Banyak orang saat ini memegang emas di tangan mereka, tetapi hati mereka gelisah: Apakah benda ini akan tiba-tiba berbalik wajah? Apakah begitu terjebak, harus tidur bersama selama tiga puluh tahun?



Sebenarnya tidak perlu khawatir sama sekali. Cek kembali buku besar keuangan selama empat puluh tahun terakhir, setiap penurunan besar logam mulia bukanlah munculnya angsa hitam secara tiba-tiba—di baliknya selalu ada alasan yang jelas.

**Gelombang penurunan pertama: 1980 hingga 1982, turun 85%**

Apa penyebabnya? Federal Reserve secara keras menaikkan suku bunga ke level tertinggi. Pada masa itu, selama menyimpan uang di bank, orang bisa mendapatkan bunga dengan santai, siapa yang mau memegang emas yang tidak menghasilkan bunga dan menunggu? Hasil dari suara pasar adalah penjualan kolektif logam mulia. Ini adalah operasi biasa, tidak ada yang aneh.

**Gelombang penurunan kedua: selama krisis keuangan 2008 dari Maret hingga Oktober, turun 30%**

Jangan salah paham, ini bukan karena emas itu sendiri bermasalah, melainkan seluruh sistem keuangan dunia sedang demam. Arus kas global mengering sampai batas maksimal, lembaga keuangan untuk bertahan hidup hanya bisa menjual semua yang bisa dijual—termasuk emas—hanya untuk mendapatkan uang tunai darurat. Ini disebut "badai likuiditas", tidak ada hubungannya dengan nilai aset itu sendiri.

**Gelombang ketiga yang terlupakan: antara 2013 hingga 2015, turun total 39%**

Apa yang paling menarik perhatian saat itu? Pasar properti dan pasar saham. Ketika pasar menemukan tempat dengan hasil yang lebih menguntungkan, aset defensif secara alami menjadi tidak menarik. Ini adalah sifat mencari keuntungan dari dana, tidak ada yang misterius.

**Gelombang keempat: percobaan pada paruh kedua 2016, turun 16%**

Logika sederhana dan kasar: Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Uang pintar segera melarikan diri, pasar menurunkan harga untuk menyerap berita buruk ini.

**Pengakuan pola**

Sudah melihat pola? Naskah penurunan besar logam mulia ini dimainkan oleh tiga tokoh utama secara bergantian:
- Yang pertama: Federal Reserve yang mengayunkan tongkat kenaikan suku bunga
- Yang kedua: pasar tiba-tiba menemukan favorit baru dengan hasil lebih tinggi (aset dengan hasil tinggi, jalur baru yang sedang berkembang, dll.)
- Yang ketiga: dana mengalir ke kolam penampungan baru (misalnya properti yang gila-gilaan saat itu)

Sejarah memiliki siklus, manusia tidak pernah berubah. Risiko terbesar dari investasi logam mulia bukanlah siklus pasar itu sendiri, tetapi kecenderungan orang untuk tidak rasional saat emosi sedang tinggi dan langsung menginvestasikan semuanya.

Memahami pola siklus ini, logam mulia bisa menjadi penopang utama dalam alokasi aset Anda; jika tidak mampu membaca siklus dan hati manusia, aset yang tampaknya aman sekalipun bisa membuat Anda terjebak mati-matian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 5
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
FlatlineTradervip
· 01-13 14:53
Singkatnya, jangan kejar harga tinggi, membeli saat rendah dan menjual saat tinggi adalah kebenaran abadi.
Lihat AsliBalas0
MEVHunterNoLossvip
· 01-13 14:51
Pada akhirnya, tetap tergantung pada Federal Reserve dan arah dana, tidak ada sihir.
Lihat AsliBalas0
ForkLibertarianvip
· 01-13 14:46
Sudah, jangan panik, sejarah hanya terdiri dari beberapa pola ini, jika sudah melihatnya dengan jernih maka akan menang.
Lihat AsliBalas0
BearMarketBrovip
· 01-13 14:43
Singkatnya, jangan all in, harus tetap tenang
Lihat AsliBalas0
NestedFoxvip
· 01-13 14:31
Singkatnya, ini disebabkan oleh keserakahan, sejarah berulang lagi
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)