Di DeFi ada fenomena yang cukup menarik. Ketika skala aset terus meningkat, semua orang memuji kemakmuran ekosistem, tetapi yang benar-benar menentukan apakah sebuah protokol bisa bertahan adalah bagaimana performanya dalam menghadapi peristiwa black swan.
Selama lebih dari satu tahun terakhir, BNB Chain mengalami banyak fluktuasi ekstrem. Penyesuaian di kuartal keempat 2023, lonjakan dan penurunan tajam di awal 2024, semuanya adalah contoh pengujian tekanan yang sangat baik. Daripada sekadar berbicara tentang manajemen risiko, lebih baik kita berbicara dengan data nyata—melihat bagaimana mekanisme likuidasi protokol stablecoin, parameter risiko, dan ketahanan sistem berperforma dalam kondisi pasar ekstrem ini.
**Bagaimana melakukan review? Beberapa indikator ini paling penting**
Kami memilih hari-hari tekanan yang tipikal dalam 12 bulan terakhir di mana volatilitas harian BNB melebihi ±10%, dan fokus pada dimensi-dimensi berikut:
**Aspek Likuidasi**—Berapa banyak aset yang dilikuidasi saat kejadian terjadi, berapa besar skala likuidasi tunggal, berapa lama waktu yang dibutuhkan dari trigger sampai selesai, dan berapa banyak likuidasi yang benar-benar berhasil (bukan likuidasi parsial atau kerugian buruk). Angka-angka ini secara langsung mencerminkan kemampuan protokol dalam penanganan darurat.
**Kesehatan Protokol**—Bagaimana fluktuasi rasio jaminan secara keseluruhan, seberapa besar deviasi harga stablecoin dari nilai patokan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan ke nilai jangkar. Ini adalah indikator keras untuk menilai apakah sistem benar-benar "stabil".
Dimensi detail lainnya meliputi efektivitas parameter risiko, daya tahan likuiditas, dan kemampuan untuk mendeteksi serta menangani anomali secara cepat.
Ini bukan untuk memuji siapa pun, tetapi untuk melihat dengan jelas—seberapa lama sistem ini bisa bertahan sebelum gelombang besar berikutnya datang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Di DeFi ada fenomena yang cukup menarik. Ketika skala aset terus meningkat, semua orang memuji kemakmuran ekosistem, tetapi yang benar-benar menentukan apakah sebuah protokol bisa bertahan adalah bagaimana performanya dalam menghadapi peristiwa black swan.
Selama lebih dari satu tahun terakhir, BNB Chain mengalami banyak fluktuasi ekstrem. Penyesuaian di kuartal keempat 2023, lonjakan dan penurunan tajam di awal 2024, semuanya adalah contoh pengujian tekanan yang sangat baik. Daripada sekadar berbicara tentang manajemen risiko, lebih baik kita berbicara dengan data nyata—melihat bagaimana mekanisme likuidasi protokol stablecoin, parameter risiko, dan ketahanan sistem berperforma dalam kondisi pasar ekstrem ini.
**Bagaimana melakukan review? Beberapa indikator ini paling penting**
Kami memilih hari-hari tekanan yang tipikal dalam 12 bulan terakhir di mana volatilitas harian BNB melebihi ±10%, dan fokus pada dimensi-dimensi berikut:
**Aspek Likuidasi**—Berapa banyak aset yang dilikuidasi saat kejadian terjadi, berapa besar skala likuidasi tunggal, berapa lama waktu yang dibutuhkan dari trigger sampai selesai, dan berapa banyak likuidasi yang benar-benar berhasil (bukan likuidasi parsial atau kerugian buruk). Angka-angka ini secara langsung mencerminkan kemampuan protokol dalam penanganan darurat.
**Kesehatan Protokol**—Bagaimana fluktuasi rasio jaminan secara keseluruhan, seberapa besar deviasi harga stablecoin dari nilai patokan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan ke nilai jangkar. Ini adalah indikator keras untuk menilai apakah sistem benar-benar "stabil".
Dimensi detail lainnya meliputi efektivitas parameter risiko, daya tahan likuiditas, dan kemampuan untuk mendeteksi serta menangani anomali secara cepat.
Ini bukan untuk memuji siapa pun, tetapi untuk melihat dengan jelas—seberapa lama sistem ini bisa bertahan sebelum gelombang besar berikutnya datang.