Jepang menghadapi paradoks yang sudah sangat dikenal oleh banyak negara maju: ekonominya semakin bergantung pada pekerja asing untuk mempertahankan pertumbuhan. Kekurangan tenaga kerja nyata, penurunan demografis tak terbantahkan. Namun secara politik, sentimen anti-asing semakin mendapatkan dukungan. Ini adalah kontradiksi yang terungkap dalam pembuatan kebijakan—mengakui kebutuhan sambil memperkuat retorika nasionalis. Apakah Jepang dapat meredakan ketegangan antara kebutuhan ekonomi dan tekanan politik tetap menjadi pertanyaan terbuka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
FancyResearchLab
· 4jam yang lalu
Ini adalah paradoks ekonomi yang khas, kebijakan yang secara teori seharusnya dapat dilakukan bertemu dengan sentimen populis di dunia nyata, dan akhirnya membuat diri mereka terjebak di dalamnya.
Lihat AsliBalas0
RektHunter
· 15jam yang lalu
Trik ini di Jepang benar-benar luar biasa, di satu sisi bilang kekurangan tenaga kerja, di sisi lain bersikap eksklusif, para ekonom seharusnya dihukum mati
Lihat AsliBalas0
GraphGuru
· 15jam yang lalu
Benar-benar, langkah Jepang kali ini sangat ironis, satu sisi mengaku kekurangan tenaga kerja, di sisi lain bersikap eksklusif
Lihat AsliBalas0
NFTRegretDiary
· 15jam yang lalu
Situasi Jepang saat ini benar-benar luar biasa, membutuhkan uang dan orang, tetapi tidak ingin orang asing
Lihat AsliBalas0
TradFiRefugee
· 15jam yang lalu
Masalah di Jepang ini, tipikal orang yang bilang tidak mau tapi tubuhnya sangat jujur, saat benar-benar membutuhkan orang lain, tetap harus merendahkan diri dan bersikap sopan
Lihat AsliBalas0
BearMarketHustler
· 15jam yang lalu
Operasi di Jepang ini benar-benar luar biasa, satu sisi kekurangan orang, satu sisi lagi eksklusif, rasanya seperti tangan kiri dan kanan saling bertarung
Jepang menghadapi paradoks yang sudah sangat dikenal oleh banyak negara maju: ekonominya semakin bergantung pada pekerja asing untuk mempertahankan pertumbuhan. Kekurangan tenaga kerja nyata, penurunan demografis tak terbantahkan. Namun secara politik, sentimen anti-asing semakin mendapatkan dukungan. Ini adalah kontradiksi yang terungkap dalam pembuatan kebijakan—mengakui kebutuhan sambil memperkuat retorika nasionalis. Apakah Jepang dapat meredakan ketegangan antara kebutuhan ekonomi dan tekanan politik tetap menjadi pertanyaan terbuka.