Dalam trading kontrak jangka panjang, banyak orang akan menyadari satu pola: mengapa mereka selalu mendapatkan keuntungan kecil dan kerugian besar?
Mengatur stop loss, langsung ditembus saat berbalik. Tidak mengatur stop loss, posisi malah terjebak di harga margin call. Terlihat seperti sengaja dikunci.
Tapi sejujurnya, ini bukan masalah keberuntungan, akar permasalahannya ada pada persepsi.
Kamu mengira sedang bertarung melawan pasar, padahal sebenarnya menggunakan aturan trading yang secara bawaan tidak menguntungkan trader ritel. Ukuran posisi, leverage yang digunakan, batas margin call yang diatur—semua data ini terbuka dan transparan bagi bursa. Dengan begitu, situasinya berubah: menang sekali mendapatkan keuntungan kecil, kalah langsung terpanggang.
Menang sepuluh atau dua puluh kali berturut-turut mungkin terlihat stabil, tapi satu kesalahan dalam satu operasi, semua keuntungan langsung hilang. Inilah mengapa kebanyakan orang akhirnya tidak bisa lepas dari takdir kerugian jangka panjang dalam kontrak.
Masalahnya bukan karena kamu tidak paham arah pasar, melainkan struktur keuntungan dan kerugianmu sendiri sudah berada di pihak yang salah. Untuk menghindari jalan yang sia-sia, yang paling penting adalah mengubah logika trading dan pola manajemen risiko.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidationWatcher
· 01-13 21:51
又来这套,说得再好听还是那一套。早就知道散户命苦。
---
真的假的,止损被砸穿这种事我没遇过啊,怎么感觉在讲别人的故事。
---
破防了,我就是那个赢十次输一次直接爆的人。
---
所以呢,改变交易逻辑就能赚钱了?还是别瞎折腾了。
---
交易所透明你的数据这点我信,不然怎么这么巧呢。
---
听了这么多废话,还是该亏就亏。
---
能别说教了,谁不知道这套,做起来才是地狱。
---
这逻辑我赞同,但问题是知道归知道,执行起来又是另一回事。
---
risiko manajemen pikiran saja bisa membalikkan keadaan? Haha, kalau memang semudah itu, semua pasti sudah untung.
Lihat AsliBalas0
TopEscapeArtist
· 01-13 21:50
Sangat nyata, aku benar-benar mengalami ini. Level stop-loss langsung ditembus begitu saja saat dipasang, jika tidak dipasang ya menunggu sampai margin call, rasanya bursa memperlakukan aku secara khusus. Baru kemudian aku mengerti, bukan karena mereka menargetku, melainkan struktur keuntungan dan kerugian sendiri yang sudah salah arah, dan setelah memahami grafik candlestick pun jadi sia-sia.
Lihat AsliBalas0
OnchainDetective
· 01-13 21:48
Mungkin terdengar keras, tapi memang menyakitkan, saya adalah tipe orang yang menang 20 kali berturut-turut lalu langsung kehilangan semuanya dalam satu taruhan. Sekarang kalau dipikir-pikir, memang pantas saja.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterXM
· 01-13 21:47
Bursa memang memegang kendali atas nasib kita, jujur saja, kita telah dipahami sepenuhnya oleh orang lain
Dalam trading kontrak jangka panjang, banyak orang akan menyadari satu pola: mengapa mereka selalu mendapatkan keuntungan kecil dan kerugian besar?
Mengatur stop loss, langsung ditembus saat berbalik. Tidak mengatur stop loss, posisi malah terjebak di harga margin call. Terlihat seperti sengaja dikunci.
Tapi sejujurnya, ini bukan masalah keberuntungan, akar permasalahannya ada pada persepsi.
Kamu mengira sedang bertarung melawan pasar, padahal sebenarnya menggunakan aturan trading yang secara bawaan tidak menguntungkan trader ritel. Ukuran posisi, leverage yang digunakan, batas margin call yang diatur—semua data ini terbuka dan transparan bagi bursa. Dengan begitu, situasinya berubah: menang sekali mendapatkan keuntungan kecil, kalah langsung terpanggang.
Menang sepuluh atau dua puluh kali berturut-turut mungkin terlihat stabil, tapi satu kesalahan dalam satu operasi, semua keuntungan langsung hilang. Inilah mengapa kebanyakan orang akhirnya tidak bisa lepas dari takdir kerugian jangka panjang dalam kontrak.
Masalahnya bukan karena kamu tidak paham arah pasar, melainkan struktur keuntungan dan kerugianmu sendiri sudah berada di pihak yang salah. Untuk menghindari jalan yang sia-sia, yang paling penting adalah mengubah logika trading dan pola manajemen risiko.