Dalam sebuah pernyataan publik yang jarang terjadi, Ketua Federal Reserve yang sedang menjabat secara terbuka mengkritik tekanan presiden untuk menerapkan pemotongan suku bunga. Ini menandai momen penting dalam sejarah perbankan sentral—kemerdekaan Fed dari pengaruh eksekutif sedang diuji.
Kesamaan dengan tahun 1970 sangat mencolok. Arthur Burns, saat itu Ketua Fed, menghadapi tekanan politik serupa dari pemerintahan, yang akhirnya mengorbankan otonomi lembaga tersebut. Episode tersebut berkontribusi pada krisis stagflasi yang kemudian terjadi.
Mengapa ini penting: Ketika kebijakan moneter menjadi politis, kredibilitas akan terkikis. Pasar berkembang pesat dengan pengambilan keputusan yang dapat diprediksi dan independen. Keputusan suku bunga harus mencerminkan data ekonomi—metrik inflasi, angka pengangguran, proyeksi pertumbuhan—bukan kalender politik.
Bagi trader kripto, ini menandakan ketidakpastian makro di depan. Perubahan kebijakan yang didorong oleh politik daripada fundamental biasanya memicu volatilitas di semua kelas aset. Perhatikan bagaimana ini berkembang; independensi bank sentral selalu menjadi fondasi pasar keuangan yang stabil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
StableGenius
· 5jam yang lalu
ngl, the 1970 burns parallel is lazy history here. stagflasi tidak terjadi *karena* tekanan politik—itu adalah hasil yang tak terelakkan dari kerangka moneter yang secara fundamental cacat. tapi tentu, mari kita pura-pura kemerdekaan memperbaiki segalanya sambil mengabaikan kenyataan bahwa perhitungan sebenarnya tidak cocok.
Lihat AsliBalas0
FastLeaver
· 01-13 16:00
Hmm... lagi-lagi dengan tekanan politik ini? Sejarah benar-benar seperti siklus, lubang tahun 1970-an masih digali sampai sekarang.
Lihat AsliBalas0
GateUser-beba108d
· 01-13 15:58
Federal Reserve akan kembali dipolitisasi? Apakah pelajaran dari tahun 1970 belum cukup... Kali ini harus benar-benar berkompromi, dunia kripto harus gemetar tiga kali lipat
Lihat AsliBalas0
SelfMadeRuggee
· 01-13 15:57
Kembali melakukan politik, jika Fed benar-benar berkompromi, pasar kripto kita akan mendapatkan pukulan
Lihat AsliBalas0
GasFeeNightmare
· 01-13 15:46
Kembali lagi dengan pola ini, intervensi politik terhadap kebijakan moneter... Saya hanya ingin bertanya, saat volatilitas meningkat, apakah biaya gas akan ikut melonjak? Semula ingin membeli saat larut malam, sekarang malah tidak berani bergerak, takut kebijakan berbalik dan langsung merugi lebih parah.
Lihat AsliBalas0
DegenMcsleepless
· 01-13 15:43
ngl independensi Fed hancur kita semua harus kabur, sejarah benar-benar sedang berulang lagi
Dalam sebuah pernyataan publik yang jarang terjadi, Ketua Federal Reserve yang sedang menjabat secara terbuka mengkritik tekanan presiden untuk menerapkan pemotongan suku bunga. Ini menandai momen penting dalam sejarah perbankan sentral—kemerdekaan Fed dari pengaruh eksekutif sedang diuji.
Kesamaan dengan tahun 1970 sangat mencolok. Arthur Burns, saat itu Ketua Fed, menghadapi tekanan politik serupa dari pemerintahan, yang akhirnya mengorbankan otonomi lembaga tersebut. Episode tersebut berkontribusi pada krisis stagflasi yang kemudian terjadi.
Mengapa ini penting: Ketika kebijakan moneter menjadi politis, kredibilitas akan terkikis. Pasar berkembang pesat dengan pengambilan keputusan yang dapat diprediksi dan independen. Keputusan suku bunga harus mencerminkan data ekonomi—metrik inflasi, angka pengangguran, proyeksi pertumbuhan—bukan kalender politik.
Bagi trader kripto, ini menandakan ketidakpastian makro di depan. Perubahan kebijakan yang didorong oleh politik daripada fundamental biasanya memicu volatilitas di semua kelas aset. Perhatikan bagaimana ini berkembang; independensi bank sentral selalu menjadi fondasi pasar keuangan yang stabil.