Kerugian, tetapi masih harus terus memegang posisi. Ini adalah dilema yang dialami oleh banyak trader.
Akar masalah sebenarnya terletak di otak. Ketika kamu menghadapi kerugian nyata, otak tidak akan dengan patuh mengaku kalah. Sebaliknya, otak akan mengaktifkan serangkaian mekanisme perlindungan diri.
Pertama adalah reaksi biokimia. Kerugian yang tidak rasional dan terus membesar akan menyebabkan stres dan rasa sakit yang besar. Otakmu segera mulai memproduksi endorfin—sejenis analgesik alami. Ini membuatmu sementara merasa mati rasa, garis pertahanan mentalmu hancur total, dan yang terburuk adalah kamu akan terus memegang posisi.
Kemudian dopamin datang. Neurotransmitter ini akan memberi sinyal kuat secara psikologis, membuatmu mulai mengarang cerita. "Para bos semua jadi kaya raya karena tahan posisi," "Kali ini pasti akan rebound," "Penilaianku tidak salah"… Pikiran-pikiran ini akan berulang dan semakin kuat.
Dua neurotransmitter ini bekerja bersama, dan sensasi euforia patologis pun muncul. Kamu tidak lagi melakukan trading secara rasional, melainkan tenggelam dalam sensasi penipuan diri sendiri. Hasil akhirnya? Biasanya adalah margin call atau likuidasi.
Memahami hal ini sangat penting. Ini bukan kesalahanmu, melainkan sifat biologis otak manusia. Tapi mengetahui hal ini saja tidak cukup—langkah selanjutnya adalah belajar melawan mekanisme ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kerugian, tetapi masih harus terus memegang posisi. Ini adalah dilema yang dialami oleh banyak trader.
Akar masalah sebenarnya terletak di otak. Ketika kamu menghadapi kerugian nyata, otak tidak akan dengan patuh mengaku kalah. Sebaliknya, otak akan mengaktifkan serangkaian mekanisme perlindungan diri.
Pertama adalah reaksi biokimia. Kerugian yang tidak rasional dan terus membesar akan menyebabkan stres dan rasa sakit yang besar. Otakmu segera mulai memproduksi endorfin—sejenis analgesik alami. Ini membuatmu sementara merasa mati rasa, garis pertahanan mentalmu hancur total, dan yang terburuk adalah kamu akan terus memegang posisi.
Kemudian dopamin datang. Neurotransmitter ini akan memberi sinyal kuat secara psikologis, membuatmu mulai mengarang cerita. "Para bos semua jadi kaya raya karena tahan posisi," "Kali ini pasti akan rebound," "Penilaianku tidak salah"… Pikiran-pikiran ini akan berulang dan semakin kuat.
Dua neurotransmitter ini bekerja bersama, dan sensasi euforia patologis pun muncul. Kamu tidak lagi melakukan trading secara rasional, melainkan tenggelam dalam sensasi penipuan diri sendiri. Hasil akhirnya? Biasanya adalah margin call atau likuidasi.
Memahami hal ini sangat penting. Ini bukan kesalahanmu, melainkan sifat biologis otak manusia. Tapi mengetahui hal ini saja tidak cukup—langkah selanjutnya adalah belajar melawan mekanisme ini.