dalamnya.
Yang paling absurd? Dia menyimpan seed phrase di catatan memo.
Operasi ini benar-benar bunuh diri. Seperti menggantungkan kunci rumah di gagang pintu, bahkan menempelkan kertas bertuliskan "Selamat Datang". Kalau ada yang mau masuk, sama sekali tidak sulit.
**Luka mematikan seringkali berasal dari kebiasaan sehari-hari**
Sebuah pembaruan sistem yang diabaikan, password lemah yang tidak pernah diganti, izin aplikasi yang lalai, ditambah kepercayaan diri berlebihan—hal-hal kecil ini tampak tidak penting, tapi akhirnya menjadi batu loncatan bagi hacker.
Saya sudah melihat terlalu banyak orang, aset di akun mereka mencapai puluhan juta, tapi menyimpan private key di dokumen Word. Banyak yang mengeluarkan biaya besar untuk pelatihan trading, tapi menulis password dompet di kertas dan menyimpannya sembarangan. Perbedaan ini, kalau diceritakan, bikin hati sakit.
**Yang ingin saya katakan hanya satu kalimat**
Di pasar kripto, pelajari dulu "cara menyelamatkan diri", baru bicara soal mencari uang. Cerita keuntungan ratusan kali lipat memang menggoda, tapi syaratnya adalah kamu harus tetap hidup untuk menerima uang itu. Tanpa sistem perlindungan aset yang lengkap, apapun keuntunganmu, akhirnya kamu hanya menjadi pekerja bagi hacker.
Keamanan aset bukanlah skill tingkat tinggi, juga bukan pilihan—ini adalah syarat dasar masuk. Mulai dari rutin memperbarui sistem, mengganti password, mengisolasi perangkat, menyimpan seed phrase secara offline, dan membangun pertahanan secara bertahap. Karena di dunia ini, kehilangan bukan cuma uang.